Ini 5 kondisi mengerikan yang terjadi jika bumi berputar cepat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi bumi (Britt601/Flickr)

Sebagai satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di tata surya bahkan dunia, Bumi masih penuh akan misteri yang menarik untuk disimak. Salah satu hal yang menarik dari bumi adalah fakta jika planet ini melakukan gerakan berputar para porosnya.

Perputaran Bumi menyebabkan berbagai fenomena alam seperti gerhana, siklus hari siang-malam, pasang surut, dan masih banyak lagi. Semua itu bisa terjadi karena Bumi berputar pada porosnya mengelilingi matahari selama 24 jam sehari.

Tapi yang menjadi pertanyaan akhir-akhir ini, adalah fakta mengenai kemungkinan bumi bisa berputar lebih cepat atau lambat dari biasanya. Apa yang akan terjadi dengan kehidupan di dalamnya jika Bumi berputar lebih cepat dari biasa? Berikut penjelasan yang dikutip dari IDN Times.

1. Perubahan panjang dan banyaknya hari

ilustrasi perubahan hari karena bumi berputar cepat (Chris McC_77/flickr)

Jika bumi berputar lebih cepat, otomatis waktu siang dan malam akan menjadi lebih pendek. Hal tersebut menyebabkan pergantian hari akan terjadi lebih cepat, dan jumlahnya juga akan bertambah banyak dalam setahun.

Sementara itu panjang atau pendeknya tahun tidak akan berubah karena revolusi Bumi mengelilingi matahari tetap berjalan selama 365 hari. Apa dampaknya jika siang dan malam terjadi dengan begitu cepat?

  Mengungkap misteri teleportasi pada zaman Nabi Sulaiman

Yang paling terasa bagi kehidupan manusia adalah jetlag atau gangguan penyesuaian waktu tidur. Yang dirasakan akan berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari. Lain itu, panjang hari yang berubah juga akan mempengaruhi pola kehidupan tumbuhan dan hewan yang ada di Bumi.

2. Bumi kehilangan gravitasi

Ilustrasi hilangnya gravitasi (European Space AgencyFollow/Flickr)

Saat berputar Bumi memiliki gaya sentrifugal yang dapat melemparkan makhluk hidup di dalamnya ke ruang angkasa. Perumpamaan tersebut dapat dianalogikan jika kita menaiki komidi putar yang berputar dengan cepat.

Beruntung, gaya gravitasi yang ada di Bumi saat ini cukup kuat untuk membuat penghuni Bumi dapat hidup dengan nyaman.

Namun hal berbeda akan terjadi jika Bumi berputar jauh lebih cepat dari biasa, gaya sentrifugal akan menjadi lebih kuat. Hal tersebut yang membuat gravitasi Bumi akan berkurang bahkan menghilang.

Sehingga kondisi terburuknya jika Bumi berputar secara ekstrem dan gravitasi tidak dapat mengimbanginya, maka semua yang ada di Bumi akan terlempar ke ruang angkasa.

  Memahami bagaimana kondisi lapisan ozon bumi saat ini

3. Khatulistiwa mengalami banjir besar

Ilustrasi banjir (mallets78/flickr)

Garis Khatulistiwa adalah garis imajinasi yang berada di tengah-tengah planet Bumi, dan terletak di antara dua kutub yang paralel terhadap poros rotasi planet.

Masih akibat gaya sentrifugal, jika Bumi berputar cepat pergerakan tersebut akan menyebabkan semua air di lautan tertarik ke tengah titik Bumi. Bisa diperkirakan, semua negara atau daratan yang ada di garis khatulistiwa otomatis akan terendam oleh air, termasuk Indonesia.

Mungkin saja ada beberapa wilayah yang mungkin aman dari ancaman tenggelamnya air, yakni pada wilayah dataran tinggi. Misalnya puncak tertinggi gunung Andes, dan gunung yang berada di titik garis khatulistiwa.

4. Air di kutub berkurang

Ilustrasi kutub (Margarita Cabre/flickr)

Masih berkaitan dengan fenomena sebelumnya, ketika Bumi berputar dengan cepat, semua air bisa tertarik ke poros tengah yakni garis khatulistiwa. Hal tersebut yang membuat permukaan atau keberadaan air di wilayah lain berkurang. Salah satunya dua wilayah kutub.

Baik kutub utara dan kutub selatan kemungkinan mengalami kekeringan atau permukaan air menjadi lebih dangkal. Hal tersebut juga yang memungkinkan penduduk Bumi di belahan khatulistiwa nantinya akan sebisa mungkin beralih ke wilayah kutub untuk menghindari ancaman tenggelam.

  3 fakta unik bumi yang tak banyak diketahui

5. Gempa bumi tak biasa

Dalam siklus perputaran normal, lempeng Bumi sebenarnya sudah umum mengalami pergerakan. Apalagi jika ditambah dengan kondisi perpuataran yang lebih cepat.

Hal tersebut yang akan menyebabkan beberapa kondisi seperti daerah kutub yang semakin datar, namun permukaan semakin menggembung di sekitar khatulistiwa.

Akibat adanya perputaran itu pula, bukan tidak mungkin seluruh Bumi akan mengalami gempa yang sangat besar. Hal tersebut lantaran lempeng di lapisan tektonik akan bergerak cepat dan menimbulkan bencana di seluruh planet.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya