5 hewan beracun yang ternyata bisa dimanfaatkan untuk pengobatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kalajengking berbulu (ucumari photography/flickr)
Kalajengking berbulu (ucumari photography/flickr)

Banyak orang takut dengan hewan beracun, apalagi beberapa spesies ini memiliki racun yang mematikan. Namun siapa sangka, ternyata ada hewan beracun, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan. Racun yang dimiliki beberapa hewan ini bahkan bisa menyelamatkan manusia.

Ada beberapa obat yang sudah dibuat dengan berbahan dasar racun hewan yang mematikan. Beberapa hewan beracun lain juga tengah diteliti untuk dicari khasiat racunnya agar dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit. Namun banyak yang belum tahu mengenai informasi ini.

Lalu hewan beracun apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai obat? Berikut uraiannya:

1. Kalajengking

Kalajengking berbulu (ucumari photography/flickr)
Kalajengking berbulu (ucumari photography/flickr)

Kalajengking biasanya menggunakan racunnya untuk mematikan mangsanya. Hewan ini memang memiliki sengatan yang sangat mematikan bagi beberapa spesies. Bahkan sengatan ini bisa menyebabkan gagal jantung dan juga paru-paru.

Tetapi pada penelitian terbaru oleh University of Alabama di Birmingham (UAB) telah menemukan penggunaan racun kalajengking yang bisa menjadi obat kanker. Tak hanya itu, racun kalajengking juga mengandung unsur penting untuk pengobatan.

Racun ini juga dapat mengobati beberapa penyakit, seperti penyakit saraf, radang saluran pencernaan hingga radang sendi. Selain itu manfaat racun hewan ini adalah sebagai obat untuk penderita malaria, mencegah kegagalan jantung, obat kanker dan untuk mengatasi rematik.

  Anjing Kintamani, hewan kesayangan masyarakat Bali yang telah diakui dunia

2. Katak beracun

Katak kaca (POSADA DE LOS ANDAKIES Reseva Ecoturística/Flickr)
Katak kaca (POSADA DE LOS ANDAKIES Reseva Ecoturística/Flickr)

Sesuai dengan namanya, katak beracun memang memiliki racun di tubuhnya. Di mana hewan ini bisa melepaskan racun melalui kulitnya. Tentu saja racun ini berfungsi untuk membunuh mangsanya. Bahkan serangan racun ini begitu mematikan.

Namun racun dari hewan yang satu ini bisa digunakan sebagai obat. Di mana racun itulah yang digunakan dalam pembuatan analgesik non-opioid sebagai obat penghilang rasa sakit sintesis serta tidak menyebabkan kecanduan kepada penggunanya.

3. Lebah

Lebah (Amir Hamzah/Flickr)

Hewan yang satu ini dikenal dengan sengatannya yang sangat mematikan. Bahkan beberapa orang cukup kapok bila tersengat dengan hewan yang satu ini. Karena itulah tidak banyak orang yang berani menggangu kawanan hewan ini yang sedang ada di rumahnya.

Namun ternyata, demathology science mengungkap bila sengatan lebah mampu sebagai pengobatan alternatif layaknya akupuntur. Bila biasanya akupuntur menggunakan jarum suntik untuk mengobati, maka lebah juga bisa menggantikan posisi lebah untuk mengobati penyakit tertentu.

4. Ular kobra

Cobra (Anwar siak/flickr)

Reptil yang satu ini cukup ditakuti oleh banyak orang, pasalnya ular mengandung bisa beracun yang mematikan. Bisa pada ular umumnya digunakan ular umumnya digunakan untuk mempertahankan diri dan membunuh mangsanya.

  Soa-soa layar, dinosaurus asal Indonesia yang populasinya terancam

Namun, banyak yang tidak tahu bahwa ular kobra dimanfaatkan sebagai bahan dasar obat. Tak disangka bisa ular kobra ini bisa mengobati penyakit, seperti serangan jantung. Tekanan darah hingga penggumpalan darah, hal itu karena bisa ular bisa membekukan darah di tubuh manusia.

5. Komodo

Komodo, salah satu hewan yang bisa berkembang biak sendiri (Sandi Lesmana/Flickr)

Cara kerja kelenjar bisa komodo berbeda dengan ular. Tidak seperti ular yang beraksi seperti jarum suntik, komodo menggunakan metode yang mengalir keluar. Bisa diperas dari beberapa ‘kantong’ di antara gigi-gigi reptil itu ketika rahangnya menjepit ke bawah mangsanya.

Bisa ini akan bercampur dengan darah mangsa dan mencegah darah itu membeku. Inilah sebabnya mangsa mereka terus mengalami pendarahan setelah serangan terjadi. Meskipun mematikan, sifat antikoagulan dari bisa ini menjadi kunci dalam potensi penggunaan medis.

Zat racun dari komodo bisa diaplikasikan dalam mengobati stroke, serangan jantung, dan emboli paru yang semuanya dapat berakar dari pembekuan darah. Bahkan tidak hanya bisa, darah komodo pun dipercaya bisa menjadi antibiotik dan obat pada masa depan.

  Sejarah Hari Tanpa Emisi dan upaya mudah untuk menguranginya

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya