Sering dijumpai, seberapa banyakkah pengetahuan kita mengenai kerbau?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kerbau (rasha_ieda/Flickr)
Kerbau (rasha_ieda/Flickr)

Kerbau merupakan hewan yang dekat dengan budaya masyarakat Indonesia dan dunia. Salah satu bukti kedekatan hewan bertanduk dengan masyarakat adalah dijadikannya sebagai lambang shio yaitu sistem penanggalan lunar (bulan) China. 

Kerbau dilambangkan sebagai bentuk dari semangat kerja keras atau pantang menyerah. Kerbau, lembu, atau sapi memang biasa digunakan sebagai hewan pekerja, penyubur sekaligus sumber protein bagi kehidupan manusia. Namun lekatnya kerbau dengan masyarakat, ternyata pengetahuan tentang hewan ini masih minim.

Lalu bagaimana penjelasan tentang kerbau? Dan apa yang bisa dimaknai mengenai hewan satu ini? Berikut uraiannya:

1. Mengenal kerbau

Kerbau (Mohammad Syahid Rosley/Flickr)
Kerbau (Mohammad Syahid Rosley/Flickr)

Kerbau telah lekat dalam kehidupan manusia, salah satu bukti adalah kerbau yang dijadikan shio dalam sistem penanggalan lunar China. Sementara dalam bahasa Inggris, tahun kerbau lebih dikenal sebagai tahun lembu atau The Year of Ox.

Penekanan simbolisnya tidak khusus mengarah ke kerbau sebagai spesies atau genus (Bubalus spp), namun lebih pada binatang pekerja secara umum. Kerbau, lembu, atau sapi memang biasa digunakan sebagai hewan pekerja, penyubur, sekaligus sumber protein untuk menyokong kehidupan manusia di berbagai belahan dunia.

  Sejarah Hari Tanpa Emisi dan upaya mudah untuk menguranginya

Sementara itu kehidupan tradisional di wilayah Nusantara juga masih lekat dengan kerbau. Ada wujudnya dalam beragam artefak, juga di berbagai aktivitas budaya menakjubkan sebagaimana di Minangkabau dan Toraja. Sementara di Jawa dan wilayah lain, kerbau lazim digunakan untuk membajak sawah.

Meski begitu, seluk beluk ekologi dan status konservasi kerabat kerbau di alam, belum banyak di pahami. Kerbau selama ini dianggap bukan termasuk satwa liar yang perlu mendapat perhatian khusus. Kemudahan di sekitar kita, setidaknya untuk jenis domestik, membuatnya semakin dianggap biasa.

Padahal menurut Sunarto dalam artikel Minimnya Pengetahuan Kita Tentang Kerbau yang dimuat di Mongabay Indonesia, di alam, kerbau merupakan salah satu ecosystem engineers yang dapat menentukan kondisi habitat bagi banyak spesies lain.

“Sebagai grazer yang hobi berkubang, kerbau berperan membentuk ekosistem khas. Keberadaan dan populasinya pun menjadi faktor penting penentu kelangsungan hidup beberapa satwa predator,” jelasnya.

2. Kerabat kerbau di Nusantara

Kerbau (Mohammad Syahid Rosley/Flickr)
Kerbau (Mohammad Syahid Rosley/Flickr)

Berdasarkan sejumlah literatur, kerbau air yang ada di Indonesia faktanya tidak dianggap sebagai spesies asli yang sepenuhnya alami. Ini juga termasuk kerbau liar yang hidup di Taman Nasional Baluran dan juga sebagian wilayah di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

  Deretan 5 buku ini bisa ubah sudut pandang kita terhadap lingkungan

Sunarto mengaku tidak menemukan catatan pasti kapan hewan tersebut mulai ada, namun dirinya menduga sebagai populasi feral atau awalnya dipelihara manusia namun kemudian lepas, baik sengaja atau tidak, selanjutnya berkembang biak di alam.

Secara ilmiah, kerbau yang hidup liar di berbagai wilayah Indonesia, sampai saat ini tidak dianggap berbeda dengan kerbau domestik yang dipelihara masyarakat di kampung/desa. Jenis yang merupakan hasil penjinakan dan pemeliharaan/domestifikasi dari versi alami yang sebenarnya ada di India, Bhutan, Nepal, Kamboja, dan Thailand.

Namun jelas Sunarto, kepastian ini layak ditelusuri, terlebih terkait perlindungan dan pengelolaan populasi. Faktanya, di Sulawesi menurutnya justru memiliki anoa, kerbau kerbau paling unik di dunia, yang tidak ditemukan di tempat lain.

Menurutnya bila dianggap daratan utama Asia sebagai tempat awal asal usul kerbau, tentunya hewan ini pernah tersebar hingga wilayah lain di Nusantara, khususnya, Sumatra, Jawa dan Kalimantan yang di masa lalu pernah terhubung dalam satu daratan.

3. Temuan fosil

Kerbau (Mohammad Syahid Rosley/Flickr)
Kerbau (Mohammad Syahid Rosley/Flickr)

Lanjut Sunarto, berdasarkan temuan fosil, ada beberapa jenis satwa kerbau yang pernah hidup di Jawa dan telah lama punah. Namun tampaknya terjadi pada tahun sebelum manusia modern tiba di Nusantara, sekitar 50 ribu tahun silam.

  Selain Bumi, 5 planet di tata surya ini juga punya fenomena cuaca ekstrem

“Termasuk di antaranya adalah kerbau purba (Bubalus palekerabu) yang penampilannya mirip kerbau air saat ini.” jelasnya.

Selain memahami kerabat kerbau purba yang pernah hidup di Jawa dan Kalimantan, dirinya menyebut asal usul anoa mungkin bisa diteliti melalui kerabatnya di Pulau Mindoro, Filipina yaitu tamaraw (Bubalus mindorensis). Tentu saja, ucapnya, kerbau air liar yang ada di daratan utama Asia dan kerbau liar di Afrika perlu dipelajari.

Penelitian mengenai kerbau, kata Sunarto sebaiknya dilakukan ketika populasinya masih banyak sehingga prosesnya relatif mudah. Karena itu perhatian kepada kerbau liar dan kerabatnya, anoa, jelas Sunarto, sudah selayaknya ditingkatkan.

Sunarto menjelaskan dari beberapa kasus, spesies yang jumlahnya banyak dan umum tiba-tiba menjadi sulit ditemukan. Ini sebagaimana terjadi pada burung gelatik jawa (Padda oryzivora), cucak rowo (Pycnotus zeylanicus), dan merpati liar (Ecotopistes migratorius).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya