Begini awal mula masuknya buah apel ke Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
apel ke indonesia
Buah apel (Riche Chik/Flickr)

Apel adalah salah satu jenis buah yang kaya akan kandungan air. Sama seperti buah sehat lainnya, apel memiliki ragam kandungan vitamin yang sudah pasti bermanfaat bagi tubuh. Berdasarkan penilitan Harvard School of Public Health, kandungan apel dapat menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit diabetes.

Di saat bersamaan, Indonesia termasuk negara yang beruntung karena memiliki akses untuk dapat menikmati ragam varian apel. Baik yang berasal dari luar negeri ataupun jenis apel yang dibudidayakan sendiri.

Bicara lebih jauh soal apel, ada satu kota di Jawa Timur yang keberadaannya identik dengan buah satu ini, yaitu Malang. Bukan tanpa alasan, faktanya daerah sekitar Malang memang menjadi wilayah pertama kali masuknya Apel ke tanah air.

Seperti apa pengenalan, perkembangan budidaya, dan awal mula masuknya apel ke Indonesia? Berikut penjelasannya.

1. Masuknya apel ke Indonesia tahun 1934

Apel (*Robin*/Flickr)

Mengutip catatan Kementerian Pertanian (Kementan), sejarah masuknya apel ke Indonesia dimulai sejak tahun 1934. Waktu itu, sebanyak 20 varietas apel didatangkan dari Australia dan ditanam di Desa Tebo Pujon, Malang.

  Kenalkan ayam cemani! hewan yang berbalut mitos dengan harga fantastis

Wilayah Batu, Malang, Nongkojajar, dan Pasuruan, jadi daerah sentra produksi apel. Saat itu, kepopuleran apel bahkan sampai jadi usaha utama petani di sekitar tahun 1950. Kemudian mulai tahun 1960 budidaya tanaman apel terus berkembang.

Selama tahun 1984 hingga 1988, tanaman apel di Jawa Timur menunjukan perkembangan yang pesat. Pada tahun 1984 terdapat sebanyak 7.303.372 tanaman apel, dan berkembang menjadi sekitar 9.047.276 tanaman di tahun 1988.

Di saat bersamaan, hasil panennya juga meningkat dari 146.690 ton pada tahun 1984 menjadi 275.065 ton pada tahun 1988. Tahun 1980 hingga menjelang tahun 1990 jadi masa kejayaan dari hasil panen apel di wilayah Batu.

Sayangnya, sejak krisis moneter yang melanda tahun 1998, hasil panen cenderung menurun. Keberadaan tanaman apel terjun drastis sampai 1 juta pohon, dan hanya menghasilkan panen sekitar 46 ribu ton per tahun di tahun 2004.

2. Semua karena hama

Ilustrasi apel terkena hama (paktanidigital.com)

Penurunan hasil panen yang terjadi ternyata disebabkan oleh kemunculan hama penyakit. Lain itu, berbagai masalah juga muncul karena penurunan kesuburan lahan akibat pemakaian pestisida berlebihan.

  Ajaran makanan sehat dan ramah lingkungan ala leluhur yang telah dilupakan

Ditambah lagi, sebagian tanaman apel yang ada produktivitasnya menurun karena sudah berumur tua.

Untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul, pada tahun 2006 didatangkan varietas baru apel dari Belanda. Kemudian di tahun 2007 dan 2008, juga dilakukan peremajaan tanaman apel berusia tua di beberapa lokasi.

Namun, ternyata hasil dari berbagai kegiatan tersebut tidak langsung dirasakan pengaruhnya. Bahkan hasil panen apel yang dicapai pada tahun 2005, lebih rendah dibandingk tahun 1970-an yang saat itu masih dalam tahap berkembang.

3. Apel khas malang yang tersisa

Apel Anna khas Malang (Puji Harianto/Flickr)

Akhirnya dari 20 varietas apel yang sejak awal dibudidayakan di Malang, saat ini hanya beberapa yang masih bertahan dan tetap dikenal. Tiga di antaranya adalah apel Rome Beauty, apel Manalagi, dan apel Anna.

Apel Rome Beauty memiliki ciri khas berupa warna kulit yang tetap hijau kekuningan meskipun sudah matang. Buah apel ini berbentuk agak bulat dengan lekukan di bagian ujung.

Sedangkan apel Manalagi banyak disukai karena ciri khas aroma kuat dan rasanya yang manis meski belum matang. Namun apel jenis ini memiliki tekstur agak liat dan kandungan air yang sedikit dibandingkan apel jenis lainnya.

  Memaknai pahatan fauna dalam relief Borobudur

Terakhir apel Anna, yang bentuknya lebih mirip dengan apel impor. Jika sudah matang, kulit apel Anna berwarna merah tua dan merata. Sedangkan untuk yang masih muda kulitnya berwarna hijau, dan akan berubah menjadi kekuningan semburat merah jika mulai matang.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya