Pernah kuasai Greenland, mengapa Bangsa Viking malah meninggalkannya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Greenland (Patty's Flickr/Flickr)
Greenland (Patty's Flickr/Flickr)

Suku Viking pernah mendiami Greenland selama berabad-abad dan populasinya berkembang pesat di sana. Namun mereka tiba-tiba saja meninggalkan tanah itu. Peneliti mencoba menemukan sejumlah alasan dan asumsi kepergian bangsa Viking dari tempat itu pada abad ke 14.

Para ilmuwan mungkin telah menemukan faktor penting di balik mengapa orang Nordik secara misterius meninggalkan pemukiman terbesar mereka di Greenland. Ahli percaya menurunnya temperatur jadi salah satu alasan mengapa orang Viking meninggalkan Greenland. Namun ternyata, bukan itu penyebabnya.

Lalu bagaimana sejarah bangsa Viking ketika menetap di Greenland? Dan apa juga penyebab bangsa ini meninggalkan pemukiman besar mereka? Berikut urainya:

1. Bangsa Viking di Greenland

Viking (Viking Store 888/Flickr)
Viking (Viking Store 888/Flickr)

Bangsa Viking merupakan suku bangsa asal Skandinavia ini dikenal sebagai bangsa penakluk yang tangguh, bahkan mereka juga disebut sebagai perompak paling kejam dalam sejarah dunia. Bangsa ini awalnya berkediaman di Skandinavia alias wilayah modern Denmark, Swedia, Norwegia.

Kemudian mereka berlayar ke banyak wilayah di Eropa, salah satunya Greenland pada tahun 985 Masehi. Di tempat ini orang-orang Viking mulai membersihkan tanah semak, lalu menanam rumput menjadikannya sebagai padang rumput untuk ternak mereka.

  Kesetiaan anjing yang terekam oleh Alquran dalam kisah Ashabul Kahfi

Kehidupan orang Viking kemudian berkembang pesat hingga puncaknya mencapai 2.000 jiwa setelah 400 tahun berada di wilayah tersebut. Bahkan mereka mendirikan dua pemukiman yang disebut Pemukiman Timur dan Pemukiman Barat.

Namun secara misterius, kedua pemukiman itu ditinggalkan. Pemukiman Barat ditinggalkan selama abad 14, sementara Pemukiman Timur bertahan sampai sekitar tahun 1450 Masehi. Dari logika banyak orang menduga kepergian mereka disebabkan oleh iklim yang tidak ramah.

2. Alasan perginya bangsa Viking

Viking (Edward Hand/Flickr)
Viking (Edward Hand/Flickr)

Mengutip dari Live Science yang dimuat di Kompas, studi yang dilakukan peneliti selama tiga tahun mengumpulkan sampel sedimen dari sebuah danau di dekat Pemukiman Timur untuk mencari datang tentang seperti apa iklim di dekat tempat tinggal orang Nordik tersebut.

Rekonstruksi sebelumnya menunjukan bahwa wilayah tersebut mengalami penurunan suhu yang signifikan sekitar tahun 1300 Masehi. Namun, analisis yang terbaru justru menunjukan hal yang berbeda. Menurut hasil penelitian terbaru penyebab utama orang Viking meninggalkan Greenland ternyata adalah kekeringan.

Menurut analisis inti sedimen terbaru, wilayah pemukiman mengalami periode kering yang dimulai sekitar tahun 950 Masehi atau jauh sebelum bangsa Viking tiba. Situasinya juga makin memburuk sebelum akhirnya stabil pada abad ke 16.

  Kecintaan pada alam dan cara Raden Saleh melukisannya

“Iklim yang lebih kering sangat mengurangi produksi rumput yang penting untuk pakan ternak di musim dingin. Dan tren kekeringan ini bersamaan dengan perubahan pola makan orang Nordik menjadi makanan laut,” tulis peneliti dalam laporannya.

Meski tim mengatakan ini bukan satu-satunya alasan mengapa bangsa Nordik pergi. Tetapi kekeringan menjadi faktor penting di balik mengapa orang Nordik secara misterius meninggalkan pemukiman terbesar di Greenland. Bukan lantaran cuaca dingin, seperti yang diungkapkan beberapa ahli selama ini.

3. Musim kering yang menyebabkan kelaparan

Greenland (Ívar Atli Sigurjónsson/Flickr)
Greenland (Ívar Atli Sigurjónsson/Flickr)

Para peneliti Menemukan bahwa iklim Greenland selatan menjadi semakin kering selama periode Norse. Dengan kekeringan ini, orang Viking tidak mampu menanam cukup rumput untuk menjaga ternak mereka dari kelaparan selama musim dingin yang panjang.

Petani Viking harus menahan musim dingin dengan makanan yang mereka simpan, dan bahkan di tahun yang baik, hewan hewan ternak mereka sangat lemah sehingga harus dibawa ke ladang begitu salju mencair di musim semi. Dalam kondisi ini konsekuensi kekeringan akan bertambah parah.

  Kisah semua benteng di Ternate yang dibangun demi lindungi cengkeh

Tim peneliti juga menemukan, karena dilanda kekeringan dan tiba bisa menggantungkan hidup dari pertanian, orang-orang Viking mengubah pola diet mereka jadi berburu hasil laut. Orang Viking menjadi berburu mamalia laut yang mana lebih berbahaya dan serba tidak pasti.

Meski begitu, mungkin ada pula faktor lain yang membuat Viking meninggalkan Greenland, seperti tercatat antara tahun 1402 dan 1404, sebuah epidemi yang kemungkinan wabah pes melanda Islandia dan membuatnya kehilangan setengah populasi.

Peneliti lain menyebut alasan kepergian ini adalah mulai muaknya anak anak muda dengan pola makan dan kehidupan yang monoton di ujung dunia. Ketika kaum muda telah meninggalkan Greenlad dan tidak ada lagi perempuan muda yang subur bertahan, maka tidak ada alasan selain pergi.

“Ini menunjukan bahwa kaum muda khususnya meninggalkan Greenland, dan ketika jumlah perempuan subur turun, penduduk tidak dapat menghidupi dirinya sendiri,” papar Jette Arneborg, salah satu penulis studi 2012 dalam rilis berita Universitas Copenhagen pada 2012.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya