Fenomena banjir bandang yang terjadi di akhir libur lebaran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Banjir di Serang, Banten (Tempo.co)

Menutup momen libur lebaran tahun ini, bencana banjir bandang menerjang kawasan wisata di Sungai Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Minggu (30/4/2023) pukul 16.00 WIB. Debit air meluap hingga ke jalan utama jalur Medan-Berastagi, atau tepatnya di Tikungan Amoy, Desa Bandar Baru.

Saat peristiwa, sejumlah wisatawan yang datang ke kawasan itu tampak panik dan berusaha mencari tempat yang lebih tinggi agar tidak terseret banjir. Bahkan dalam sebuah video yang viral di media sosial, satu unit mobil putih ikut terseret arus sungai yang deras dan kemudian ditemukan hancur.

Video yang direkam oleh salah seorang wisatawan itupun kemudian viral di beberapa platfoem media sosial, seperti TikTok dan Instagram.

Banjir bandang menyebabkan Desa Bandar Baru dan Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit langsung menerima dampak, karena sebagian wilayah tersebut merupakan dataran rendah.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by JELAJAH SUMATERA (@jelajahsumut)

Menghancurkan jembatan penghubung 2 kecamatan

Sementara peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/4). Pasca banjir bandang yang menerjang 12 desa di dua kecamatan Cianjur, menyisakan kerugian besar bagi warga terdampak yang pada hari ini, Senin (1/5), mulai membersihkan lumpur di kediaman mereka.

  Tim Relawan SalamAid sisir lokasi banjir bandang di Bogor

Selain itu, jembatan penghubung dua kecamatan itupun nampak rusak berat dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan yang hendak melakukan evakuasi. Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai Ciranjang, setelah diguyur hujan lebat.

Selain merendam ratusan rumah dan ponsok pesantren, musibah ini juga mendera wilayah perkantoran hingga sejumlah fasilitas pendidikan. Meski begitu, tim SAR belum mencatat adanya ada korban luka maupun korban jiwa dalam bencana banjir tersebut, meski kerugian yang dialami warga mencapai ratusan juta rupiah.

Respons di ranah media sosial dan pemberitaan

Peristiwa tersebut memicu respons di media sosial dan pemberitaan daring. Dalam linimasa 24 jam terakhir, yang tercatat pada, Senin (1/4), peristiwa itu mengemas mention sebanyak 358 mention dengan sebaran (reach) yang mencapai 6,4 juta sebaran.

Secara umum di ranah internet, peristiwa banjir bandang mencatatakan mention tertingginya pada, Senin (1/4), dengan jumlah seperti yang disebutkan di atas yang terdiri atas 233 mention di media sosial (1,7 juta sebaran) dan 125 mention pada pemberitaan media daring (4,7 juta sebaran).

  Deretan fakta sebuah wilayah yang kini menjadi tandus

Pada hari yang sama, sentimen negatif pun menyeruak atas peristiwa tersebut dengan catatan 27 mention. Hal ini erjadi karena peristiwa yang terjadi cukup mendadak dan memberikan kecemasan bagi pengunjung dan masyarakat setempat.

Sementara sentimen positifnya hanya tercatat 11 mention yang berasal dari penanganan bencana yang cukup cepat dari instansi pemerintah relawan dan masyarakat, serta tidak adanya korban jiwa.

Dalam infografik di atas dicatat bahwa peristiwa banjir bandang tersebut ramai di ranah media sosial (tikTok) membukukan 36,9 persen (132 mention). Sedangkan ranah video Youtube menyumbang porsi 28,2 persen (101 mention), dan pemberitaan daring 93 mention (26 persen). 

Media arus utama seperti TvOneNews, MetroTVnews, dan Tribunnews.com, memberikan porsi tertinggi terkait pemberitaan peristiwa tersebut, utamanya dikanal video (Youtube).

Sedangkan untuk media yang paling aktif menberitakan update dari peristiwa itu yang tercatat adalah Tribun Tangerang, MetroTVnews, dan tvOneNews.

Artikel Terkait