Ketika Alquran jelaskan fenomena kegelapan di lautan yang dalam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Deep Sea Explorer Safety (Vesa Lehtimäki/Flickr)
Deep Sea Explorer Safety (Vesa Lehtimäki/Flickr)

Dasar laut merupakan dunia yang masih menyimpan berbagai teka-teki yang sudah mulai terungkap oleh para ahli. Bumi yang ditinggali ini mayoritas adalah lautan yang menyimpan misteri di dalamnya dengan total luas lautan sekira 71 persen dari luas permukaan bumi.

Ternyata, fakta-fakta ini telah disebutkan di dalam Alquran, para ahli tersebut dikagetkan dengan hasil temuan mereka yang ternyata jauh lebih dahulu sudah dikatakan di dalam ayat Alquran. Pengetahuan ini telah disampaikan walau pertama kali diturunkan pada 14 abad yang lalu.

Lalu bagaimana Alquran menjelaskan mengenai laut terdalam? Dan bagaimana juga ilmu pengetahuan mengkonfirmasinya? Berikut uraiannya:

1. Alquran tentang laut terdalam

deep sea without colors (Werner Boehm/Flickr)
deep sea without colors (Werner Boehm/Flickr)

Meski diturunkan pertama kali di kalangan Bangsa Quraisy yang tidak mengenal dunia kemaritiman, Alquran membahas masalah laut dalam berbagai sighat (bentuk). Salah satu ayat Alquran yang membahas tentang laut ada pada surah an-Nur ayat 40.

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan, gelap gulita yang tindih bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.”

  Daluang, kertas tradisional media tulis naskah kuno khas Indonesia

Ayat tersebut memang ditempatkan dalam konteks sebagai analogi terhadap orang kafir, yaitu menyamakan orang-orang kafir berada di kegelapan. Meski demikian, tiap ayat Alquran punya rahasia, termasuk dalam ayat tentang kegelapan lautan di atas.

2. Dibuktikan oleh sains

Paus (hdwallpapersaz/Flickr)
Paus (hdwallpapersaz/Flickr)

Laut sendiri memiliki luas lebih banyak dibandingkan daratan yang ada di Bumi. Di dalam lautan terdapat banyak kehidupan berupa ikan dan biota lainnya. Di dalam laut pula terdapat gelombang yang memiliki kekuatan cukup besar.

Kemudian ilmu pengetahuan modern memercayai kedalaman 200 meter di bawah laut tidak bisa ditembus oleh cahaya. Daerah ini disebut afotik. Sedangkan yang berada di bawah 1.000 meter sudah tidak terdapat cahaya sama sekali.

Dalam buku Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik karya Ramadhani dan kawan-kawan dijelaskan bahwa di dalam laut selain gelap ternyata juga terdapat gelombang. Gelombang di laut tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga di bagian dalamnya.

Ahli geologi, Profesor Durga Rao mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan keterangan dalam Alquran. Guna meneliti kegelapan di laut dalam, ilmuwan tentunya dibantu dengan alat-alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu.

  Mitos singa barong dan nagareja yang melindungi kawasan Pegunungan Kendeng

Di kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Profesor Durga Rao menyebut bahwa Surah An-Nur 40 merujuk terutama pada laut atau samudra yang dalam. Bagian dalam dan luar laut dipisahkan oleh gelombang.

Kegelapan mulai terjadi di bawah gelombang dalam laut. Bahkan, ikan yang berada di laut yang dalam tidak dapat melihat dan satu-satunya sumber cahaya yang berasal dari tubuh mereka sendiri. Makhluk laut yang mampu membuat cahaya terdapat di mana-mana.

Bioluminescence sendiri merupakan hal yang lumrah karena dia memberikan kemampuan untuk mempertahankan diri yang sangat berarti bagi binatang yang bersangkutan. Cahaya ini membantu binatang untuk mencari makanan, menarik perhatian pasangannya dan mempertahankan diri dari serangan pemangsanya.

3. Kegelapan di dalam laut

Dalam laut (JordanDick/Flickr)
Dalam laut (JordanDick/Flickr)

Tahun 2010 para peneliti Indonesia dan Amerika bekerja sama dalam mengungkap misteri laut dalam di perairan Sangihe Talaud. Expedisi ini dikenal sebagai Index Satal 2010. Expedisi ini telah mengungkap kegelapan di laut dalam, kehidupan hewan dan tumbuhan di dalam kegelapan di bawah laut.

  Agartha, benarkah kota di perut bumi yang dijelaskan dalam Alquran?

Di dalamnya juga terdapat gunung-gunung api yang menyemburkan panasnya. Keberadaan gunung api ini diduga merupakan sumber mineral dan sumber energi baru di masa depan. Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih.

“Pada kedalaman ini hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 100 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali,” tulus Jhon Perneta dan kawan-kawan.

Karena itu pernyataan ‘gelap gulita di lautan yang dalam’ yang terdapat dalam Surah an-Nur, 1.400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Alquran, sebab informasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinan manusia untuk menyelam di kedalaman samudera.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya