Kisah Nabi Daud sebagai penemu dan pengolah besi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi Daud lawan Jalut (M MG/Flickr)
Ilustrasi Daud lawan Jalut (M MG/Flickr)

Sebagaimana diterangkan dalam Alquran, Nabi Daud AS adalah seorang nabi yang memiliki kerajaan. Namun sebelum Allah menganugerahi sebuah kerajaan padanya, Nabi Daud terlebih dahulu harus berjuang bersama dengan Thalut untuk melawan Jalut.

Dalam beberapa peperangan itulah, Nabi Daud diperintahkan untuk memanfaatkan besi sebagai alat untuk berperang (senjata), seperti pedang, pisau, tombak, panah, atau baju perang. Hal ini dijelaskan dalam beberapa surah Alquran.

Lalu bagaimana kisah pengolahan besi pada zaman itu? Dan apa juga kemampuan Nabi Daud mengalahkan Jalut? Berikut uraiannya:

1. Nabi Daud mengolah besi

Tambang besi (targa54/Flickr)
Tambang besi (targa54/Flickr)

Banyaknya peperangan yang dihadapi oleh bani Israel, membuat pembuatan baju besi sangat penting. Baju besi yang dibuat oleh para ahli sangat berat sehingga seorang yang berperang tidak mudah bergerak dengan bebas ketika memakai baju besi itu.

Pada suatu hari, Nabi Daud duduk sambil merenungkan masalah tersebut dan di depan ada potongan besi yang dirinya main-mainkan. Tiba-tiba beliau mengetahui bahwa tangannya dapat membuat besi itu lunak. Allah SWT memang telah melunakkan besi bagi Daud.

  Misteri Kawah Candradimuka Dieng dan kaitannya dengan kesaktiaan Gatotkaca

Lalu Daud memotong-motongnya dan membentuknya dalam potongan-potongan kecil dan meletakkan sebagian pada yang lain, sehingga beliau mampu membuat baju besi yang baru, yakni baju besi yang terbentuk dari lingkaran-lingkaran besi.

Baju besi ini bila dipakai oleh seseorang yang berperang makan dia akan leluasa untuk bergerak maka dia akan leluasa untuk bergerak dan tubuhnya tetap terlindung dari pedang dan kampak. Baju besi itu lebih baik dari semua baju besi yang ada pada saat itu, Nabi Daud bersyukur kepada Allah SWT.

2. Industri besi

Baju perang (Manuel Fernandez/Flickr)
Baju perang (Manuel Fernandez/Flickr)

Setelah itu, banyak pabrik-pabrik berdiri untuk membuat baju besi yang baru. Ketika selesai pembuatan baju besi itu dan diberikan kepada pasukannya maka musuh-musuh Daud mengetahui bahwa pedang mereka tidak akan mampu menembus baju besi itu.

Baju besi yang dipakai oleh para musuh itu sangat berat dan dapat ditembus oleh pedang. Baju besi yang mereka pakai menyebabkan tidak dapat bergerak bebas dan melindungi saat berperang. Hal ini berbeda dengan dengan baju besi yang dibuat oleh Nabi Daud.

  Sungai Brantas dan jejak sejarah perdagangan internasional

Setiap peperangan yang diikuti oleh tentara Daud maka pasukannya akan selalu mendapat kemenangan. Namun dirinya mengetahui bahwa kemenangan ini semata-mata datangnya karena Allah SWT sehingga rasa syukurnya kepada-Nya semakin bertambah.

“Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Daud karunia kami. (Kami berfirman): ‘Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud’, dan Kami telah melunakkan besi padanya. (Yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Saba: 10-11).

“Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud, dan Kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi kepada kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).” (QS al-Anbiya: 79-80).

3. Tambang besi

Tambang besi (Michael Naify/Flickr)
Tambang besi (Michael Naify/Flickr)

Semasa hidup, Nabi Daud adalah seorang pandai besi yang terampil. Pada tahun 2008, ditemukan sebuah situs yang diduga sebagai lokasi tambang besi miliknya dan Nabi Sulaiman. Tambang besi ini tepatnya terletak di Yordania bagian selatan.

  Aspal alam Buton, harta karun dunia asal Sulawesi Tenggara

Di sini, ditemukan berbagai jenis barang tambang, seperti besi, emas, perak, tembaga, dan perunggu. Barang tambang itulah yang diperkirakan menjadi bahan untuk membangun kuil Sulaiman.

Para ilmuwan telah melakukan uji karbon dan hasilnya menunjukan bahwa tambang tersebut sudah ada sejak masa Nabi Sulaiman.

Kawasan tambang tembaga tersebut berada di daerah perbukitan. Di lokasi itu, ditemukan bekas-bekas penggalian dan reruntuhan bangunan yang diduga menjadi bagian dari industri pertambangan kuno.

Kawasan itu sebenarnya pernah diteliti pada tahun 1970, namun hasilnya tambang tersebut disebut berusia sekitar abad ke 7 SM, sekitar 300 tahun setelah Nabi Sulaiman.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya