Terungkap ‘pelindung’ yang jadikan tardigrada hewan terkuat di bumi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Beruang air (Eye of Science/Science Source Images)

Hidup di air dan termasuk invertebrata, tardigrada sangat tangguh. Mereka mampu bertahan di segala kondisi, pada situasi yang justru membunuh makhluk hidup lain. Tardigrada bahkan tercatat sebagai binatang yang sudah eksis di bumi, bahkan sebelum manusia ada.

Tardigrada atau tardigrade merupakan sekelompok hewan miskroskopis berkaki delapan. Umurnya bisa mencapai lebih dari 200 tahun dan tidak mati meskipun dibawa ke luar angkasa. Para ilmuan berhasil mengungkap kekuatan hewan ini yang membuatnya disebut sebagai hewan terkuat di dunia.

Lalu apa yang membuat hewan ini sangat mustahil untuk dihancurkan di Bumi? Dan mengapa dirinya bisa bertahan hingga ratusan tahun? Berikut uraiannya:

1. Makhluk terkuat di dunia

Tardigrade (studiodobs/Flickr)
Tardigrade (studiodobs/Flickr)

Tardigrada tergolong salah satu makhluk terkecil di bumi, biasa disebut juga sebagai beruang air. Pada fase dewasa, hewan ini punya ukuran 1,5 mm. Sedangkan ukuran tardigrada yang paling kecil adalah 0,1 mm. Meski kecil mungil, kekuatan tardigrada tak bisa diremehkan.

Habitat hewan ini sebenarnya ada di air, namun bila cuaca berubah, tardigrada bisa hidup pula di daerah kering. Dia bisa hidup di puncak gunung juga dasar laut dalam lingkungan dan cuaca yang ekstrim. Tardigrada senang hidup yang banyak sumber makanannya, yakni ganggang atau lumut.

  5 tanaman obat yang dapat dikonsumsi untuk mencegah penyakit ginjal

Walau kecil, tardigrada merupakan hewan yang paling kuat di dunia. Memiliki kemampuan-kemampuan yang hampir tak masuk akal, ilmuwan pun menjadi bertanya-tanya, bencana apa yang dibutuhkan agar bisa melenyapkan tardigrada dari muka bumi?

Tardigrada bahkan masih hidup walaupun dipapar radiasi mematikan, diletakan di berbagai suhu mulai dari 150 hingga minus 272 derajat celcius, diletakan di laut dalam, dan dikeringkan selama satu dekade. Hewan ini pun akan baik-baik saja selama 30 tahun tanpa makanan.

Bahkan dengan kekuatan yang dimiliki, bedasarkan jurnal Scientific Reports menemukan tardigrada hanya akan mati bila lautan bumi mendidih dan kondisi tersebut hanya bisa diciptakan oleh serangan asteorid raksasa, supernova, dan semburan sinar gamma. 

2. Mengapa tardigrada menjadi begitu kuat?

Penelitian tardigrade (Thomas Pesquet/Flickr)
Penelitian tardigrade (Thomas Pesquet/Flickr)

Disadur dari Newsweek, tim ilmuwan berhasil menemukan penyebab tardigrada menjadi hewan terkuat di dunia. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Biology Letters dengan judul Naturally Occurring Fluorescenece Protects the Eutardigrade Paramacrobiotus sp.from Ultraviolet Radiation.

Mereka mendapati fakta ada satu jenis tardigrada yang memiliki zat fluoresensi.  Zat ini berfungsi sebagai pelindung tubuhnya, dengan cara menyerap radiasi ultraviolet (UV) yang berbahaya dan selanjutnya memancarkan sinar biru netral sebagai gantinya.

  Hiu paus, spesies yang dikeramatkan bagi masyarakat pesisir Indonesia

Penemuan ini diketahui setelah tim ilmuan menemukan “kemungkinan” spesies baru tardigrada dalam sampel lumut yang diteliti di Indian Institute of Science di Bangalore (Bengaluru), India. Sandeep Eswarappa, anggota penulis ini menyatakan, timnya menemukan hewan ini di sejumlah tempat.

“Terutama di area yang cukup terang pancaran sinar mentari,” ujarnya dikutip dari New Scientist.

3. Digunakan sebagai tabir surya?

Tardigrade (Rebekah Smith/Flickr)
Tardigrade (Rebekah Smith/Flickr)

Eswarappa berama kolega lantas melakukan serangkaian percobaan laboratorium. Tardigrada yang diberi nama Paramacrobiotus BLR itu, bersama tardigrada jenis lain dengan sebutan Hypsibus exemplaris beserta cacing berjuluk Caenorhabditis elegans, semuanya diberi pancaran radiasi ultraviolet.

Hasilnya spesimen cacing mata dalam waktu 5 menit, sementara Hypsibius exemplaris juga mati dalam jangka waktu 15 menit. Sedangkan Paramacrobioutus BLR, mampu menahan intesitas sinar radiasi ultraviolet ini selama satu jam.

Dalam eksperimen ini juga mengungkapkan Paramacrobioutus BLR memang mengandung bahan kimia fluoresensi yang menyebabkannya bersinar biru dalam kondisi tertentu. Selanjutnya para ilmuwan mengekstrak bahan kimia fluoresensi dan menerapkan pada spesimen H.exemplaris dan C elegans.

“Ada spesies lain yang menunjukan toleransi UV, tetapi tardigrada spesies baru ini adalah satu-satunya yang memiliki fluoreses, mekanisme pertahanan diri dari pancaran radiasi,” kata Eswarappa dikutip dari The Guardian.

Eswarappa melanjutkan, studi ini menunjukan bahwa Paramacrobiotus BLR dapat bertahan hidup di tempat terkering dan paling cerah sekalipun di Bumi. Namun tim peneliti belum mengetahui senyawa apa yang terkandung pada zat ini. Bila berhasil, dirinya berharap dapat memproduksinya dalam jumlah banyak untuk tabir surya. 

  Cuaca kering singkap jalur jejak kaki dinosaurus terpanjang di dunia

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Komunitas Bahadur (@komunitas_bahadur)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya