Seberapa besar kepedulian masyarakat tentang kondisi ozon di Hari Ozon Sedunia?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi langit bersih (Gr⊙f: ⊙f the p⊙p/Flickr)

Tanggal 16 September ditetapkan oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa sebagai Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia. Ketetapan ini dibuat pada tanggal 19 Desember 1994 untuk memperingati tanggal ketika berbagai negara menandatangani Protokol Montreal tentang zat yang merusak lapisan ozon.

Pada hari peringatan tersebut, seluruh masyarakat dunia diajak untuk kembali turut aktif melestarikan lapisan ozon yang melindungi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi.
 
Adanya Hari Lapisan Ozon ini pun diinisiasi untuk memperingati penandatanganan Protokol Montreal tentang “Zat yang Menguras Lapisan Ozon” pada 1987 yang dilaksanakan di Wina, Austria.

Awal mula konvensi

Mulanya, konvensi tersebut lahir akibat adanya keresahan para ilmuwan di akhir tahun 1970-an yang menemukan bahwa umat manusia telah membuat lubang besar pada lapisan ozon. Karena jika lapisan tersebut berlubang semakin besar, tentu akan mengancam kesehatan dan kelestarian kehidupan di muka Bumi.
 
Lapisan ozon yang berlubang–menurut para ilmuwan–bisa menyebabkan peningkatan kasus kanker kulit dan katarak, serta merusak tanaman dan ekosistem.
 
Mengutip PBB, pemerintah dunia pun mengadopsi Konvensi Wina pada tahun 1985 untuk mencanangkan upaya Perlindungan Lapisan Ozon. Konvensi yang melahirkan Protokol Montreal tersebut pun mengajak pemerintah, ilmuwan, dan industri untuk bekerja sama memotong 99 persen dari semua zat perusak ozon.

Zat perusak ozon

Zat perusak ozon sejatinya dapat ditemukan banyak dalam aerosol dan pendingan, seperti lemari es dan AC. Sementara itu, sejumlah bahan kimia seperti halokarbon pun memiliki potensi besar sebagai perusak lainnya.
 
Halokarbon merupakan bahan kimia yang terdiri dari satu atau lebih atom karbon yang berikatan dengan satu atau lebih atom halogen. Metil bromide, metil kloroform, karbon tetraklorida, dan halon, kloroflourokarbon (CFC), serta hidrokloroflourokarbon (HCFC) merupakan kelompok bahan kimia buatan manusia yang dapat memicu penipisan lapisan ozon.
 
Lantas, seperti apa pemberitaan terkait kondisi lapisan ozon saat ini? Berikut uraiannnya.

Pemberitaan dan respons publik

 

Isu terkait Hari Ozon Internasional naik dalam periode sepekan terakhir (11-17 September 2022), utamanya pada tanggal 16 September dengan penyebutan (mention) sebesar 182 yang menghasilkan sebaran (reach) di ranah media sosial sebesar 289.583 dan sebaran di ranah pemberitaan yang tercatat 2.370.985.

  Masuk Indonesia, isu cacar monyet terkatrol sepekan belakangan

Dari total 402 mention yang menghasilkan 6,5 juta sebaran sepanjang periode tersebut baik di ranah media sosial maupun kanal pemberitaan, kata kunci Hari Ozon Internasional juga didominasi dengan sentimen positif sebesar 23 mention, dan 4 mention sentimen negatif. Ini terjadi terkait kabar gembira bahwa kondisi ozon saat ini sudah semakin baik dan memulih.

Terkait analisis kata kunci Hari Ozon Internasional, ada dalam tabel infografik berikut.

 
Infografik di atas menggambarkan bahwa ranah twitter menjadi sumber mention tertinggi dengan catatan 193 mention (48 persen), yang kemudian disusul ranah pemberitaan daring dengan 99 mention (24,6 persen), dan kemudian video dengan 58 mention (14,4 persen).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya