Keindahan alam Hindia Belanda yang lahirkan sebuah aliran seni lukis

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Lukisan Priangan (Commons Wikimedia)

Mooi Indie yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai Hindia elok merupakan aliran seni lukis yang berkembang di Hindia Belanda pada abad 19. Keindahan pemandangan tanah jajahan menjadi cikal bakal kelahiran aliran Mooi Indie.

Pada awal kelahirannya, seniman Belanda dan Eropa saat itu hanya melukis tentang keindahan alam Hindia Belanda dengan tujuan menggencarkan daya tari pariwisata. Pernah juga dikritik keras oleh para seniman walau akhirnya tetap disukai.

Lalu bagaimana keindahan alam Hindia Belanda ini menjadi aliran lukisan? Dan siapa saja yang terinspirasi dari aliran lukisan ini? Berikut uraiannya:

1. Keindahan Hindia Belanda dalam lukisan

Lukisan Bogor (Commons Wikimedia)
Lukisan Bogor (Commons Wikimedia)

Mooi Indie merupakan aliran seni lukis yang berkembang pada abad 19 di Hindia Belanda. Oleh pemerintah Hindia Belanda, gaya naturalistik ini terus dikembangkan hingga awal abad 20. Ketika itu, seniman Belanda dan Eropa hanya melukiskan lukisan-lukisan yang menggambarkan keindahan alam Hindia Belanda.

Disadur dari Sudut Kantin, kemunculan Mooi Indie merupakan imbas kolonialisme di Hindia Belanda ketika itu. Pihak kolonialisme membawa pelukis-pelukis Eropa untuk ditugaskan melukis kehidupan bumiputera. Bentang alam serta kegiatan masyarakat sehari-hari adalah pandangan favorit mereka.

  Kisah Nabi Daud sebagai penemu dan pengolah besi

“Kebiasaan memilih subjek lukisan sedemikian rupa itu kemudian mendapatkan fungsinya untuk membantu penelitian pihak kolonial guna mengetahuinya lebih dalam kehidupan sebuah bangsa yang tengah dijajah,” tulis Ahmad Sulton dalam artikel berjudul Perjalanan Mooi Indie dari Berbagai Generasi dan Subversinya Masa Kini.

Selain sebagai kepentingan estetika, aliran lukisan ini menjadi media promosi paling mutakhir. Sebab lukisan Mooi Indie yang mengusung naturalisme dengan gaya realistik memudahkan muatan pesan eksotis di dalamnya terbaca masyarakat Eropa. Hal ini bisa merayu orang Eropa datang ke Hindia Belanda.

Kondisi sosial-ekonomi di Hindia-Belanda seperti itulah yang mengakibatkan lukisan Mooi Indie mendapatkan banyak peminatnya. Gaya lukisan ini juga menandai kelahiran modernitas di Indonesia muda.

Tetapi di masa pergolakan revolusi, kehadiran Mooi Indie berusaha dihilangkan karena dianggap tidak mendukung perjuangan bangsa Indonesia.

2. Sosok pencetus mooi indie

Lukisan payen (Commons Wikimedia)

Romantisme adalah sebuah gerakan arsitektur dan intelektual yang berawal dari akhir abad 18 di Eropa Barat. Seni ini menitikberatkan pada emosi, imajinasi, kembali pada keniscayaan sejarah dan alam. Prinsip romantisme adalah: kembali kepada alam.

Romantisme masuk ke Hindia Belada melalui seorang pelukis dan pembuat litografi, bernama Antonie Auguste Joseph Payen. Dirinya datang ke Hindia Belanda pada tahun 1817, dan tinggal di Bogor. Di setiap kawasan yang dikunjunginya, Payen selalu menghasilkan lukisan yang mengabadikan tempat indah dan menarik.

  Cerita Selat Muria yang pernah pisahkan Jepara dari Pulau Jawa

“Payen memegang peran penting dalam kelahiran Mooi Indie: lukisan alam bersuasana teduh, tenang, indah dan jauh dari gejolak. Hindia yang molek,” tulis Arif Abdurahman yang berjudul Dari Romantisme Terbit Mooi Indie yang dimuat Medium.

Pelukis yang beraliran Mooi Indie ada beberapa nama, dari orang Eropa seperti F.J du Chattel, Manus Bauer, Isaac Israel, Jan Frank. Sementara itu dari masyarakat Pribumi ada Raden Saleh, R Abdullah Suryosubroto, Basoeki Abdullah. Kemudian orang Tionghoa seperti Lee Man Fong, Oei Tiang Oen, dan Biau Tik Kwie.

3. Diejek tapi disayang

Lukisan Bogor (Commons Wikimedia)
Lukisan Bogor (Commons Wikimedia)

Pada mulanya istilah Mooi Indie hanya dipakai untuk memberi judul reproduksi sebelas lukisan pemandangan cat air Du Chattel yang diterbitkan dalam bentuk portofolio di Amsterdam tahun 1930. Tetapi setelahnya menjadi populer di Hinda Belanda semenjak S. Sudjojono mengejek pelukis-pelukis pemandangan pada tahun 1939.

“Benar Mooi Indie bagi si asing, yang tak pernah melihat pohon kelapa dan sawah, benar Mooi Indie bagi si turis yang telah jemu melihat skyscapers mereka dan mencari hawa dan pemandangan baru, makan angin katanya, untuk menghembuskan isi pikiran mereka yang hanya bergambar mata uang sahaja,” tulis Sudjojono dalam tulisannya di Majalah Keboedajaan dan Masjarakat, Oktober 1939 yang dimuat Historia.

Bagi Sudjojono, kesenian seharusnya tidak terpisah dari realitas kehidupan masyarakat sekitar. Sebagai bentuk perlawanan, Sudjojono mendirikan Persatuan Ahli-Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1937. Dirinya tetap memegang pandangan realisme ini walau Persagi telah bubar.

  Letusan Tambora, penyebab orang Eropa terpaksa makan kucing dan tikus

Tetapi aliran ini sangat kuat berakar di masyarakat, Sudjojono akhirnya juga melukis Mooi Indie. Selain itu, salah satu sebabnya adalah patron Sudjojono pada masa pasca kolonial, yakni Presiden Soekarno adalah seorang kolektor dan patron utama mazhab Mooi Indie.

“Sudjojono memang seniman unik, di satu sisi dia pernah habis-habisan menyerang Mooi Indie, tetapi di akhir-akhir hidupnya dia melukis dengan gaya tersebut. Ini menunjukan, sehebat-hebatnya dia, tetap manusia biasa. Bisa tidak konsisten juga,” kata kolektor seni Syakieb Sungkar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya