3 manusia purba ini diyakini pernah hidup di wilayah Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
manusia purba
Ilustrasi manusia purba yang ditemukan di Indonesia (Ryan Somma/flickr)

Sebelum adanya kehidupan manusia modern seperti sekarang, diketahui jika sebelumnya ada manusia purba yang lebih dulu hidup di muka bumi. Keberadaannya pun tersebar secara luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Bukan hanya satu, dalam berbagai studi tercatat jika setidaknya ada beberapa spesies manusia purba yang diyakini pernah hidup di Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan adanya penemuan fosil baik berupa spesimen rangka, atau fosil tulang-belulang manusia purba di sejumlah wilayah Indonesia.

Ada yang masih dalam penelitian lebih lanjut, berikut 3 spesies makhluk purba yang dipastikan pernah hidup di Indonesia.

1. Pithecanthropus erectus

Potongan tulang Pithecanthropus erectus (Wikimedia Commons/Peter Maas)

Manusia purba Indonesia satu ini bisa dibilang sebagai salah satu yang populer sekaligus memiliki kontroversinya sendiri. Betapa tidak, ilmuwan negara barat yang melakukan penelitian menyebut jika mahluk purba satu ini meneliti fosil makhluk purba satu ini merupakan spesies awal evolusi manusia modern.

Di lain sisi, pernyataan tersebut langsung mendapat tertentangan keras. Sejumlah pihak menyebut jika fosil tersebut mungkin milik makhluk primitif yang lebih mirip kera atau owa daripada manusia.

  Ternyata selama ini hanya nyamuk betina yang menghisap darah manusia

Fosil kerangka Pithecanthropus erectus pertama kali ditemukan di desa Trinil, Solo, Jawa Tengah pada tahun 1891, oleh Eugene Dubois.

Anehnya, selama lebih dari tiga dekade Dubois tidak mengizinkan ilmuwan lain memeriksa fosil berupa tulang atap tengkorak dan femur yang ia temukan sampai tahun 1923.

Adapun ciri dari proyeksi manusia purba Pithecanthropus erectus adalah sebagai berikut:

  • Tulang tengkorak yang sangat tebal,
  • Rahang besar tanpa dagu yang menonjol ke depan,
  • Gigi pada dasarnya seperti gigi manusia, dengan beberapa fitur mirip kera, seperti taring besar yang sebagian tumpang tindih,
  • Volume otak diperkirakan 750-900 cc,
  • Berjalan tegak sepenuhnya seperti manusia modern (dengan adanya tulang femur), dan
  • Tinggi mencapai 170 sentimeter (5 kaki 8 inci).

2. Homo floresiensis

Homo floresiensis (Ryan Somma/Flickr)

Terbilang lebih baru, penemuan spesies manusia purba satu ini terjadi di tahun 2003. Namun, kala itu penemuannya sukses mencuri perhatian dunia bahkan membuat arkeolog dunia terkejut.

Bukan tanpa alasan, penemuan manusia purba satu ini disebutkan baru terungkap lantaran terpendam di gua kapur bernama Liang Bua, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di saat bersamaan, situs tempat fosil ditemukan juga diperkirakan sudah berusia 60 ribu hingga 100 ribu tahun.

  Niat perluas rumah, pria ini malah temukan fosil dinosaurus

Penemunya sendiri adalah Theodore Verhoeven, yang juga menemukan sejumlah fosil hewan purba layaknya Stegodon di lokasi yang sama atau berdekatan.

Membahas lebih detail mengenai detail fosil manusia purba yang ditemukan, saat itu individu yang terungkap diyakini berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan berusia sekitar 30 tahun.

Homo floreonsis disebutkan memiliki ciri sebagai berikut:

  • Perawakan kecil,
  • Kapasitas otak 380 cc dan berat sekitar 30-40 kilogram,
  • Tinggi rata-rata hanya mencapai 105 sentimeter, dan
  • Tulang tengkoraknya kecil sementara tulang rahangnya menonjol.

Karena ukuran tubuhnya yang pendek pula, manusia purba satu ini hingga sekarang terkenal dengan julukan the hobbit.

3. Homo wajakensis

Fosil Homo wajakensis yang pertama kali ditemukan (Harry Widianto dan Truman Simanjuntak/Wikimedia Commons)

Homo sapiens Wajakensis, merupakan temuan manusia modern pertama di Indonesia, yang fosilnya ditemkan di Tulungagung, Jawa Timur. Menariknya, fosil ini merupakan fosil manusia purba pertama yang ditemukan di wilayah Indonesia, pada tahun 1889 oleh Van Rietschoten.

Diperkirakan jika Homo wajakensis hidup pada kisaran 40.000-25.000 tahun yang lalu. Secara umum, spesies manusia purba satu ini memiliki ciri sebagai berikut:

  • Tinggi tubuh diperkirakan sekitar 173 sentimeter,
  • Rahangnya padat dengan gigi yang besar,
  • Volume otak diperkirakan sekitar 1.630 cc,
  • Berwajah datar dan lebar,
  • Memiliki tulang tengkorak, rahang atas, rahang bawah, tulang paha, dan kening.
  Menelisik sebab, mengapa rumah kayu sederhana di Lombok bisa tahan gempa

Artikel Terkait

Artikel Lainnya