5 pertanda alam ketika malam ‘lailatul qadar’ datang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Matahari (Lathif /Flickr)
Matahari (Lathif /Flickr)

Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa bagi umat Islam. Setiap Muslim berlomba-lomba menunaikan ibadah, demi mendapatkan ganjaran pahala.

Di bulan Ramadan terdapat satu malam istimewa. Malam itu bernama Lailatul Qadar yang merupakan awal pertama kali ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan firman Allah.

Banyak umat Islam yang berlomba-lomba untuk mendapatkan keberkahan dari malam Lailatur Qadar tersebut. Karena tidak semua bisa mendapatkan momen istimewa tersebut. Namun ada beberapa kondisi alam yang disebut sebagai tanda munculnya malam Lailatul Qadar.

Lalu apa saja ciri alam yang menunjukan turunnya malam Lailatul Qadar? Berikut uraiannya:

1. Langit di malam hari nampak bersih

Malam (Khadija Chughtai/Flickr)
Malam (Khadija Chughtai/Flickr)

Pada malam Lailatul Qadar diyakini bahwa langit akan nampak bersih daripada malam-malam lainnya. Awan pun tidak terlihat, suasana terasa tenang dan sunyi, tidak panas maupun dingin. Bahkan saat itu juga tidak ada hujan meskipun mungkin awan sudah terlihat mendung.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Mu’jam at-Thabari Al-Kabir, Rasulullah bersabda:

  Fenomena badai matahari, apa dampaknya bagi Indonesia?

Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas,” hadis riwayat Ahmad.

2. Matahari tidak menyengat

Matahari (Lathif /Flickr)
Matahari (Lathif /Flickr)

Di malam Lailatul Qadar, matahari tidak terasa menyengat saat terbit. Dikatakan bahwa redupnya matahari disebabkan bahwa para malaikat yang turun, naik, dan bergerak berkelimpahan. Sehingga dengan aktivitas itu, sayap serta tubuh lembut mereka menghalangi sinar matahari.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abud Daud, Rasulullah bersabda:

Dari Ubaiy bin Ka’ab, Rasulullah bersabda, ‘Pagi hari dan malam Lailatul Qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi.”

3. Udara dan angin sekitar terasa tenang

Alam Tidore (Exploreplant/Flickr)
Alam Tidore (Exploreplant/Flickr)

Ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar ditandai dengan udara dan angin yang tenang. Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan tenteram, suhu udaranya tidak terlalu panas dan dingin. Saat pagi matahari terbit dengan sinar lemah berwarna merah.

  Pada 2030, polusi sampah plastik diramalkan naik 2 kali lipat

Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan,” bunyi hadis tersebut.

Ibnu Abbas juga meriwayatkan hadis lain bahwa makna yang sama meski memiliki perbedaan bunyi:

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sejuk tidak panas dan tidak dingin, di pagi harinya cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah,” bunyi hadis tersebut.

Pada kedua hadis tersebut menunjukan bahwa suasana di malam Lailatul Qadar dari malam hari hingga terbitnya sang fajar akan sangat tenang.

4. Terjadi pada malam ganjil

Alquran (Asadun21/Flickr)
Alquran (Asadun21/Flickr)

Malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan, yakni di antara malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29. Para ulama berpendapat bahwa setiap umat Islam yang ingin mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar sebaiknya beribadah dengan tulus dan hanya mengharap keridhaan Allah SWT.

  Apa rahasia unta mampu bertahan hidup di gurun?

Keutamaan malam Lailatul Qadar akan diberikan kepada setiap orang yang terpilih yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Biasanya umat Islam juga akan melakukan itikaf atau menginap di masjid untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar tersebut.

5. Malaikat turun ke bumi

Itikaf (Abdul Rahman Mohamad Gobil/Flickr)
Itikaf (Abdul Rahman Mohamad Gobil/Flickr)

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat akan diutus oleh Allah SWT untuk turun ke bumi dengan membawa ketenangan bagi orang-orang yang beriman. Hal ini ditunjukan kepada umat Islam yang konsisten dalam menjalankan ibadah.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadan dengan berzikir, salat sunah, bersedekah, tadarus Al-Quran, membaca salawat nabi, berdoa, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi momen penting karena hanya didapat satu tahun sekali.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya