Deretan 5 buku ini bisa ubah sudut pandang kita terhadap lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi buku dan lingkungan (Karolina Grabowska/Pexels)

Ada ragam cara yang dilakukan para pegiat atau aktivis lingkungan, untuk mengajak banyak orang agar memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan. Mulai dari aksi bersih-bersih, kampanye di media sosial, sampai bercerita lewat sebuah buku.

Biasanya, apa yang dimuat dalam sebuah buku bertemakan lingkungan menggambarkan langsung kondisi atau pengalaman yang telah dilalui pengarangnya. Cara ini juga dinilai dapat memengaruhi pola pikir mereka yang gemar membaca, tapi belum memiliki kesadaran cukup akan pelestarian lingkungan.

Lalu apa saja deretan buku bertemakan lingkungan yang sekiranya bisa membantu kita membuka sudut pandang yang baru? Berikut daftarnya.

1. Zero Waste Adventure

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Siska Nirmala (@zerowasteadventure)

Sebelum menjadi sebuah buku, sebenarnya nama ini merujuk kepada suatu gaya hidup ramah lingkungan yang dipopulerkan oleh Siska Nirmala. Siska dulunya berprofesi sebagai jurnalis, namun kini lebih aktif sebagai penulis sekaligus pegiat aktivitas petualangan ramah lingkungan.

Melalui akun instagram @zerowasteadventure, Siska kerap membagikan kampanye aktivitas menikmati alam seperti mendaki gunung, namun dengan prinsip nol sampah.

Menerbitkan sebuah buku dengan judul yang sama. Dalam buku tersebut Siska membagikan cerita mengenai dirinya saat mempraktikkan zero waste adventure saat mendaki lima gunung. Petualangan tersebut ia namakan ekspedisi nol sampah.

  Mengungkap misteri teleportasi pada zaman Nabi Sulaiman

Selain itu, di buku yang sama dia juga membagikan cerita mengenai bagaimana dirinya menjalankan praktik memerangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Seperti melakukan kegiatan kompos di rumah, dan mendaur ulang berbagai wadah kemasan menjadi barang yang masih atau lebih berguna.

2. How to Give Up Plastic

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Jen Gale (@sustainableish)

Buku satu ini dikarang oleh seorang pria bernama Will McCallum, aktivis sekaligus kepala pemerhati kelautan dari Greenpeace Inggris.

Lewat buku How to Give Up Plastic, Will membagikan panduan secara jelas mengenai bagaimana cara yang bisa dilakukan, untuk hidup dengan mengurangi konsumsi barang yang dapat berpotensi menjadi sampah plastik.

Lebih detail, Will dalam bukunya menjabarkan mengenai cara mengenali barang-barang plastik sekali pakai. Lain itu dia juga menyarankan alternatif pilihan bebas plastik dan lebih berkelanjutan untuk setiap barang.

Beberapa cara yang dijelaskan oleh Will dalam bukunya terdiri dari upaya membawa sedotan yang dapat digunakan kembali, membersihkan serat mikro saat hendak mencuci pakaian, dan masih banyak lagi.

3. Buku lingkungan novel “Anak seri Mata”

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Okky Madasari (@okkymadasari)

Jika kedua buku sebelumnya dinilai terlalu berat dan hanya diperuntukkan bagi orang-orang dewasa, lain halnya dengan seri buku satu ini. Mengapa seri? Karena memang buku yang dikarang oleh Okky Madasari ini terdiri lebih dari satu edisi.

  Ini 5 kondisi mengerikan yang terjadi jika bumi berputar cepat

Okky mengajak pembaca yang bisa berasal dari berbagai kalangan terutama anak-anak, untuk berpetualang ke berbagai daerah di Indonesia. Di dalam buku tersebut, Okky menggambarkan keanekaragaman hayati dan kultur budaya yang berbeda di Indonesia. Lain itu, buku ini juga menuliskan pesan kepada pembaca untuk berhenti melakukan eksploitasi terhadap alam secara berlebih.

Hingga saat ini, ada sebanyak empat buku rangkaian yang masing-masing judulnya terdiri dari: Mata di Tanah Melus, Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Mata dan Manusia Laut, serta Mata dan Nyala Api Purba.

Lewat hadirnya buku ini, kesadaran akan lingkungan bisa ditanamkan ke setiap orang di Indonesia sejak dini lewat membaca keseluruhan seri Novel Anak Seri Mata.

4. Buku lingkungan: Enjoy Life With Eco-Life

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Darhamsyah Jamaluddin (@darhamsyahjamaluddin)

Jika dua buku pertama menyasar pembaca umum, dan buku ketiga dikhususkan untuk edukasi lingkungan bagi anak-anak. Buku Enjoy Life With Eco-Life karangan Darhamsyah ini disebut secara khusus menyasar kalangan milenial.

  5 pertanda alam ketika malam 'lailatul qadar' datang

Bukan nama yang asing, Darhamsyah sendiri dikenal sebagai salah satu sosok di balik instansi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutaan (KLHK). Lewat buku yang ia terbitkan pada tahun 2019, Darhamsyah membahas tentang lingkungan hidup dengan perspektif kecerdasan lingkungan yang lebih ringan.

Lewat buku tersebut, ia menyuguhkan berbagai upaya yang bisa dilakukan agar hidup kembali bersahabat dengan lingkungan. Selain itu, ia juga mengungkap rahasia yang memicu kekuatan pikiran bawah sadar untuk menembus kepedulian terhadap lingkungan.

5. No More Plastic

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Anna – Bookisfaction (@bookisfaction)

Tidak seperti buku-buku sebelumnya, buku karangan Martin Dorey ini disebut sebagai buku kecil bukan hanya karena wujudnya, melainkan isi yang dianggap lebih ringan. Sekadar informasi, Martin Dorey sendiri dikenal sebagai pakar plastik. Dirinya telah telah berupaya menyelamatkan pantai dari plastik selama bertahun-tahun.

Dengan mengedepankan slogan #2minutessolution, buku tersebut memuat apa saja kiat praktis dan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi platsik. Selain itu, ia juga populer sebagai penggagas Beach Clean Foundation, dan selalu melakukan seruan global #2minutebeachclean.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya