Dahului para ilmuwan, ini 5 fenomena sains yang dijelaskan dalam Alquran

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Big Bang (Isabel/Flickr)
Big Bang (Isabel/Flickr)

Sampai detik ini, Alquran terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan. Selalu ada pengetahuan baru yang dapat diambil darinya.

Isi Alquran memang tidak hanya berisi tentang tata cara beribadah dan Ketuhanan, melainkan kandungan banyak ilmu dan hikmah di dalamnya.

Seiring ilmu pengetahuan kian berkembang, semakin banyak pula fakta sains yang terungkap di dalam Alquran. Fenomena-fenomena ini terjadi di alam dan tertulis di dalam Alquran.

Hal ini seperti membuktikan bahwa kitab suci ini bukan karangan manusia, melainkan firman Allah yang kebenarannya tak diragukan.

Lalu apa saja fenomena alam di dalam Alquran? Berikut uraiannya:

1. Pertemuan dua laut yang airnya tidak menyatu

Bangunan di atas laut pulau derawan (Tamas Brunner/Flickr)

Di dalam Alquran ada penjelasan bahwa ada dua laut yang sering bertemu namun di antaranya memiliki batasan. Ini terjadi di Selat Gibraltar yang menghubungkan Lautan mediterania dan Samudra Atlantik. Kedua laut itu menunjukan sifat berbeda walaupun berdampingan, hal tersebut sangat mengherankan.

Menurut para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi karena air laut dari Samudra Atlantik dan dari Laut Mediterania memiliki karakteristik yang berbeda, dilihat dari suhu air, kadar garam, dan kerapatan. Fenomena ini pun sudah dijelaskan dalam Alquran pada surah Ar-Rahmah ayat 19-20.

  Tanpa sadar, kita meminum air yang tercemar tinja

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampui masing-masing.”

2. Api di dasar laut

Api dalam laut (Tom Schwabel/Flickr)
Api dalam laut (Tom Schwabel/Flickr)

Fakta api di dasar laut memang benar adanya. Hal ini terbukti dengan meletusnya gunung berapi aktif dalam laut beberapa waktu lalu, yaitu Hunga Tonga Hunga Ha’apai di perairan Pasifik. Letusan itu menyebabkan tsunami di beberapa negara.

Selain itu penelitian ilmiah pun dilakukan pada 1990-an oleh tiga ilmuwan yaitu Yuri Bagdanov dan Anatol Sbagovich yang berasal dari Rusia, serta Rona Clint seorang peneliti dari Amerika Serikat. Mereka berhasil menemukan fenomena api di dasar laut.

Mereka meneliti kerak bumi dan patahannya di dasar laut lepas pantai Miami. Mereka kemudian menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius. Fakta sains ini disebutkan dalam Alquran surah At-Tur ayat 6:

Dan laut yang di dalam tanahnya ada api.”

3. Garis edar tata surya

Galaxi ({...}/Flickr)
Galaxi ({…}/Flickr)

Bedasarkan ilmu astronomi modern, matahari memiliki garis edar dengan kecepatan sekitar 720000 km per jam. Garis edar tersebut menuju ke arah bintang Vega dan ini disebut dengan garis edar Solar Apex.

  Ternyata selama ini hanya nyamuk betina yang menghisap darah manusia

Semua itu beredar sesuai perhitungan yang teliti dan sudah berlangsung jutaan tahun lebih sejak terjadinya Bing Bang.

Para ilmuwan juga pernah menemukan adanya pertemuan antara dua buah galaksi yang tidak menyebabkan bintang di dalamnya saling bertabrakan.

Kedua galaksi tersebut justru menyatu beserta dengan isi-isinya. Fenomena ini juga telah dijelaskan dalam Alquran surah Al-Anbiya ayat 33.

Dan dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

4. Ledakan raksasa (Bing Bang)

Galaksi (Web Dizzy/Flickr)
Galaksi (Web Dizzy/Flickr)

Bing Bang diyakini sebagai peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Teori ini didasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.

Bedasarkan teori ini, alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, lalu mengembang secara terus-menerus hingga sekarang.

Dalam Tafsir al Misbah, disebutkan langit dan bumi tadinya merupakan gumpalan yang terpadu. Hujan tidak turun dan bumi pun tidak ditumbuhi pepohonan.

Kemudian Allah membelah langit dan bumi dengan jalan menurunkan hujan dari langit dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di Bumi. Peristiwa ini disampaikan Alquran dalam surah Al-Anbiya ayat 30.

  Menelisik sebab, mengapa rumah kayu sederhana di Lombok bisa tahan gempa

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya, Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?

5. Sungai di dasar laut

Sungai Gangga ( Ya, saya inBaliTimur/Flickr)
Sungai Gangga ( Ya, saya inBaliTimur/Flickr)

Ilmuwan asal Prancis, Jacques Yves Cousteau menemukan fenomena sungai di dasar laut. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai lapisan hidrogen sulfida, karena air yang mengalir di sungai dasar laut ini memilki rasa air tawar. Hal ini juga dijelaskan dalam Alquran surah Al-Furqan ayat 53:

Dan dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.”

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya