Cuaca kering singkap jalur jejak kaki dinosaurus terpanjang di dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Jejak kaki dinosaurus (Kompas)

Cuaca kering pada musim panas tahun 2022 telah memunculkan salah satu jejak kaki dinosaurus terpanjang di dunia. Jejak hewan purba ini ditemukan di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Foto-foto menunjukan garis yang terbentuk oleh jejak-jejak kaki sepanjang 30 meter.

Jejak-jejak kaki dinosaurus ini adalah salah satu yang paling utuh di dunia dan praktis tidak mengalami kerusakan berarti sejak ditinggalkan oleh dinosaurus jenis Acrocanthosaurus lebih 100 juta tahun yang lalu.

Lalu bagaimana jejak dinosaurus ini muncul? Dan berapa panjang jejak kaki tersebut? Berikut uraiannya:

1. Jejak kaki dinosaurus

Ilustrasi dinosaurus (Miss Alix/Flickr)

Jejak kaki dinosaurus berhasil ditemukan di Texas, akibat bencana kekeringan parah yang terjadi di sana. Melansir Kompas, bencana kekeringan para ini membuat sungai yang mengalir melalui Taman Negara Bagian Lembah Dinosaurus mengalami kekeringan.

Taman ini terletak di daerah pedalaman barat daya kota Dallas. Diketahui bahwa taman ini dahulunya berada di tepi lautan purba, dan dinosaurus meninggalkan jejak kakinya di lumpur. Akibat kekeringan sungai tersebut, para peneliti malah menemukan jejak dinosaurus yang hidup 113 juta tahun lalu.

  Dahului para ilmuwan, ini 5 fenomena sains yang dijelaskan dalam Alquran

Stephanie Salinas Garcia dari Departemen Taman dan Margasatwa Texas mengatakan cuaca kering membuat jejak itu terlihat. Jejak-jejak dinosaurus di Texas ini disebut-sebut sebagai salah satu jalur dinosaurus terpanjang di dunia.

“Karena kondisi kekeringan yang berlebihan musim panas lalu, sungai benar-benr kering di sebagian besar lokasi, memungkinkan lebih banyak trek ditemukan di taman ini,” kata Garcia.

“Dalam kondisi sungai normal, jalur baru ini berada di bawah air dan biasanya dipenuhi sedimen, membuatnya terkubur dan tidak terlihat,” tambahnya.

2. Jejak Acrocanthosaurus

Dinosaurus (LESZEK LEO LUKASZEWICZ/Flickr)

Jejak-jejak reptil raksasa itu dicurigai para peneliti sebagaian besarnya adalah Acrocanthosaurus. Hal ini diperkirakan beratnya hampir 7 ton atau sekitar 6.350 kilogram saat dewasa dan tingginya mencapai 15 kaki atau sekitar 4,5 meter.

Pengawas taman Jeff Davis menyebut bahwa trek yang baru-baru ini terekspors disebut Lone ranger trackway, milik satu Acrocanthosaurus yang berjalan di jalur itu sekitar 100 kaki. Diperkirakan ada total 140 jejak dari jenis dinosaurus yang satu ini, dengan sekitar 60 sekarang terlihat.

  Niat perluas rumah, pria ini malah temukan fosil dinosaurus

Dinosaurus ini kemungkinan memakan Sauroposedion, spesies lain yang jejaknya juga ditemukan di taman negara bagian itu. Pada masa hidupnya, spesies ini memiliki berat saat dewasa sekitar 44 ton dan tingginya mencapai 60 kaki atau 18.29 meter.

3. Tak bisa bertahan lama

Dinosaurus (aiminku/Flickr)

Jejak-jejak kaki dinosaurus ini adalah salah satu yang paling utuh di dunia dan praktis tidak mengalami kerusakan berarti sejak ditinggalkan oleh dinosaurus jenis Acrocanthosaurus lebih dari 100 juta tahun yang lalu.

Menurut para pakar, lokasi penemuan jejak kaki dinosaurus ini dulunya adalah pinggiran samudra dan diperkirakan spesies ini meninggalkan jejak kaki pada permukaan tanah yang berlumpur. Diyakini jenis dinosaurus ini hanya hidup di Amerika Utara.

Jejak-jejak kaki dinosaurus berusia 113 juta tahun yang bisa dilihat ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama, karena hujan yang turun dalam beberapa waktu ke depan di lokasi Lembah Dinosaurus ini akan membaut jejaknya terendam kembali.

“Sementara mereka (jejak dinosuarus) akan segera terkubur lagi oleh hujan dan sungai, Taman Negara Bagian Lembah Dinosaurus akan terus melindungi jejak berusia 113 juta tahun ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.” jelas Gracia.

  Kisah Nabi Musa membelah laut merah, adakah penjelasan ilmiahnya?

Selain dinosaurus, cuaca ekstrem juga menunjukan kejutan lagi. Beberapa jenazah manusia telah ditemukan di Danau Mead-Waduk terbesar AS- saat permukaan air menurun. Dan di Eropa, surutnya permukaan air telah mengungkapkan “batu kelaparan” yang terukir di garis sungai.

Namun tidak semua kekeringan disebabkan oleh perubahan iklim, tetapi kelebihan panas di atmosfer menarik lebih banyak uap air dari bumi dan memperburuk kekeringan. Dunia pun telah menghangat sekitar 1,2 derajat Celcius sejak era industri dimulai.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya