Benarkah tanaman bumi bisa tumbuh di tanah bulan?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Arabidopsis thaliana, tanaman yang berhasil tumbuh di tanah bulan (Tyler Jones, UF/IFAS/Handout via REUTERS)

Bulan sebagai satelit alami bumi merupakan salah satu hal di tata surya yang keberadaannya masih penuh misteri. Tak heran jika sejumlah peneliti di bumi hingga detik ini masih terus melakukan penelitian akan berbagai hal yang dimiliki oleh satelit tersebut.

Penelitian dilakukan dari berbagai lapisan yang melingkupi bulan, mulai dari udara, tanah, hingga air. Salah satu tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk membuktikan, apakah di sana juga terdapat kehidupan sesuai karakternya sendiri.

Berpuluh-puluh tahun penelitian yang dimaksud terus berjalan sejak misi pertama pendaratan ke bulan dilakukan. Dalam perjalanannya, ada yang tak membuahkan hasil, namun ada juga yang menghasilkan sebuah penemuan dan eksperimen yang membuahkan penemuan besar.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, kelompok peneliti asal AS berhasil menumbuhkan benih tanaman di tanah asal dari bulan. Bagaimana proses dan hal tersebut bisa terjadi?

1. Gunakan Arabidopsis thaliana

Arabidopsis thaliana, tanaman yang berhasil tumbuh di tanah bulan (Tyler Jones, UF/IFAS/Handout via REUTERS)

Dalam penelitian yang dimaksud, disebutkan bahwa objek tanaman yang digunakan sebagai bahan percobaan adalah Arabidopsis thaliana. Bukan tanaman baru, spesies tersebut merupakan tanaman dari famili Brassicaceae.

Tanaman tersebut selama ini memang dinilai paling sesuai untuk menjadi model studi perkembangan tanaman. Wujudnya sendiri lebih dikenal sebagai benih rumput liar berbunga kecil yang biasa tumbuh di area pasir dan tanah berbatu pinggiran jalan Eropa.

  Fakta bulan yang ternyata semakin menjauh dari bumi

Sementara itu, tanah tanam yang digunakan adalah sampel tanah bulan yang diambil selama misi NASA pada kisaran tahun 1969-1972. Sebelumnya, para peneliti mengungkap bahwa tanah bulan memiliki kandungan partikel yang tajam dan kurang akan bahan organik. Karena itu, mereka tidak mengetahui apakah mungkin benih tanaman akan berkecambah atau dapat tumbuh di tanah bulan.

Anna-Lisa Paul, direktur Pusat Penelitian Bioteknologi Interdisipliner Universitas Florida yang memimpin studi terkait, mengungkap bahwa keberhasian tanaman yang tumbuh di tanah bulan awalnya cukup mengejutkan.

“Ketika kami pertama kali melihat banyak kecambah hijau yang tersebar di semua sampel, kami tercengang.” ujarnya, dalam jurnal Communications Biology, yang dimuat Reuters.

2. Detail pertumbuhan tanaman di tanah bulan

Detail pertumbuhan Arabidopsis thaliana (UF/IFAS/Handout via communications biology journal/nature.com)

Lebih detail disebutkan, bahwa penelitian ini awalnya dilakukan dengan menanam benih Arabidopsis thaliana dalam 12 wadah kecil. Masing-masing wadah memuat satu gram sampel tanah bulan, yang selanjutnya lebih tepat disebut sebagai regolit bulan.

Selain itu, mereka juga melakukan perbandingan dengan melakukan hal yang sama berupa penanaman di tanah bumi. Awalnya, setiap benih dari masing-masing kedua jenis sampel tersebut berhasil berkecambah, dan tidak ada perbedaan pada tahap awal pertumbuhannya.

  Jadi hewan kesayangan Rasulullah, ini dia keistimewaan kucing

Meski tak dimungkiri, beberapa hari setelahnya ada perbedaan yang terlihat. Di mana tanaman yang tumbuh di sampel tanah bulan, punya kemampuan tumbuh kurang baik jika dibandingkan tanaman yang tumbuh di tanah bumi.

“Meskipun tanaman bisa tumbuh, mereka harus bekerja keras secara metabolik untuk melakukannya.” papar Paul.

Lebih detail, disebutkan bahwa benih yang ditanam di tanah bulan tumbuh lebih lambat dan umumnya lebih kecil. Lain itu akarnya juga lebih kerdil dan cenderung menunjukkan sifat stres seperti daun yang lebih kecil, serta warna hitam kemerahan yang tidak khas untuk pertumbuhan tanaman yang sehat.

Setelah sekitar satu minggu pertumbuhan, para peneliti mengeluarkan semua sampel dari wadah karantina. Ragam tanaman tersebut kemudian dibiarkan tumbuh sampai berumur 20 hari untuk selanjutnya diambil bagian daun. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan penelitian dan mengenali aktivitas serta karakter gen yang tumbuh dari hasil penanaman di tanah bulan.

3. Lompatan besar

(Tyler Jones, UF/IFAS/Handout via REUTERS)

Meski masih terdapat sejumlah kekurangan, tapi penemuan ini dianggap sebagai sebuah lompatan besar bagi manusia. Rob Ferl, asisten direktur Pusat Penelitian Bioteknologi Interdisipliner Universitas Florida menyatakan bahwa penemuan ini semakin meningkatkan peluang jika di masa depan, manusia benar-benar bisa mendapatkan sumber kehidupan selain dari bumi.

  Cara leluhur Sunda merawat dan menjaga aliran sungai

“Tanaman tumbuh (di tanah bulan) adalah pencapaian yang mengatakan bahwa kita bisa pergi ke bulan dan menanam makanan kita. Membersihkan udara kita, dan mendaur ulang air kita menggunakan tanaman seperti yang kita gunakan di Bumi.” ujarnya.

Ferl bahkan mengungkap bahwa hal-hal yang sebelumnya mungkin hanya dipandang sebagai cerita fiksi dalam film bergenre sains, bisa saja terjadi secara nyata dalam beberapa waktu yang akan datang.

“Tanaman dapat tumbuh di tanah bulan. Satu pernyataan sederhana itu sangat besar dan membuka pintu untuk eksplorasi masa depan menggunakan sumber daya di bulan.” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya