4 jenis sampah dapur yang bisa jadi pupuk tanaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sampah organi (Trish Walker/Flickr)

Sampah organik dari sisa makanan jadi jenis yang paling diandalkan dalam pembuatan pupuk kompos. Namun dalam prosesnya, dibutuhkan beberapa bahan datau material lain dan waktu untuk melalui tahap pmebuatan.

Sebenarnya selain diolah sedemikian rupa dalam bentuk pupuk, ada beberapa jenis sampah dapur tertentu yang wujudnya bisa langsung ‘bermanfaat’ bagi tanaman. Ada yang bisa ditanam langsung ke tanah sekitar tanaman, atau sekadar disiram jika bentuknya berupa cairan.

Apa saja jenis sampah sisa aktivitas dapur dan rumah tangga yang bisa menjadi pupuk praktis? Berikut 4 di antaranya:

1. Kulit sayur dan buah

Sampah organik (Christopher Allman/ Flickr)

Dua sampah ini bisa dibilang jenis sampah rumah tangga paling umum dalam dunia perkomposan. Tanpa membutuhkan material tambahan seperti wadah atau air, sampah kulit sayur dan buah hanya perlu ditanam dalam tanah.

Sebelum ditanam, kita hanya perlu menggali lubang sedalam kurang lebih 30 sentimeter. Kemudian, berbagai macam jenis sampah sayuran dan buah ditanam selama beberapa bulan dan membuatnya menjadi kompos yang kaya akan nutrisi.

  Pranata manga, sistem penanggalan musim tanam yang dekatkan petani dengan alam

Setelahnya, saat sudah bisa diambil kompos bisa langsung ditebar ke tanah tempat tanaman berada, atau tanah yang baru ingin ditanam tumbuhan.

2. Ampas kopi

Ampas kopi (Billy G/Flickr)

Salah satu jenis sampah rumah tangga berupa residu makanan yang tak terhindarkan ampas kopi. Selain dikenal memiliki manfaat untuk menghilangkan bau, ampas bubuk kopi ternyata bisa menjadi pupuk.

Bubuk kopi disebut memiliki sekitar 2 persen kandungan yang dapat memperbaiki tekstur tanah dan membantu retensi air.

Lain itu, ampas kopi juga dapat membantu kelancaran proses drainase serta aerasi, atau kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran air pada tanaman. Cara penggunaannya, ampas kopi hanya perlu dikeringkan kemudian disebar secara merata ke permukaan tanah yang ditumbuhi tanaman.

3. Kulit pisang

kulit pisang (Robert Rutherford/Flickr)

Bagian dari buah berwarna kuning ini memiliki kandungan potassium yang tinggi bagi tanaman. Perannya bisa berfungsi dalam membentuk akar yang kuat, melawan penyakit tanaman, dan memindahkan air antar sel.

Tanpa perlu melalui proses yang sulit, kulit pisang juga bisa dimanfaatkan hanya dengan ditanam di area tanah sekitar tanaman. Karena ketika terurai, material tersebut akan mengeluarkan kalium dan nutrisi lain yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

  Mengenal 3 jenis perdagangan karbon yang berlaku saat ini

Yang perlu diperhatikan, penanaman kulit pisang harus benar-benar tertutup tanah dengan baik dan merata. Hal tersebut diperlukan agar tidak merusak komponen kulit dan menimbulkan bau kurang sedap.

4. Kulit telur

tanaman pada cangkang telur (facedownwaste.com)

Selain dikenal sebagai sumber protein, bagian cangkang telur juga memiliki peran dalam pertumbuhan tanaman. Laporan Master Gardeners dari Hamilton County, Tenn, menyebut bahwa cangkang telur terbuat dari kalsium karbonat dan merupakan bahan utama yang banyak ditemukan dalam kapur pertanian.

Lain itu ditemukan fakta bahwa ditemukan bahwa air infus cangkang telur mengandung 4 mg kalsium dan kalium. Kandungan lainnya seperti fosfor, magnesium, dan natrium juga ditemukan pada cangkang telur.

Selain sebagai pupuk tanaman, cangkang telur juga dapat berperan sebagai penyemai benih yang baik, dan pengendali hama karena aroma telur biasanya dibenci oleh serangga.

Yang menarik selain dijadikan pupuk, nyatanya cangkang atau wadah telur juga bisa dijadikan sebagai media untuk menanam bibit tanaman. Hal tersebut bisa dilakukan agar lebih terlindungi dan mudah dipelihara, sebelum dipindahkan ke media tanam yang lebih luas.

  3 penyakit yang kerap diderita hewan ternak

Artikel Terkait

Artikel Lainnya