Ambulans gratis SalamAid, layanan untuk memudahkan mobilitas pasien atau jenazah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Layanan ambulans gratis | SalamAid
Salah satu layanan yang juga dilakukan oleh lembaga sosial kemanusiaan SalamAid adalah memberikan moda transportasi secara gratis, baik untuk pasien maupun pengantaran jenazah.
 
Meski terdengar sepele, namun nyatanya layanan ini sangat dibutuhkan pasien dalam kondisi darurat, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
 
Jumlah kasus positif Covid-19 maupun layanan kesehatan mobilitas kesehatan lainnya di Indonesia nyatanya semakin tinggi. Fenomena ini membuat permintaan atas layanan ambulans semakin tinggi pula.

Sayangnya, hal itu tak berbanding lurus dengan kemampuan masyarakat untuk urusan biaya, bahkan untuk mendapatkan layanan ambulans di rumah sakit harus antri.
 
Berangkat dari kerisauan dan kebutuhan itulah SalamAid beinisiatif untuk memberikan layanan secara gratis 24 jam sehari 7 hari sepekan.
 
Selain untuk membantu pasien yang harus dilarikan ke rumah sakit atau sebaliknya, layanan ambulans SalamAid juga melayani untuk transportasi penguburan jenazah dari rumah sakit atau dari rumah duka, yang nyatanya layanan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Bogor dan sekitarnya.
 
Penanganan ambulans dari tim SalamAid | SalamAid

Tanggap darurat pasien kritis

Transportasi untuk pasien dalam keadaan kritis memmang memiliki risiko pada kondisi gawat darurat. Keterlambatan penanganan boleh jadi berdampak pada kematian pasien, karenanya penting kiranya memprioritaskan penangangan dan transport atau rujukan bagi pasien.

  Memastikan kesehatan penyintas gempa pasaman, SalamAid blusukan ke tenda pengungsian

Transportasi yang merujuk pasien gawat darurat tentu harus sedini mungkin di tangani, dan memerlukan moda ambulans gawat darurat yang dilengkapi dengan perlengkapan penanganan kegawat daruratan serta memerlukan penanganan dari dokter dan perawat berkemampuan penanganan gawat darurat.

Saat ini masih ditemui belum optimalnya proses rujukan pasien gawat darurat, karena terkendala sarana transportasi, lain itu masih juga ditemukan penggunaan kendaraan roda dua dalam merujuk pasien ke rumah sakit/IGD.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, pada 2021 lalu mengatakan, berdasarkan survei di 31 rumah sakit vertikal ditemukan fakta bahwa peningkatan angka kematian pasien Covid-19 diakibatkan terlambatnya penanganan medis.

Penyebab kematian yang tinggi terindikasi  bahwa pasien  terlambat datang ke rumah sakit. Pasalnya, ada peningkatan angka kematian pasien ketika tiba di instalasi gawat darurat (IGD). 

Merujuk kasus ini, SalamAid mencoba mengoptimalkan layanan yang sangat dibutuhkan secara darurat, hingga penanganan medis pasien bisa tepat waktu. Layanan ini juga merupakan kontribusi dari layanan kesehatan lainnya yang sebelumnya juga mencanangkan Rumah Sehat yang bekerja sama dengan 2 klinik kesehatan.

  Mengenal SCC, kartu pemetik manfaat yang terintegrasi program SalamAid
 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SalamAid (@salam.aid)

Artikel Lainnya

Video

Program