World Wildlife Day, karena kehidupan margasatwa begitu penting

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi satwa liar (G Siva?Flickr)

Merayakan keanekaragaman kehidupan di planet ini, mulai dari paus biru raksasa hingga kupu-kupu raja yang lembut, selama lebih dari 60 tahun para pegiat kelestarian lingkungan selalu terus mencari solusi untuk melindungi satwa liar dengan menerapkan ilmu pengetahuan terbaik yang tersedia, serta bekerja sama dengan komunitas lokal dan masyarakat adat.

Sayangnya, kita saat ini banyak sekali kehilangan keanekaragaman hayati yang sangat kaya di muka bumi pada situasi yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam sebuah laporan Living Planet (2020), kita telah melihat penurunan rata-rata 68 persen dalam jumlah burung, amfibi, mamalia, ikan, dan reptil, sejak tahun 1970. Kehilangan itu memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan–anak cucu kita–dikemudian hari, dan tentunya bagi masa depan planet ini.

Pada gilirannya, kita harus memastikan untuk terus membantu dan melindungi ekosistem yang kaya dan beragam itu sambil memastikan memetik nilai dan manfaat dari alam.

Hari Margasatwa Sedunia (world wildlife day), yang dirayakan setiap tahun pada 3 Maret, memberi kita banyak kesempatan untuk fokus pada solusi, dan melihat secara bijak pentingnya menyelamatkan satwa liar yang luar biasa di planet kita. Kita semua bisa membuat perbedaan, jadi kita berbagi cara untuk terlibat, belajar, dan bersenang-senang.

  Harapan keberlangsungan lingkungan Desa Wadas, haruskah kandas?

Untuk tahun ini, WWF bekerja sama dengan perusahaan, LSM, dan tim olahraga di seluruh dunia, sepakat untuk menghapus alam dari ‘branding’ mereka selama sehari.

Aktivasi global dengan dengungan tagar #worldwithoutnature, menyatukan ratusan jenama untuk satu tujuan, yakni menyoroti hilangnya keanekaragaman hayati secara drastis dan risiko yang ditimbulkannya.

Lantas seperti apa Hari Margasatwa Sedunia ini dalam pemberitaan dan sebaran kampanyenya di media sosial? Berikut gambarannya.

World Wildlife Day dalam sebaran pemberitaan dan media sosial

Menarik rentang sepekan terakhir (25/2-4/3), penyebaran kata kunci World Wildlife Day di seluruh dunia, tertingginya ada di tanggal 3 Maret 2022, dengan jumlah sebutan kata kunci (mention) sebanyak 318 dan persebaran (reach) yang tercatat mencapai 8,2 juta, baik di ranah pemberitaan online maupun media sosial.

Secara umum, penyebutan (mention) terkait kata kunci World Wildlife Day dalam periode itu mendulang angka sebanyak 704, sementara sebarannya mencatatkan angka 14,7 juta.

Adapun sentimen dari kata kunci Fossil Free didominasi oleh sentimen positif (94 mention) dan sentimen negatif (9 mention) pada tanggal 3 Maret 2020.

  Masuk Indonesia, isu cacar monyet terkatrol sepekan belakangan

Jika dikalkulasi secara keseluruhan, maka sentimen positif dan negatif tersebut meraih angka 182 (positif) dan 16 (negatif). Sementara, terkait analisis kata kunci World Wildlife Day ada dalam tabel infografik berikut.

Dalam infografik di atas terlihat sebutan kata kunci World Wildlife Day angka tertingginya terjadi pada 3 Maret 2022, dibarengi dengan dominasi sentimen positif.

Pemberitaan media online, platform video, dan ranah forum, masing-masing menyumbangkan angka sebaran sebanyak 37,5 persen, 21,9 persen, dan 8,4 persen.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya