Burung hud hud, pembawa informasi Nabi Sulaiman yang jadi simbol negara Israel

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)
Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)

Begitu banyak kisah hewan yang disebutkan dalam Alquran, hadist, dan riwayat sejarah Islam. Salah satunya adalah kisah mengenai burung hud hud yang dimuliakan karena jasanya yang begitu besar. Burung ini hidup pada zaman Nabi Sulaiman AS dan disebut sebagai pembawa informasi untuk kerajaan.

Burung ini memang terkenal sangat cantik. Bahkan karena kepopulerannya, burung ini menjadi simbol nasional bagi warga Israel. Di Indonesia, eksistensinya memang cukup jarang ditemukan, meski beberapa kali terlihat berada di daerah Sumatra dan Kalimantan.

Lalu bagaimana kisah dari burung kepercayaan Nabi Sulaiman ini? Juga mengapa burung ini cukup tersohor di dunia? Berikut uraiannya:

1. Hud hud sang pembawa kabar

Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)
Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)

Nabi Sulaiman dianugerahi istana dan kerajaan yang besar oleh Allah SWT. Pasukannya tidak hanya berasal dari manusia, tetapi pasukan jin dan hewan. Dari kalangan hewan ada burung hud hud yang ditugaskan untuk mencari informasi dari daerah lawan.

Suatu hari burung hud hud sedang terbang melintasi negeri Saba’. Dia melihat ada kerajaan dengan istana megah di dalamnya, kerajaan itu dipimpin oleh ratu cantik yang bernama Balqis. Namun, kerajaan ini tidak menyembah Allah, namun mereka beramai-ramai menyembah matahari.

  5 pertanda alam ketika malam 'lailatul qadar' datang

Melihat keanehan ini, burung hud hud kemudian berniat memberikan informasi kepada Nabi Sulaiman. Burung ini kemudian kembali ke kerajaan dan bergegas menyampaikan pesan itu kepada tuannya. Setelah mendapat informasi itu Nabi Sulaiman, mengirimkan surat kepada Ratu Balqis.

Surat tersebut dibawa burung hud hud dan disampaikan kepada Ratu Balqis. Setelah surat diterima, hud hud pun menetap sebentar. Dirinya berniat menguping pembicaraan serius antara Ratu Balqis dengan para menterinya. Singkat cerita Ratu Balqis menerima permintaan Nabi Sulaiman untuk datang ke kerajaannya.

Tetapi setibanya di kerajaan Sulaiman, alangkah terkejutnya Balqis, karena singgasananya telah berada di depannya. Dirinya pun takjub dan kemudian bersujud untuk menyembah kepada Allah SWT. Dalam peristiwa ini, burung hud hud telah berjasa besar membantu Nabi Sulaiman untuk mengingatkan manusia agar menyembah Allah SWT.

2. Burung yang cantik

Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)
Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)

Hud hud adalah burung yang elegan dan ada hubungannya dengan rangkong. Hud hud memiliki nama latin atau binominal upupa epops. Burung ini sejatinya adalah jenis eurasia hoopoe, mereka tergolong dalam famili Upupidae dan ordo Bucerotiformes.

Secara penampilan, satwa bergenus Upupa sebenarnya cukup mudah dikenali. Kelompok burung ini mempunyai paruh yang tipis, dengan jambul atau mahkota di bagian kepalanya. Selain itu, corak bulu burung hud hud juga terbilang indah.

  Jarang disadari, 5 tanaman istimewa ini terkandung dalam Alquran

Untuk ukuran tubuh, hud hud tunggal tergolong sedang. Mereka dapat berbiak hingga sepanjang 25-32 cm dengan lebar bentang sayap antara 44-48 cm, serta bobot badan berkisar 46-89 kg. Bulu-bulunya didominasi oleh warna cokelat kekuningan, akan tetapi terdapat garis tipis di sekitar bulu jambul, ekor, serta sayap.

Bila diperhatikan, ukuran sayap burung hud hud memang cukup besar. Bentuk sayapnya tampak membulat, memiliki karakteristik terbang bergelombang seperti kupu-kupu raksasa. Berkat ukurannya tersebut, kemampuan terbangnya terbilang tangguh.

Burung hud hud dapat mengarungi samudra saat musim dingin, yakni berimigrasi ke daerah-daerah tropis. U epops bukan satu-satunya spesies burung hud hud yang ada di dunia. Spesies ini berkerabat dengan U Africana (hud hud Afrika) dan U marginata (hud hud madagaskar).

3. Menjadi simbol Israel

Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)
Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)

Sebagai satwa Eurasia, hud hud dapat kita jumpai di Indonesia. Namun eksistensinya memang cukup jarang untuk ditemukan, meski beberapa kali terlihat di Sumatra dan Kalimantan. Sedangkan sejak tahun 2008, burung hud hud dijadikan simbol burung nasional oleh warga Israel.

  Gara-gara krisis air bersih, Batavia diserang wabah kolera pada abad 19

Agama Yahudi juga melarang penganutnya memakan daging burung hud hud seperti disebutkan dalam kitab agama Yahudi. Selain itu burung ini juga muncul dalam lambang Universitas Johannesberg Afrika Selatan. Burung ini memang cukup tersohor karena kisah dan keindahanya.

Namun menurut IUCN Red List, status konservasi spesies U epops kini berada di level risiko rendah atau least concern. Populasi burung hud hud terbilang stabil, namun terus merosot setiap tahunnya. Selain memburu, kelompok burung hud hud memang kerap dijadikan santapan oleh sejumlah predator lainnya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya