Ketika penyintas Covid-19 bergandeng tangan melalui TemanCo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Peluncuran program Temanco di Kota Bogor | Dok. Salam Aid

Pandemi Covid-19 di di Indonesia belum berakhir, bahkan penyebarannya kasus terus bertambah. Salah satunya adalah di Kota Bogor, Jawa Barat. Terkait hal itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor mengumumkan bahwa wilayah Kota Bogor masuk ke dalam zona merah.

Menyikapi penyebaran virus Corona yang terus tumbuh, serangkaian langkah diambil Wali Kota Bogor dan jajarannya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Selain pergerakan yang dilakukan Pemda, juga dilakukan sebagai masyarakat yang terketuk hatinya untuk menuntaskan permasalahan terkait pandemi ini.

Salah satunya seperti yang dilakukan lembaga kemanusiaan asal Kota Bogor, Salam Aid, yang kemudian tergerak memperkuat langkah dan komitmen dalam aksi-aksi nyata membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Apa itu Salam Aid?

Seperti disebutkan di atas tadi, Salam Aid merupakan lembaga kemanusiaan yang berinisiatif melakukan sejumlah langkah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Bogor, terkait wabah pandemi ini.

Sejak Maret 2020 atau awal pandemi Covid-19 mulai mendera Indonesia, lembaga ini sudah penyaluran bantuan APD untuk sejumlah rumah sakit di Kota Bogor dan beberapa kota di Indonesia.

  Masuki Bulan Ramadan, SalamAid tebar kebaikan di 22 kota Indonesia

Kemudian mereka juga melakukan pendampingan pasien Covid-19 dengan penyediaan mobil siaga Covid-19 untuk pasien yang akan didampingi melakukan tes swab, dan menyalurkan bantuan–berupa sembako dan uang tunai–bagi keluarga yang terdampak Covid-19.

Lembaga ini juga menginisiasi keberadaan warung berkah yang menyediakan makanan gratis untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 secara ekonomi, semisal tukang ojek, ojol, dan masyarakat lainnya, setiap hari Jum’at.

Jika ditotal, sudah ada sekira 51.779 jiwa yang telah menerima manfaat dari serangkaian program Salam Aid di Kota Bogor dan kurang lebih 29 kota/kabupaten seluruh Indonesia.

Manfaat program Temanco untuk masyarakat

 

 

 

Pekan lalu, Salam Aid memperkuat semangat membantu masyarakat melalui kehadiran program Temanco. Menurut Direktur Salam Aid, Luthfi Kurnia, Temanco berbasis tiga aksi utama yang intinya menggenggam erat pasien Covid-19 dan keluarganya.

”Aksi utama pertama Temanco adalah pendampingan psikis antara para relawan yang terdiri dari para survivor Covid-19 dengan para pasien covid-19. Para survivor akan menjadi teman cerita, teman curhat, dan teman berbagi bagi para pasien covid-19. Tugasnya bukan mengganti peran dokter atau perawat, tapi bagaimana mereka berbagi pengalaman ketika survive dari Covid-19,” tulis Luthfi dalam pesan singkatnya.

  SalamAid respons cepat bencana angin puting beliung di wilayah Bogor

Karena berbasis relawan, lanjut Lutfi, pihaknya membuka pendaftaran bagi para survivor Covid-19 yang ingin tergabung sebagai relawan Covid-19.

Aksi utama kedua Temanco, sambung Lutfi, adalah pendampingan ekonomi bagi keluarga pasien covid-19 dari keluarga tidak mampu. Seperti kita tahu bahwa Covid-19 tak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek ekonomi pasien.

”Kami ingin membantu warga yang terdampak dengan memastikan kebutuhan pokok mereka tercukupi ketika ada anggota keluarganya harus menjalani isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit,” janjinya.

  Warung Seribu Cinta untuk jamaah i'tikaf di Masjid Raya Bogor

Sementara aksi ketiga yang dilakukan adalah edukasi kepada warga ketika ada tetangganya terkena Covid-19. Tak sedikit memang warga yang panik berlebihan dan justru berdampak pada buruk pada proses penyembuhan pasien Covid-19.

”Kami ingin mengajak warga untuk merasakan empati lebih ketika ada tetangganya terkena covid-19. Khawatir dan hati-hati boleh, tetapi jangan sampai memberikan reaksi yang berlebihan. Nanti kami akan bergandengan dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan edukasi ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyambut baik hadirnya program Temanco.

”Kami selaku pemerintah, tentu saja tidak bisa bergerak dan berjalan sendiri ditengah kenaikan kasus penyebaran Covid-19 ini. Gerakan seperti ini insyaAllah adalah bentuk sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat untuk bersama melawan Covid-19,” tandas Sri.

Foto:

  • TemanCo

 

Artikel Lainnya

Video

Program