Souls Academy lakukan latihan penyelamatan kebencanaan Water Rescue

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pelatihan water rescue yang dilakukan mahasantri Souls Academy | SalamAid

Kesiapsiagaan dalam penanganan korban bencana alam tentu sangat dibutuhkan secara cepat, baik oleh pemerintah setempat maupun oleh relawan.

Negara kita boleh jadi termasuk dalam wilayah yang rawan terjadinya bencana alam, karenanya aksi penyelamatan (rescue) perlu menjadi perhatian besar, terutama soal penanggulangan bencana yang harus dipersiapkan sejak awal atau biasa dikenal dengan mitigasi kebencanaan.

Lalu ada aksi siap siaga, baik ketika dibutuhkan dalam waktu mendesak atau tidak, dan yang terakhir adalah soal revitalisasi bencana yang lazim menyasar pada penyintas bencana.

Pendek kata, ketangkasan dalam menangani kejadian bencana tak hanya mumpuni dimiliki oleh tim penyelamat resmi (SAR) atau para relawan, masyarakat umum pun haris sigap dan tangkat terkait hal tersebut, karena bencana tak mengenal waktu dan tempat.

Souls Academy lakukan pelatihan water rescue

Mahasantri Souls Academy saat mengikuti pelatihan water rescue | SalamAid

Akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (19/3/2022), para mahasantri Souls Academy mengikuti kegiatan pelatihan Water Rescue yang diselenggarakan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR PION) Kecamatan Tanah Baru, Bogor, Jawa Barat, yang berlokasi di kolam Retensi jalan Asogiri.

  Rumah Sehat, pasien cukup bayar pakai sampah rumah tangga

“Setelah saya ikut pelatihan ini saya menyadari begitu pentingnya pengetahuan tentang rescue ini, terutama water rescue. Di Indonesia sering terjadi bencana, dan sepengetahuan saya bencana yang sering terjadi di hampir pasti ada di semua daerah adalah banjir, saya dan kawan-kawan Souls akademi lain merasa beruntung memiliki pengalaman ikut pelatihan ini” ujar Fadlan, salah satu peserta pelatihan.

Dalam perkembangannya, mahasantri Souls Academy memang harus memiliki bekal berupa kemampuan-kemampuan yang mumpuni dan kesigapan yang militan, karena pada fungsinya mereka dituntut untuk menjadi leader di tengah masyarakat, dan memberikan solusi dalam setiap permasalahan, termasuk soal bagaimana setiap orang harus memiliki kemampuan penyelamatan (skills rescuer).

Pembekalan yang dilakukan kemarin, bertujuan menajamkan kemampuan dan ketangkasan para maha santri dalam menangani kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan penyelamatan perairan, seperti banjir bandang, orang tenggelam, dst.

Kesiap-siagaan mereka saat terjun di masyarakat secara langsung tentu sangat dibutuhkan, lain itu dalam memahami fungsi serta tugas yang harus mereka lakukan. Selain pelatihan bermanfaat untuk diri sendiri, tentu akan sangat berdampak di lingkungan sekitar maupun keluarga, atau ketika sedang menjalankan tugas khusus saat terjadi bencana.

  Program Warung Seribu Cinta dan pemicu gerakan sosial anak-anak muda

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SalamAid (@salam.aid)

Artikel Lainnya

Video

Program