Akuaduk Segovia, saluran air kolosal Romawi yang dibangun dengan bantuan gravitasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Akuaduk (Mavaras/Flickr)

Akuaduk yang terdapat di Segovia, Spanyol merupakan contoh klasik dari saluran air milik bangsa Romawi yang patut dipuji. Desainnya sangat sederhana, namun begitu megah untuk dilihat. Saluran air Romawi ini juga masih bertahan dan berfungsi hingga kini.

Saluran air tersebut dibangun pada abad ke 1 Masehi untuk mengalirkan air dari Sungai Frio yang berjarak 17 km menuju kota. Hal yang paling mengesankan adalah saat mengetahui bahwa arsitektur ini ternyata dibangun tanpa satu pun ons mortar (perekat seperti semen).

Lalu bagaimana kisah saluran air ini? Dan mengapa bangunan ini masih tetap bertahan? Berikut uraiannya:

1. Saluran air Akuaduk

Akuaduk (John Fleischman/Flickr)

Bangsa Romawi menciptakan dan mengembangkan banyak teknologi yang mencanangkan dan bahkan masih bisa digunakan hingga kini. Salah satunya adalah akuaduk, saluran air besar yang mengalirkan air bersih ke wilayah Romawi kuno.

Dimuat dari Kumparan, akuaduk terdapat di Segovia yang berada sekitar 100 km dari arah barat laut Kota Madrid, Spanyol. Di mana pada awalnya tempat tersebut merupakan pemukiman Celtic, sebelum jatuh ke tangan Romawi sekitar tahun 80 SM. Di bawah kekuasaan Romawi, Segovia lantas berkembang menjadi kota penting.

  Jejak Mbah Loreng, dan bentuk penghormatan orang Jawa pada harimau

Saluran air tersebut dibangun pada abad ke 1 Masehi untuk mengalirkan air dari Sungai Frio yang berjarak 17 km menuju kota. Hal yang paling mengesankan adalah ketika mengetahui bahwa arsitektur ini ternyata dibangun tanpa satu pun ons mortar.

Kontruksi saluran ini terbuat dari tumpukan balok granit yang disusun tanpa mortar atau penyangga sekalipun pada akhir abad ke 1 atau awal abad ke 2. Walau sebenarnya sangat sulit memastikan waktu pasti pembuatannya, karena prasasti yang menunjukkan tanggal konstruksinya telah terkikis seiring usia.

Namun tetap saja sulit membayangkan bagaimana orang Romawi bisa membangun konstruksi kolosal dan kompleks seperti itu tanpa mesin-mesin canggih. Karena faktanya, saluran air kolosal Romawi ini dibangun dengan bantuan gravitasi.

2. Proses pembangunan

Akuaduk (Mario & Debbie/Flickr)

Dari arah pegunungan, air akan dibawa dengan memanfaatkan ketinggian alami melalui saluran bawah tanah ke tangki penyimpanan besar yang disebut El Caseron (rumah besar), kemudian di bawa ke menara kedua yang dikenal sebagai Casa de Aguas (rumah air).

  Saluran air kuno abad 18 ditemukan dalam proyek MRT Glodok-Kota

Di sana, air akan ditampung secara alami dan pasir yang dibawa dibiarkan mengendap, sebelum selanjutnya mengalir sejauh 728 meter melalui jembatan akuaduk hingga mencapai Plaza de Diaz Sanz. Total blok granit yang diperlukan untuk membangun jembatan akuaduk tersebut sekitar 20.400 buah.

Blok granit terbesar pada arsitektur memiliki berat sekitar dua ton, dengan rata-rata blok granit lainnya memiliki berat satu ton. Blok granit kemudian diangkat hampir setinggi 30 meter dengan bantuan crane kayu untuk menyusunnya.

Tiga dari lengkungan tertinggi, selama era Romawi masing-masing memiliki tanda dengan huruf perunggu yang menunjukkan siapa nama pembangunnya beserta tanggal pembangunnya. Saat ini hanya dua saja yang masih terlihat, salah satunya adalah Hercules yang dipercaya sebagai pendiri kota.

Tetapi tidak sepenuhnya benar bahwa akuaduk telah bertahan selama dua ribu tahun. Karena sebenarnya pada abad ke 11, invasi Yahya bin Ismail Al-Mamun telah menghancurkan sekitar 36 lengkungan jembatan akuaduk. Beberapa blok granit yang jatuh kemudian digunakan untuk membangun kastil Raja Alfonso VI.

  Kisah Nabi Daud sebagai penemu dan pengolah besi

3. Tujuan Pembangunan

Akuaduk (Mavaras/Flickr)

Dari laman History of Yesterday yang dimuat National Geographic, Richard Bruschi menyebut seiring pertumbuhan kota, orang Romawi membutuhkan lebih banyak air. Maka air perlu disalurkan dari tempat lain. Oleh karena itu, akuaduk adalah untuk mengangkut air dengan aman dari sumber luar ke pusat-pusat yang di huni.

Kemudian akan mendistribusikannya ke sejumlah tempat termasuk air mancur, tempat tinggal pribadi, serta bangunan umum. Pertanian dan industri seperti pabrik, peternakan, dan pertambangan juga mendapat air melalui akuaduk.

Pada puncaknya di abad ke 6 Masehi, kota Roma memiliki 11 akuaduk yang berbeda. Semua akuaduk ini diperlukan untuk menjaga populasi yang besar agar tetap bersih dan sehat. Pembangunan dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu sekitar 600 tahun.

Akuaduk yang paling terkenal adalah Aqua Virgo, dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Augustus. Dengan keajaiban, konstruksi ini masih berfungsi penuh sampai sekarang. Membentang dari pegunungan Italia ke jantung kota Roma, memasok air ke Air Mancur Trevi yang ikonik.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya