Selain Bumi, 5 planet di tata surya ini juga punya fenomena cuaca ekstrem

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi planet (Miyem Supriyati/Flickr)

Bumi selama ini dikenal sebagai satu-satunya planet di tata surya yang terbukti menjadi tempat tinggal makhluk hidup. Bukan cuma itu, di dalamnya juga ada ragam fenomena alam yang berkaitan dengan kegiatan manusia, salah satunya cuaca ekstrem.

Yang menarik, planet lain mungkin tidak atau belum terbukti bisa menyamai bumi dalam hal kemampuan menjadi tempat tinggal. Tapi untuk hal cuaca ekstrem, ternyata berbagai planet di tata surya punya fenomena serupa.

Iya, bukan cuma bumi yang punya fenomena alam ekstrem seperti badai, petir, hujan besar, dan sejenisnya. Planet lain seperti Venus, Jupiter, Saturnus nyatanya juga mengalami hal sama.

Fenomena cuaca ekstrem apa saja yang terjadi di berbagai planet lain, dan separah apa tingkat kejadiannya? Berikut detailnya:

1. Angin tercepat di Neptunus

Planet Neptunus (Jose Hernandez/Flickr)

Di bumi, cuaca ekstrem berupa kemunculan angin kencang umum dikenal dalam bentuk angin topan atau puting beliung. Secara umum, kecepatan angin topan sendiri maksimal berada di kisaran 120 kilometer per jam. Sedangkan untuk puting beliung, kisaran kecepatannya berada di angka 63 kilometer per jam.

  Ini 5 kondisi mengerikan yang terjadi jika bumi berputar cepat

Bagi kita, kecepatan angin tersebut sudah menjadi hal yang ditakutkan. Tapi ternyata, angka kecepatan tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kecepatan angin di planet Neptunus.

Diketahui jika kecepatan angin di Neptunus berada di angka 2.100 kilometer per jam! Lebih detail, disebutkan bahwa hembusan angin besar tersebut kadang disertai dengan badai besar. Salah satunya bahkan pernah terekam oleh roket Voyager 2 pada tahun 1989.

Dari sekian banyak teleskop Luar angkasa yang merekam banyak badai di Neptunus, tak sedikit di antaranya yang membingungkan para ilmuwan.

2. Petir Saturnus

Saturnus (NASA Hubble Space Telescope/Flickr)

Cuaca ekstrem selanjutnya juga terjadi di planet yang selama ini dikenal memiliki cincin, yakni Saturnus. Bukan angin, fenomena yang dimaksud kali ini muncul dalam bentuk petir. Saking besarnya, ada yang menyebut jika petir terbesar yang selama ini terjadi di Indonesia hanya seujung kuku petir dan badai di Saturnus.

Besarnya badai dan petir di Saturnus terpantau dari penglihatan pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA, yang mengorbit dari tahun 2004-2017. Disebutkan bahwa petir Saturnus diperkirakan 10 ribu kali lebih kuat daripada yang ada di Bumi.

  Memahami bagaimana kondisi lapisan ozon bumi saat ini

Sebenarnya bukan tanpa alasan mengapa cuaca ekstrem Saturnus lebih besar dari Bumi. Hal tersebut lantaran dari segi ukuran, Saturnus nyaris 10 kali lipat lebih besar dari Bumi.

3. Badai berabad-abad di Jupiter

Jupiter (Christian Gloor/Flickr)

Jika Saturnus berukuran nyaris 10 kali lipat Bumi, maka Jupiter berukuran lebih dari 11 kali lipat Bumi. Tak heran, jika cuaca ekstrem berupa badai yang terjadi di Jupiter, berukuran sekitar 16 ribu kilometer. Lebih besar dari ukuran planet bumi.

Karena itu tak heran, jika lingkup area badai yang terjadi di Jupiter juga setara dengan luas area bumi. Bukan cuma itu, dari segi durasi badai di Jupiter juga disebutkan ada yang sudah terjadi sejak berabad-abad lalu.

4. Suhu ekstrem Merkurius

Merkurius (Jorma Mantyla/Flickr)

Penduduk Bumi selama ini mungkin sering mengeluhkan kondisi cuaca panas yang tak biasa, apalagi seiring meningkatnya situasi krisis iklim. Nyatanya, cuaca ekstrem panas yang saat ini terjadi di Bumi belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan cuaca di Merkurius.

Ada dua hal yang menyebabkan Merkurius begitu panas. Pertama, posisi planet tersebut yang memang berada di urutan pertama tata surya dan paling dekat dengan matahari. Kedua, Merkurius tidak memiliki atmosfer yang berfungsi sebagai pelindung.

  Ragam potensi pohon meranti, jawara penyerap karbon yang bernilai ekonomi tinggi

Diketahui jika pada siang hari, suhu permukaan di Merkurius bisa mencapai lebih dari 430 derajat celsius.

5. Hujan Asam Sulfat di Venus

Venus (Paco Casado Cepas/Flickr)

Di Bumi hujan umumnya hanya berupa air biasa yang bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, dan tak memberi dampak apa-apa jika terkena kulit. Tapi apa jadinya jika air hujan yang turun mengandung asam sulfat.

Tak begitu umum bagi kebanyakan orang, untuk diketahui asam sulfat adalah senyawa kimia yang dapat menyebabkan luka bakar bila terkena kulit. Dan senyawa itu lah yang terkandung dalam air hujan di planet Venus.

Dari sederet fakta di atas, rasanya cukup beralasan mengapa hingga kini hanya Bumi planet yang terbukti memiliki kehidupan di dalamnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya