Mencermati 5 fenomena alam yang bisa picu kebakaran hutan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi kebakaran hutan (news.sky.com)

Kebakaran hutan jadi salah satu bencana yang bisa dibilang jadi malapetaka bagi lingkungan. Karena nyatanya, dampak yang ditimbulkan bukan hanya berupa kerusakan di satu sisi, tapi juga kerusakan bagi kehidupan makhluk lainnya.

Sebagai gambaran, kebakaran hutan yang terjadi bisa menyebabkan hilangnya jutaan pohon yang selama ini berperan sebagai penyerap karbon. Alih-alih menyerap karbon, bencana tersebut justru menciptakan karbon dalam jumlah besar yang dapat membuat lapisan ozon semakin menipis.

Kemudian dari segi makhluk hidup, bencana ini juga bisa menyebabkan hilangnya habitat jutaan spesies hewan, bahkan yang berstatus terancam. Lebih lanjut dampat kekeringan yang muncul setelahnya juga bisa menghilangkan air di dalam tanah, sehingga membuat lahan menjadi tandus.

Di sisi lain, kebakaran hutan nyatanya tak selalu disebabkan secara sengaja oleh manusia. Nyatanya, ada beberapa fenomena alam yang bisa membuat bencana ini terjadi. Apa saja fenomena alam yang dimaksud? Berikut di antaranya:

1. Kemarau panjang

Ilustrasi kemarau (Jan Diamond/Flickr)

Tanpa diciptakan secara sengaja, nyatanya kobaran api juga bisa muncul akibat suhu udara yang panas akibat kondisi kemarau berkepanjangan. Suhu yang panas bisa menimbulkan percikan api ketika daun-daun kering berjatuhan dan bergesekan di hutan.

  Sirine Sirita dan upaya mitigasi tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa

Bukan hanya daun kering, biasanya percikan api juga bisa tercipta atau menjadi semakin besar karena banyak material yang mudah terbakar. Beberapa material yang dimaksud di antaranya ranting dan kayu-kayu kecil.

Belum lagi, jika di hutan tertentu terdapat tumpukan sampah manusia seperti plastik yang membuat kobaran api dapat terbentuk semakin besar.

2. Sambaran petir

Ilustrasi (Jeremy Perez/flickr)

Tidak selalu di musim panas, api nyatanya juga bisa muncul ketika cuaca sedang dilingkupi langit mendung yang disertai petir. Di saat bersamaan, nyatanya kondisi ini yang terjadi di 90 persen hutan boreal di kawasan Kanada bagian utara dan Alaska.

Mengutip sumber lain, disebutkan bahwa satu sambaran petir dapat mengirimkan ratusan juta volt listrik yang berbahaya.  Saat menyambar suatu objek, sambaran petir dapat membuat percikan api.

Potensi terjadinya kebakaran bisa semakin besar, jika percikan api mengenai objek yang mudah terbakar. Tentu, beberapa objek yang dimaksud juga masih seputar daun kering dan ranting pohon itu sendiri.

3. Endapan batu bara di bawah tanah

Tambang batu bara di hutan (Will Jordan/Flickr)

Selain tanah di permukaan, di beberapa wilayah biasanya terdapat lapisan lain berupa endapan batu bara. Lapisan tersebut yang biasanya ditambang dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.

  Serupa tapi tak sama, mengenal perbedaan antara kambing dan domba

Tapi di sisi lain, aktivitas penambangan batu bara tak sedikit yang lokasinya berada di dekat atau sekitar hutan. Sehingga pada kondisi tertentu, ketika ada aktivitas penambangan tak jarang memicu bara yang terkabar dan merambat ke lingkungan di sekitarnya, termasuk hutan.

Contoh kondisi seperti ini yang nyatanya sering terjadi di berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia. Faktor lain yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi adalah permukaan tanah pada lapisan batu bara mengering dan air yang terkandung di dalamnya menipis.

4. Pergesekan bambu

Hutan bambu (The Multistakeholder Forestry Programme/flickr)

Bukan hanya hutan lindung dalam skala besar, tak jarang kebakaran hutan juga sering terjadi di area hutan bambu dekat pemukiman. Bukan tanpa alasan, bambu sendiri selama ini dikenal memiliki wujud batang kayu yang mudah terbakar.

Tak jarang batang pohon bambu bergesakan satu sama lain, dan hal tersebut yang memicu percikan api. Bukan hanya itu, disebutkan bahwa sejatinya api yang lama terperangkap di antara celah pohon bambu ternyata memiliki sifat yang dapat menimbulkan ledakan api hebat.

  Menguak kucing batu, hewan 'misterius' yang bersembunyi di hutan Indonesia

5. Aktivitas gunung berapi

Lava yang membakar hutan (Picture Perfect Vacations/flickr)

Indonesia jadi salah stau negara  yang perlu waspada akan penyebab satu ini, karena nyatanya wilayah geografi negara kita dilingkupi dengan garis cincin api.

Prosesnya dapat terjadi dengan cara yang sederhana untuk dipahami. Kebakaran akibat fenomena satu ini dapat bermula dari lava (lelehan batu yang berwarna seperti api) yang keluar dari gunung berapi.

Setelahnya, lava dengan suhu tinggi tersebut akan membakar hutan di wilayah sekitar. Fenomena satu ini yang disebutkan sering terjadi di beberapa negara, salah satunya Hawaii.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya