Memahami bagaimana kondisi lapisan ozon bumi saat ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi (** [ Im@ges in L ]/flickr)

Pada tanggal 16 September kemarin diperingati sebagai Hari Ozon Sedunia. Menilik sejarahnya, peringatan ini dilatarbelakangi oleh penemuan kerusakan atau munculnya lubang di lapisan ozon Bumi.

Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh dua faktor utama, yakni emisi karbon dan penggunaan peralatan elektronik yang menghasilkan senyawa kimia Chlorofluorocarbon (CFC). Pertama kali diketahui kejadiannya pada akhir tahun 1970, akhirnya di tahun 1985 muncul Vienna Convention for the Protection of the Ozone Layer, atau Konvensi Wina untuk Perlindungan Lapisan Ozon.

Total ada sebanyak 28 negara yang awalnya terlibat dalam penandatanganan program pemulihan ini pada tahun 1987. Indonesia baru mulai bergabung tujuh tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1992 yang menyusul bersamaan dengan berbagai negara lainnya.

Keberadaan Hari Lapisan Ozon (World Ozone Day) yang diperingati setiap tahun nyatanya diharapkan dapat menyebarluaskan kesadaran bagi semua orang yang hidup di muka bumi, tentang masalah penipisan ozon agar dapat bersama-sama menjaga kelestariannya.

Memangnya, seperti apa kondisi ozon bumi saat ini?

  5 hewan beracun yang ternyata bisa dimanfaatkan untuk pengobatan

1. Mengenal ozon

Ilustrasi lubang ozon (Colin Gould/flickr)

Ozon adalah senyawa gas yang tidak berwarna, yang berada di lapisan stratosfer antara ketinggian 15-30 kilometer di atas bumi

Secara kimiawi, gas ozon sebenarnya sangat reaktif, senyawa satu ini mudah bereaksi dengan banyak zat lain. Apabila ada di dekat permukaan bumi, reaksi tersebut menyebabkan kerusakan pada karet, merusak kehidupan tanaman, dan merusak jaringan paru-paru manusia.

Namun, fungsi besar dimiliki jika ozon berada di tempat semestinya yakni di lapisan stratosfer. Di mana ozon dapat menyerap komponen berbahaya dari sinar matahari, yang dikenal sebagai “ultraviolet B”, atau “UV-B”.

Jauh di atas permukaan, bahkan di atas sistem cuaca, lapisan tipis gas ozon menyerap UV-B dan melindungi makhluk hidup di bawahnya. Lapisan ozon melindungi manusia dan makhluk hidup lainnya dari radiasi ultraviolet matahari yang berbahaya.

Karena itu, tak heran jika penipisan lapisan ozon yang terjadi dapat berdampak serius pada kesehatan manusia dan lingkungan.

2. Fakta menipisnya lapisan ozon

Seperti yang telah disebutkan, kejadian menipisnya ozon dimulai saat peradaban manusia berhasil melakukan berbagai penemuan barang elektronik, terutama kulkas, AC, dan sebagainya.

  Fakta bulan yang ternyata semakin menjauh dari bumi

Rusaknya lapisan ozon yang dimiliki bumi terdeteksi setelah Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), melalui salah satu programnya yaitu Global Ozone Observing System melaporkan bahwa telah muncul berbagai lubang di lapisan pelindung bumi ini.

Permasalahan tersebut diperkuat, setelah kelompok peneliti lainnya dari Inggris yaitu British Antartic Survey (BAS) pada tahun 1974 mengumumkan, bahwa ozon di atas wilayah Antartika telah mengalami penipisan sebanyak 30 hingga 40 persen dari ketebalan yang ada.

Kemudian, mulai tahun 1980-an kondisi semakin memburuk dengan adanya penipisan ozon sebanyak 60 persen dibandingkan kondisi semula.

3. Kondisi terbaru dan upaya pemulihannya

Gambaran lubang ozone dari tahun ke tahun (via .eea.europa.eu)

Kabar baiknya, secara keseluruhan lubang ozon telah menunjukkan tanda-tanda penyembuhan sejak tahun 2000. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan penghapusan zat perusak ozon di bawah Protokol Montreal.

Salah satu kebijakan yang dimaksud adalah keharusan produsen peralatan elektronik dunia untuk membuat produk yang sama sekali tidak menghasilkan senyawa CFC. Pada saat yang sama, luasnya lubang ozon sangat didorong oleh suhu stratosfer. Di mana pendinginan suhu stratosfer memiliki efek positif pada pemulihan ozon.

  5 pertanda alam ketika malam 'lailatul qadar' datang

Namun, bukan berarti ‘PR’ memulihkan ozon sudah selesai, karena nyatanya lubang bisa kembali muncul akibat dampak berbagai fenomena dan bencana alam. Bencana alam merusak ozon yang dimaksud salah satunya letusan gunung berapi.

Di Indonesia sendiri, upaya untuk berkonstribusi memerangi perusakan lapisan ozon juga dilakukan dengan menghapus penggunaan Bahan Perusak Lapisan Ozon (BPO. Gerakan ini tercatat sudah dilakukan sejak tahun 2007, salah satunya dengan mengurangi peredaran barang-barang yang mengandung BPO di kalangan masyarakat.

Sebagai gantinya, mulai banyak bermunculan alat atau perabot elektronik non-CFC yang saat ini sudah banyak digunakan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya