Mengenal oarfish, benarkah kemunculannya jadi pertanda bencana?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Oarfish (darrellrae/Flickr)

Ada banyak pengetahuan tersirat mengenai perilaku hewan di alam yang tak biasa dan kerap dikaitkan dengan tanda akan terjadinya bencana alam. Salah satu jenis hewan yang dimaksud adalah oarfish.

Di darat dan udara, ada beberapa contoh perilaku hewan yang kerap dikaitkan dengan bencana. Misalnya perpindahan tak biasa dari segerombolan burung yang menandakan bencana angin topan dan sejenisnya. Ada juga sekelompok hewan hutan gunung yang turun ke pemukiman dan dipercaya sebagai pertanda gunung meletus.

Lain itu ada pula perilaku sejumlah hewan peliharaan yang tak mau keluar rumah, hingga satwa liar yang berlindung ke bukit karena mencari perlindungan dari bencana gempa bumi.

Lalu apa hewan yang selama ini dianggap sebagai pertanda akan datangnnya becanda di habitat laut? Oarfish salah satu jawabannya.

1. Mengenal oarfish

Oarfish
(badruzzamakhan15/flickr)

Dikenal dengan nama ikan oar di Indonesia, oarfish adalah salah satu jenis hewan laut yang identik dengan bentuk tubuh cukup panjang.

Panjang tubuh oarfish bervariasi di setiap kemunculan dan penemuannya, ada yang berukuran sekitar empat sampai lima meter. Namun, oarfish terpanjang nyatanya ada yang tumbuh mencapai 17-18 meter. Sementara bobot maksimal dari ikan ini sendiri dapat mencapai 270 kilometer.

  Pentingnya memahami upaya mitigasi bencana secara mandiri

Dengan bentuknya yang panjang itu, sirip oarfish juga ada di sepanjang tubuhnya dari ujung kepala sampai ekor paling ujung. Di saat bersamaan itu pula, oarfish menjadi ikan dengan rangkaian tulang terpanjang yang pernah ditemui di dunia.

Bicara soal penyebaran, jenis ikan satu ini terutama setiap subspesiesnya tersebar secara menyeluruh di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, spesies yang kerap ditemukan adalah Regalecus glesne atau dikenal juga dengan sebutan ikan Raja Herring.

Oarfish diketahui tinggal di kawasan laut dalam yakni hingga kedalaman 1.000 meter, dan bertahan hidup dengan memangsa plankton atau mahluk lebih kecil lainnya.

Fakta lainnya daging oarfish juga tidak lazim dikonsumsi karena memiliki tekstur kenyal seperti jeli atau ubur-ubur.

2. Pandangan pertanda bencana besar

Gempa bumi yang diikuti tsunami Jepang (Vyacheslav Zagoruy/flickr)

Menyorot soal kemunculannya yang dipercaya sebagai pertanda terjadinya bencana, jenis bencana yang dimaksud adalah gempa laut bahkan tsunami. Sebelumnya disebutkan, bahwa jenis ikan satu ini tinggal di kawasan laut dalam.

Dijelaskan bahwa oarfish saat sensitif terhadap perubahan kondisi di laut dalam. Kondisi yang dimaksud mulai dari perubahan suhu, arus air, hingga pergerakan lempeng di dasar laut.

  Banjir Sangatta mulai surut, SalamAid galang bantuan sandang dan pangan

Karena itu, disebutkan bahwa jika oarfish merasakan pergerakan lempeng di dasar laut yang memicu gempa, mereka akan bergerak naik dan muncul ke permukaan.

Ada beberapa catatan yang membuktikan jika kemunculan ikan satu ini ke permukaan benar adanya diikuti dengan bencana tak lama setelahnya. Misal pada tahun 2010, terjadi gempa berkekuatan 7.0 SR yang menewaskan sekitar 316 ribu orang. Saat itu dilaporkan bahwa beberapa hari sebelumnya terdapat laporan yang melihat kemunculan ikan ini di permukaan.

Kemudian pada tahun 2011, ada juga sekelompok oarfish yang terjaring nelayan dan tak lama setelahnya terjadi gempa bumi sebesar 9 SR dan tsunami setinggi 10 meter di Jepang.

3. Penjelasan para ahli

(darrellrae/flickr)

Meski terbukti memang diikuti dengan bencana pada beberapa kali kemunculannya. Namun sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti asal Jepang memberikan pernyataan yang lebih logis.

Kemunculan oarfish di permukaan atau pesisir sebenarnya tidak selalu menjadi pertanda akan datangnya bencana besar, entah gempa atau tsunami.

Salah satu alasan lain oarfish nampak terlihat di permukaan atau perairan dangkal adalah kondisi alam yang dikaitkan dengan tahun-tahun kondisi El NiƱo. Kondisi tersebut membuat air laut di kawasan tengah dan timur Samudera Pasifik khatulistiwa jauh lebih hangat dari biasanya.

  Benarkah tanaman bumi bisa tumbuh di tanah bulan?

Maksudnya, hal tersebut memengaruhi titik habitat oarfish di laut dalam menjadi lebih dingin sementara air di permukaan menghangat. Hal itu lah yang menyebabkan keberadaan plankton juga berpindah ke permukaan air yang lebih hangat. Sementara oarfish, yang dikenal bertahan hidup dengan memangsa plankton mau tidak mau mengejar atau ikut berpindah ke tempat di mana sumber makanannya berada.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya