Ilmuwan barat mengakui manfaat puasa bagi kesehatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kuliner berbuka puasa (Badan Informasi Publik Kementerian Kominfo/Flickr)
Kuliner berbuka puasa (Badan Informasi Publik Kementerian Kominfo/Flickr)

Seluruh umat Muslim di dunia diwajibkan untuk menjalani puasa selama sebulan penuh. Tidak hanya sebagai jalan ibadah, berpuasa selama bulan Ramadan ternyata juga memiliki banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah.

Manfaat puasa bagi kesehatan juga diakui oleh sejumlah ilmuwan barat. Puasa telah banyak digunakan sebagai terapi pada penyakit epilepsi, jantung, dan saraf. Ritual puasa juga tidak hanya dilakukan oleh umat Islam dalam agama lain hal ini juga dilakukan.

Lalu bagaimana manfaat dari puasa? Dan apa manfaatnya bagi tubuh? Berikut uraiannya:

1. Perintah puasa

Puasa (Muhamad Akmal/Flickr)
Puasa (Muhamad Akmal/Flickr)

Al Baqarah ini merupakan surat kedua dalam mushaf Alquran yang terdiri dari 286 ayat. Al Baqarah memiliki arti Sapi Betina. Surat ini diturunkan di Kota Madinah, sehingga tergolong surat Madaniyah. Surat Al Baqarah ayat 183 berisi tentang dalil kewajiban untuk berpuasa.

Wahai orang-orang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Surat Al Baqarah ayat 183 di atas menjelaskan tentang perintah untuk berpuasa. Dalam bahasa Arab, puasa berasal dari kata shaum atau shiyam yang artinya menahan. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dengan cara-cara yang khusus.

  Melihat kebiasaan kucing makan rumput, benarkah untuk kesehatan?

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag), kewajiban puasa dalam ayat di atas dilakukan untuk mendidik jawa, mengendalikan syahwat, dan menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan. Puasa juga dilakukan agar manusia senantiasa bertakwa dengan melaksanakan perintah.

Orang yang beriman akan patuh melaksanakan perintah berpuasa dengan sepenuh hari, karena dia mereka kebutuhan jasmaniah dan rohaniah adalah dua unsur pokok bagi kehidupan manusia yang harus dikembangkan dengan bermacam-macam latihan, agar dapat dimanfaatkan untuk ketentraman hidup yang bahagia di dunia dan akhirat,” bunyi tafsir Kemenag.

2. Puasa dalam agama lain?

Puasa (Faizal Khalid/Flickr)
Puasa (Faizal Khalid/Flickr)

Andres Moller, peneliti agama asal Swedia dalam bukunya Ramadan in Java: The Joy and Jihad of Ritual Fasting (2005), menyebut bahwa puasa juga ada dalam tradisi Yahudi, Katolik, Kristen, dan agama-agama India. Dalam tradisi Yahudi, hanya terdapat satu hari untuk berpuasa.

Selain itu, umat Yahudi juga dapat berpuasa secara individual atau pribadi. Misalnya, kedua mempelai dapat berpuasa pada hari pernikahan mereka. Orang-orang Yahudi yang soleh juga dapat berpuasa setiap hari Senin dan Kamis (sheni va-hamish).

  Asam jawa, tanaman asal Afrika yang jadi obat tradisional Nusantara

Sementara umat Kristiani pada umumnya beranggapan bahwa Isa al-Masih (Yesus Kristus) tidak secara tegas menentukan masalah puasa. Dengan begitu hal-hal ini diserahkan kepada gereja. Tetapi sebagian umat biasanya berpuasa pada hari Rabu dan Jumat dalam minggu Paskah.

Moller juga mengisahkan bahwa Siddharta Gautama pun kerap berpuasa saat dia sedang mencari Jalan Budha. Gautama berpendapat bahwa orang-orang seharusnya tidak makan dan minum secara berlebihan. Kebijaksanaan ini secara khusus berlaku bagi para biarawan.

Agama Hindu dan Jain, di lain pihak, mengenal beberapa saat ketika para penganutnya dianjurkan berpuasa. Umat Hindu dan Jain yang sekaligus orang pertapa dapat berpuasa ketika melakukan ziarah dan juga ketika diadakan berbagai festival keagamaan.

3. Manfaat bagi kesehatan

Terawih (cikgueaizan/Flickr)
Terawih (cikgueaizan/Flickr)

Manfaat puasa telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dengan dibantu tim ahli gizi instalasi Gizi RSCM Jakarta pada tahun 2013. Hasil penelitian membuktikan puasa Ramadan dapat mengurangi di lemak di dalam tubuh.

  Fenomena 5 planet sejajar akan terjadi, apa dampaknya?

“Selama Ramadan ternyata terjadi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, kecuali massa protein tubuh. Begitu pula pada rasio pinggang dan pinggul terjadi penurunan,” kata Dr Ari Fahrial Syam, ketua tim peneliti.

Sementara iu penelitian yang dilakukan oleh keluarga Buchinger Wilhelmi selama 100 tahun menunjukan bahwa puasa sangat baik untuk kesehatan. Berpuasa pada ramadan ternyata memiliki banyak manfaat dan menyehatkan jasmani maupun rohani. Bahkan, berpuasa sangat menyehatkan bagi semua umur.

“Bukan hanya bagi orang dewasa saja, tetapi juga bagi anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan semua orang yang mau melakukannya,” kata Dr Agus Ujianto, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Perdigti).

Dirinya menyebut banyak penelitian di dalam maupun luar negeri yang telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan. Menurutnya kesehatan yang didapatkan pada orang yang berpuasa tidak hanya secara fisik, juga sehat secara mental dan sosial.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya