Cuaca ekstrem libur Nataru 2023, bersiap hadapi bencana hidrometeorologi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Statistik lini masa cuaca ekstrem nataru.

Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diperkirakan seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda cuaca ekstrem selama medio libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Berdasarkan platform informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG, beberapa wilayah dengan potensi siaga yang perlu diwaspadai pada medio 21-23 Desember 2022 adalah sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan sebagian wilayah Maluku.

Lain itu, prakiraan berbasis dampak BMKG menyebut terdapat wilayah dengan potensi siaga yang perlu diwaspadai yaitu sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sementara potensi hujan lebat dan sangat lebat dengan intensitas signifikan selama periode tanggal 25 Desember 2022-1 Januari 2023 perlu diwaspadai di beberapa wilayah, seperti di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Pemicu cuaca ekstrem Nataru 2023

Kepala BMKG Dwikorita, menyebut bahwa peningkatan cuaca ekstrem selama medio Nataru 2023 disebabkan sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya, peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan.

  Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, apa kabar flora fauna endemik Indonesia?

Selain itu, ada juga peningkatan intensitas seruakan dingin Asia yang dapat memicu kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Dinamika atmosfer lainnya yakni adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dengan potensi hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.

Dengan adanya prakiraan cuaca tersebut, Dwikorita meminta masyarakat untuk terus memonitor informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. Menurutnya, risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi sangat mungkin terjadi.

“Pemerintah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan dalam menghadapi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi. Dahan dan ranting pohon yang rapuh harus dipangkas serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang,” ingatnya.

  Periode gelombang panas paling mematikan di India

Lini masa isu cuaca ekstrem Nataru 2023

Terkait informasi cuaca ekstrem jelang libur Nataru 2023, atensi publik dan pemberitaan di ranah daring tercatat cukup tinggi pada 22 Desember dengan 2.452 sebutan (mention) dan terkoreksi disebarkan (reach) sebanyak 27,4 juta kali.

Sementara tingkat atensi publik dan kepercayaan terkait informasi tersebut melalui metriks sentimen dengan total 1.104 mention, tertinginya ada di tanggal 19 Desember dengan sentimen negatif (-) sebanyak 30 mention dari total 318 mention. 

Namun seiring kepercayaan yang tumbuh serta perencanaan liburan Nataru yang sudah jauh-jauh hari, atensi berbalik menjadi sentimen positif (+) yang tertingginya ada di tanggal 24 Desember sebesar 123 mention dari total 786 mention.

Dalam infografik di atas, dari total 26.847 mention terkait isu cuaca ekstrem Nataru 2023, digambarkan bahwa pemberitaan daring menjadi yang tertinggi atau mendominasi dengan 18.434 mention (68,7 persen), kemudian menyusul laman resmi/web badan pemantau dengan 5.217 mention (19,4 persen), dan ranah video dengan 1.779 mention (6,6 persen).

  Selain Bumi, 5 planet di tata surya ini juga punya fenomena cuaca ekstrem

Jajaran media daring yang paling memengaruhi terkait isu ini adalah Metrotvnews, Kompas TV, Official iNews, tv One News, Tribunnews.com, dan Berita Satu. Sementara media daring paling aktif terkait isu ini adalah metrotvnews, Tribun Sulbar Official, Official iNews, dan Medcom.id.

Artikel Terkait