Mengapa nyamuk lebih memilih menggigit manusia ketimbang hewan?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Nyamuk (marzuki ibrahim/Flickr)
Nyamuk (marzuki ibrahim/Flickr)

Nyamuk adalah serangga yang suka menggigit, menghisap darah, membuat badan tidak nyaman, dan bisa menyebabkan penyakit. Menurut penelitian dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, nyamuk bisa menyebabkan kematian lebih dari 1 juta orang setiap tahun.

Angka ini lebih tinggi daripada kematian yang diakibatkan oleh hewan lainnya. Sebenarnya hanya nyamuk betina yang menggigit, pasalnya nyamuk betina memerlukan protein dari darah mangsanya untuk perkembangan telurnya.

Lalu mengapa nyamuk lebih sering menganggu manusia? Dan apa semua manusia diganggu oleh nyamuk? Berikut uraiannya :

1. Nyamuk menyerang manusia?

Nyamuk (Dhiyauddin Masud/Flickr)
Nyamuk (Dhiyauddin Masud/Flickr)

Nyamuk awalnya mengisap darah binatang di hutan. Tetapi beberapa jenis nyamuk mengubah seleranya pada ribuan tahun lalu. Mereka justru lebih suka memilih darah manusia. Salah satu nyamuk yang menyukai darah manusia adalah Aedes aegypti.

Konon, nenek moyang nyamuk Aedes aegypti awalnya tinggal di hutan Sahara di Afrika, dan mereka hanya mengigit hewan liar. Akan tetapi, saudara nyamuk Aedes aegypti yang berwarna cokelat muda, yaitu nyamuk Aedes aegypti lebih suka berkembang biak di dalam kendi air dan kebanyakan mereka mengigit manusia.

  3 manusia purba ini diyakini pernah hidup di wilayah Indonesia

Penelitian dari Carolyn S Mcbridge dari The Rockefeller University, New York, pada jurnal Nature (2014) menyebutkan bahwa jenis nyamuk itu lebih menyukai manusia. Penelitian lain menjelaskan bahwa nyamuk pada umumnya bisa mencari mahkluk hidup di sekitarnya melalui jejak karbon dioksida yang dikeluarkan lewat napas.

Nyamuk menggunakan organ yang bernama maxillary palp untuk melacak aroma karbon dioksida. Nyamuk bisa melacaknya hingga jarak 50 meter. Setelah nyamuk mencium aroma karbon dioksida, mereka menggunakan penglihatan dan indra penciumannya untuk menentukan apakah aroma karbon dioksida dari hewan atau manusia.

Sebagian nyamuk lebih tertarik pada aroma bakteri pada keringat manusia. Orang dewasa yang menghasilkan lebih banyak keringat, sehingga lebih sering digigit dibandingkan dengan anak-anak. Namun Aedes aegypti juga bisa membawa berbagai macam penyakit, antara lain chikungunya dan zika.

2. Nyamuk butuh protein

Nyamuk (marzuki ibrahim/Flickr)
Nyamuk (marzuki ibrahim/Flickr)

Disampaikan dr Leonard Nainggolan SpPD-KIPTI, nyamuk membutuhkan protein dalam darah manusia untuk mematangkan telurnya. Bila suhu lingkungan makin tingggi, kata Leonard, nyamuk semakin suka kawin. Siklus hidupnya menjadi lebih pendek dari 7 hari ke 5 hari.

  Menguak kucing batu, hewan 'misterius' yang bersembunyi di hutan Indonesia

Karena suhu tinggi, telur yang menetas akan menghasilkan ukuran nyamuk lebih kecil. Untuk menormalkan ukuran, nyamuk membutuhkan lebih banyak darah manusia. Sehingga ukuran nyamuk yang dirinya lahirkan menjadi lebih besar.

Selain itu, nyamuk juga lebih menyukai aroma tubuh manusia ketimbang hewan. Oleh karena itu, dr Leonard menghimbau agar pakaian kotor diletakkan di tempat yang tertutup agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Jadi walau kita menganggapnya bau badan ternyata justru disukai nyamuk. Makannya, setelah kerja dan ganti baju, pakaian kotor langsung ditaruh di tempat cucian yang tertutup di tempat cucian yang tertutup. Atau kalah mau masih dipakai digantung di lemari yang tertutup,” tambahnya yang disadur dari Suara.

Untuk mewaspadai gigitan nyamuk, dirinya menghimbau agar masyarakat mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk meminamiliir peluang gigitan nyamuk. Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk mencegah genangan air karena disukai nyamuk sebagai tempat perkembangbiakkan telur.

3. Nyamuk memilih korban

Nyamuk (anakayer/Flickr)
Nyamuk (anakayer/Flickr)

Para peneliti mengetahui ada beberapa penyebab 20 persen manusia lebih sering digigit nyamuk. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology pada 2014 menyebutkan bahwa orang bergolongan darah O berisiko dua kali untuk digigit nyamuk dibandingkan golongan darah A.

  Kenali perkutut jawa, burung yang dekat dengan kehidupan manusia

Sementara urutan berikutnya adalah orang dengan golongan darah B. Menurut peneliti, ini karena orang-orang bergolongan darah O dan B lebih sering mengeluarkan sinyal kimia yang menunjukan golongan darah melalui kulit mereka.

Nyamuk juga lebih suka mengigit bagian kaki, bisa jadi penyebabnya karena koloni bakteri yang tinggal di area tersebut. Penelitian pada 2011 menemukan bahwa kaki memiliki beberapa jenis bakteri dalam jumlah besar membuatnya lebih menarik bagi nyamuk. 

Nyamuk lebih memilih target yang baru saja berolahraga. Penyebabnya, nyamuk menemukan target dengan mencium asid laktik, asam urat, ammonia, dan zat-zat lain yang dikeluarkan oleh manusia melalui keringat. Nyamuk juga lebih tertarik pada mangsa yang temperatur tubuhnya yang lebih tinggi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya