Hikayat pohon gharqad, pelindung kaum Yahudi pada akhir zaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pohon Gharqad (rozygynaga collariezz/Flickr)
Pohon Gharqad (rozygynaga collariezz/Flickr)

Pada akhir zaman akan terjadi peperangan besar antara Muslim dengan kaum Yahudi. Saat itu semua pohon yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi akan memberi tahu keberadaan mereka, kecuali pohon gharqad. Di pohon inilah menjadi tempat persembunyian terakhir dari bangsa Yahudi sebelum dibunuh.

Pesan ini telah tersampaikan pada kitab suci dan juga hadist Nabi Muhammad SAW. Melihat pesan dan peran dari pohon ini pada akhir zaman, bangsa Yahudi kini mulai menanam pohon ini dibeberapa tempat di Israel. Bahkan penanaman ini diinisiasi oleh pemerintah Israel.

Lalu bagaimana peran pohon gharqad ini bagi masyarakat Yahudi? Dan mengapa bangsa Israel ramai-ramai menanam tanaman ini? Berikut uraiannya:

1. Pohon gharqad dan peran di akhir zaman

Israel (Shalva Mamistvalov/Flickr)
Israel (Shalva Mamistvalov/Flickr)

Bedasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah RA, ketika perang besar terjadi, Allah SWT mempermudah jalan kaum Muslimin untuk melawan Yahudi. Bahkan semua ciptaan Allah, baik makhluk hidup maupun benda mati akan bersaksi.

Hari kiamat belum akan terjadi sampai kaum Muslimin memerangi bangsa Yahudi. Mereka diserang oleh kaum Muslimin hingga bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun, batu maupun tumbuhan akan berkata, Wahai Muslim, wahai hamba Allah, di belakang ku ada orang Yahudi. Kemari dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon gharqad. Sebab, pohon gharqad adalah pohon orang Yahudi.” (HR Muslim).

  Keagungan Gunung Gede Pangrango, tempat sakral bagi masyarakat Sunda

Hadis dengan konten senada juga tertulis dalam berbagai kitab hadis terkemuka, yang berasal dari berbagai riwayat. Ada yang meriwayatkan bahwa yang berbicara adalah batu, seperti tertulis dalam sebuah hadist riwayat Bukhari berikut: Abu Umar RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

Bangsa Yahudi nanti akan berperang melawan kalian dan kalian akan mengalahkan mereka, sampai batu pun akan berkata, ‘Wahai Muslim, di belakangku ada orang Yahudi. Bunuhlah dia.”

 2. Mengenal pohon gharqad

Israel (Shalva Mamistvalov/Flickr)
Israel (Shalva Mamistvalov/Flickr)

Hingga kini ciri-ciri pasti dari pohon gharqad masih menuai perdebatan. Sebagian orang menyebut gharqad merupakan spesies tanaman Lycium Shawaii yang masuk kategori semak belukar. Nama lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthorn.

Tanaman ini ditemukan di seluruh jazirah Arab dan tingginya dapat mencapai empat meter. Karena beradaptasi dengan lingkungan gurun, cabang-cabangnya ditumbuhi duri. Ada pula yang mengatakan bahwa gharqad adalah Nitraria Retusa.

Tanaman ini juga masuk kategori semak dengan tinggi hingga 2,5 meter. Rantingnya berbulu ketika muda, menghasilkan bunga kecil berwarna putih atau hijau, dan buahnya tumbuh seukuran kacang merah, tidak beracun dan sering dijadikan sebagai pelengkap makanan.

  Orang Tobaru yang menjaga tradisi menanam padi jenis lokal

Habitat gharqad dapat ditemukan di Semenanjung Arab dan beberapa wilayah Afrika. Menurut studi, pohon gharqad juga sering ahli temukan di kawasan wadi. Mereka tertanam di sekitar pohon-pohon besar seperti shami (Prosopis cineraria) dan juga Vachellia tortilis.

Tumbuhan bersuku Lycium memang banyak bertumbuhan di daerah subtropis dan beriklim sedang. Setidaknya, ada sekitar 70-80 spesies Lycium yang menyebar ke berbagai negara. Merujuk IUCN Red List, status konservasi pohon gharqad berada pada level berisiko rendah atau least concern.

3. Penanaman pohon gharqad

Israel (Shalva Mamistvalov/Flickr)
Israel (Shalva Mamistvalov/Flickr)

Saat ini, Negara Israel sedang menggalakkan penanaman pohon gharqad di negaranya, yaitu memiliki 5 lokasi utama seperti di Gunung Hermon yang ditanami sekitar 900 pohon. Selain itu, lokasi selanjutnya terdapat di padang pasir dengan jumlah mencapai seribu.

Lokasi hutan dan padang rumput juga dijadikan tempat untuk menanam pohon gharqad yaitu di sanadan, ada juga di hutan laut tengah dengan jumlah terbanyak, Namun pemerintah negara Israel juga menghimbau warganya untuk tetap menanam di berbagai lahan kosong yang tersedia.

  Fenomena belalang gurun, serangan hama yang paling berbahaya di dunia

Mantan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, beberapa kali terlihat menaman pohon yang ramai disebut pohon gharqad. Antara lain penanaman pohon pada Februari 1999 lalu. Juga penanaman pohon di beberapa pemukiman di wilayah pendudukan Israel yang disponsori oleh Jewish National Fund (JNF).

Israel memang gencar melakukan penghijauan di negaranya. Bahkan upaya penanaman pohon ini telah dilakukan sebelum berdirinya Negara Israel pada 1948. JNF merupakan organisasi yang gencar melakukan penanaman pohon tersebut.

Hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah pohon gharqad yang ditanam. Situs organisasi ini mengklaim hanya menanam pohon zaitun, pinus, dan akasia. Hingga 2007, organisasi yang menggalang dana 18 dolar AS per pohon ini mengklaim telah menanam lebih dari 240 juta pohon.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya