Populasi burung di tengah perubahan iklim dan suhu bumi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Burung Hawaii yang populasinya terancam akibat perubahan iklim (U.S. Geological Survey/Flickr)

Burung-burung yang saat ini beterbangan di atas kepala kita merupakan hewan yang berhasil melewati waktu yang panjang dalam kurun waktu 150 juta tahun dan terus mengalami evolusi di sepanjang masa itu. Di Indonesia, terdapat 1.818 spesies burung yang tersebar di berbagai penjuru mata angin di Nusantara.

Dalam masa yang panjang tersebut, burung berhasil sintas hingga ke masa modern seperti ini. Saat dinosaurus tidak mampu bertahan, burung-burung berhasil melewati berbagai perubahan di bumi.

Tantangan burung melewati dinamika yang ekstrem kini kembali terjadi. Saat ini, dinamika lingkungan tidak hanya dipengaruhi faktor geologis atau astronomis. Keberadaan manusia di bumi telah sukses mengubah bentang alam dan siklus di planet ini.

Ancaman GRK

Polusi udara yang kian mengancam populasi burung di dunia (The Tallest/Flickr)

Aktivitas yang dilakukan oleh manusia menyebabkan meningkatnya gas rumah kaca. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan bahwa efek rumah kaca meningkatkan suhu rata-rata bumi satu hingga lima derajat Celsius.

Jika kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang, itu akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5 sampai 4,5 derajat Celsius sekitar tahun 2030.

  Dibanding hewan modern, mengapa dinosaurus memiliki ukuran tubuh yang lebih besar?

Meski burung-burung telah melalui berbagai dinamika lingkungan sejak lama dan mampu berevolusi selama jutaan tahun, namun perubahan iklim saat ini dengan cepat dan perubahan secepat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Hingga pada akhirnya tidak sedikit juga burung-burung akhirnya terancam akibat tidak dapat beradaptasi pada perubahan tersebut.

Perubahan suhu jadi satu faktor kepunahan

Burung dodo yang resmi punah karena perubahan iklim bumi (Pavel Stránský/Flickr)

Kenaikan suhu juga sudah pasti menyebabkan penyempitan rentang habitat, karena ada beberapa spesies burung tertentu yang bergantung pada rentang suhu.

Dengan adanya kenaikan suhu, maka rentang tersebut menjadi bergeser, misalnya ke ketinggian yang lebih tinggi dengan suhu yang lebih sejuk. Meski telah berpindah, hal ini tidak menyelesaikan masalah lain seperti ketersediaan pakan. Ketergantungan terhadap pohon pakan atau pohon sarang yang terpengaruh perubahan iklim menjadi kritis. 

Perubahan iklim telah terjadi, hal yang dapat dilakukan dengan mengurangi laju emisi. Hutan alam memiliki peran basar untuk adaptasi perubahan iklim.

Masyarakat yang ada di sekitar hutan dapat memanfaatkan hasil-hasil hutan. Sementara itu bagi burung-burung, hutan yang sehat menyediakan relung hidup yang lebih beragam. Perkembangan pengetahuan akan meningkatkan pemahaman manusia untuk menyiapkan strategi adaptasi terbaik untuk hutan.

  Indonesia akan terima suntikan dana Rp6,3 triliun untuk penanganan krisis iklim

Artikel Terkait

Artikel Lainnya