Cerita tembok raksasa di kaki Gunung Kazbek

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Gunung Kazbek (Kola Muzhanovskyy/Flickr)
Gunung Kazbek (Kola Muzhanovskyy/Flickr)

Alquran mengabadikan kisah istimewa tentang seorang Raja yang saleh bernama Zulkarnain. Seorang raja ini membuat sebuah mahakarya berupa tembok besi yang sangat kuat. Tembok tersebut dibangun Zulkarnain saat dia berkelana ke sebuah wilayah antah berantah yang cukup primitif.

Tempat ini disebut primitif karena di wilayah tersebut masyarakatnya tidak bisa mengerti bahasa manusia normal. Di sanalah Zulkarnain diminta oleh penduduk setempat untuk membangun sebuah tembok pembatas. Tembok ini begitu kuat dan hanya akan hancur atas izin Allah menjelang kiamat.

Lalu mengapa tembok ini begitu kuat? Dan apa yang menyebabkan tembok yang dibangun Zulkarnain ini begitu sepesial? Berikut uraiannya:

1. Siapa itu Zulkarnain?

The Great (Valantis Antoniadis/Flickr)
The Great (Valantis Antoniadis/Flickr)

Sosok Raja Zulkarnain hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Mengutip buku Jejak Ya’juj dan Ma’juj karya Wisnu Sasongko yang dimuat Kumparan, Ubaid bin Umar yang merupakan kalangan tabi’in berpendapat sosok ini hidup pada zaman Nabi Ibrahim AS.

Selain itu ada yang menyatakan sosok ini adalah Alexander The Great dari Makedonia. Dia hidup sekitar tahun 330 SM dan pernah memerangi Persia, dan menguasai kerajaan Darius. Figur ini kemudian memperluas kekuasaannya hingga ke India dan Mesir. Di Mesir namanya didirikan kota Iskandariah untuk memperingati jasa-jasanya.

  Cerita Selat Muria yang pernah pisahkan Jepara dari Pulau Jawa

Tetapi banyak juga sejarawan Muslim yang membantah Alexander adalah Zulkarnain. Perbedaan mendasarnya adalah Alexander adalah seorang raja yang menyembah pagan (dewa-dewa). Selain itu, ada yang menyebut Zulkarnain hidup pada abad ke 6 SM, artinya jauh sebelum Alexander yang Agung ada.

Sejumlah sejarawan Muslim menyebut Zulkarnain adalah julukan Abu Karb al-Himyari atau Abu Bakar bin Ifraiqisy dari Daulah al-Jumariyah (152-115 SM). Kerajaannya disebut at-Tababi’ah. Dirinya dijuluki Zulkarnain alias ‘pemilik dua tanduk’ karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di barat sampai timur.

Sementara itu, menurut Ibnu Abbas, Zulkarnain adalah seorang raja yang saleh. Dia adalah seorang utusan Allah (nabi), karena Allah berfirman kepadanya. Di Alquran diceritakan juga sosok laki-laki beriman yang melakukan perjalanan ke daerah China yang dikaitkan dengan pembangunan tembok untuk menghalangi Ya’juj dan Ma’juj.

2. Tembok yang kokoh

Tembok besar (Jochen Hertweck/Flickr)
Tembok besar (Jochen Hertweck/Flickr)

Dikisahkan Zulkarnain melakukan ekspedisi ke bumi belahan barat, kemudian ke timur, lalu sampai ke suatu tempat di antara dua gunung yang terletak di belakang sungai Jihun di negeri Balkh dekat kota Tirmiz. Di sana dirinya menjumpai kaum yang hampir tidak mengerti percakapan manusia.

Warga setempat lantas meminta kepada Raja Zulkarnain untuk membantu menghindarkan diri dari kaum bernama Ya’juj dan Ma’juj ini. Dalam Surat Al Kahfi ayat 94, kaum ini digambarkan sebagai makhluk yang membuat kerusakan di muka Bumi.

  Kecintaan pada alam dan cara Raden Saleh melukisannya

Mendengar permohonan kaum yang terancam tersebut, hati Raja Zulkarnain tergerak untuk membantu. Dirinya tidak mengharap imbalan apapun, hanya meminta warga setempat untuk sama-sama membantunya. Zulkarnain meminta warga untuk membawa besi dan tembaga.

Setelah terkumpul, besi dan tembaga dimasukan ke dalam sebuah wadah yang kemudian dipanaskan. Zulkarnain memanaskan besi dan tembaga tersebut hingga menjadi leleh. Setelah meleleh, barulah cairan besi dan tembaga tersebut dimasukan ke dalam pondasi yang telah disiapkan. 

Perlu diketahui, pondasi yang disiapkan Zulkarnain untuk membuat tembok tersebut, dibangun membentang di antara dua gunung. Jadi bisa dibayangkan, seberapa besar tembok tersebut dan seberapa banyak besi maupun tembaga yang harus disiapkan.

Tak hanya itu, entah teknologi apa yang dimiliki Zulkarnain ketika membangun sebuah tembok pembatas. Sebab hingga kini, tembok tersebut tak bisa dihancurkan oleh gerombolan Ya’juj dan Ma’juj. Hanya ketika hari kiamat tiba, Allah sendiri yang akan meluluhlantahkan tembok itu, hingga Ya’juj dan Ma’juj bebas keluar.

3. Di mana letak tembok ini?

Gunung Georgia (Paweł Błaszak/Flickr)
Gunung Georgia (Paweł Błaszak/Flickr)

Banyak peneliti yang masih mencari keberadaan dari tembok yang dibangun oleh Zulkarnain. Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid, seorang penulis dan peneliti tembok Zulkarnain mempercayai bahwa tembok yang dimaksud adalah Tembok China.

  Tembakau, cerita awal mula kedatangan "emas hijau" ke Indonesia

Namun, bila dilihat secara fisik terdapat perbedaan yang sangat jelas antara tembok yang dibangun Zulkarnain dengan tembok China. Pertama Tembok China terbuat dari susunan batu bata, sedangkan dalam Alquran disebutkan tembok Zulkarnain terbuat dari tumpukan besi yang kemudian dicampur dengan tembaga.

Sedangkan seorang pengelana muslim terkenal, Ibnu Batutah sempat menyinggung keberadaan tembok ini di suatu tempat di daerah Georgia. Di sana masyarakatnya mengaku sering mendengar suara riuh yang menakutkan dari dalam tembok besi. Karena penasaran Ibnu Batutah mendekatkan diri dan terdengar suara riuh di dalamnya.

Tempat yang disebut sebagai Celah Dariel ini memang tepat dengan ciri-cirinya karena banyak mengandung mineral besi dan tembaga. Para ilmuan mendefinisikan, persisnya posisi tembok Zulkarnain ini berada di kaki Gunung Kazbek.

Di sana ada timbunan besar berupa tembok yang dibuat dari besi bercampur tembaga. Kawasan ini dikenali sebagai Lorong Dariel yang ketinggiannya mencapai 3,950 kaki atau 1.204 mdpl. Ada juga yang menyebutkan dengan Gerbang Iberia, hingga saat ini keberadaan kandungan mineralnya masih dijaga ketat oleh pemerintah Georgia dan Rusia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya