Dari Jokowi hingga Dubes Jerman, ini deretan ‘protes’ dari pegiat lingkungan cilik Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Kepedulian akan lingkungan bukan hanya jadi menjadi tanggung jawab bagi beberapa orang atau kalangan tertentu. Berkaitan dengan masa depan tempat di mana generasi selanjutnya menjalani kehidupan, hal ini juga menjadi isu yang seharusnya banyak disadari oleh semua kalangan termasuk generasi muda.

Beruntungnya, kini semakin banyak bermunculan anak-anak muda yang memiliki kesadaran tinggi akan hal tersebut, beberapa bahkan dengan berani menyuarakan aksi dan kepedulian lebih tinggi dibanding orang dewasa, salah satunya adalah Aeshnina Azzahra.

Bagi mereka yang memang aktif mengikuti perkembangan di bidang lingkungan, sosok Nina sendiri sudah bukan lagi menjadi nama yang asing. Usianya padahal masih 15 tahun, namun karena berasal dari keluarga dengan latar belakang yang memang menaruh perhatian besar di bidang terkait, kecintaan Nina akan lingkungan pun ikut terpupuk.

Sejak beberapa tahun terakhir, dirinya dikenal aktif menyuarakan berbagai keresahan mengenai kerusakan lingkungan. Bukan hanya sebatas aksi kosong, semuanya ia lakukan mulai dari menggaungkan gerakan pemeliharaan, bahkan sampai melayangkan ‘protes’ ke jajaran pemimpin negara dan menyampaikan keresahannya langsung ke mata dunia.

  Memahami seluk-beluk bahaya mikroplastik

1. Surati Jokowi

Langkah terbaru yang belum lama ini kembali dilakukan oleh gadis cilik kelahiran tahun 2007 tersebut, dan kembali banyak mencuri perhatian adalah mengenai keputusannya untuk mengirim surat kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Dalam surat yang disampaikan, Nina meminta orang nomor satu di tanah air tersebut untuk menyetop impor sampah plastik yang secara terselubung rupanya memang banyak diterima oleh Indonesia.

Lewat surat yang dibuat dengan tulisan tangannya, Nina mengungkap adanya penyelundupan sampah plastik kotor dalam sampah kertas yang dikirim ke Indonesia dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Karena itu, ia meminta pemerintah membuat peraturan tegas untuk mencegah masuknya sampah impor plastik yang dimaksud.

“Saya mohon Pak Jokowi agar mengawasi industri-industri nakal yang membuang limbah kotornya ke sungai, serta saya ingin pak Jokowi tidak hanya mementingkan pembangunan, tapi juga dampak lingkungannya,” tulis Nina.

2. Surat protes ke Dubes Jerman

Bukan kali pertama dan bukan hanya dialamatkan kepada pimpinan negara sendiri, surat protes yang berisi keresahan juga disampaikan oleh Nina kepada perwakilan salah satu negara yang diyakini sebagai pengirim sampah yang selama ini menjadi keresahannya, yakni Jerman.

  Amalia Rezeki, sosok inspiratif penyelamat bekantan di Kalimantan Selatan

Pada awal tahun 2020 lalu, Nina bahkan diketahui bertemu langsung dengan Duta Besar (Dubes) Jerman yakni Peter Schoof, untuk menyampaikan keresahan yang ia tuangkan dalam surat tulisan tangan buatannya sendiri.

Kesempatan pertemuan kala itu bisa berjalan karena Nina sendiri yang ternyata diundang langsung oleh Peter untuk datang ke kantor Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Menanggapi apa yang disampaikan oleh gadis muda tersebut, kala itu Peter menyebut bahwa pihaknya akan melakukan upaya terbaik untuk memecahkan permasalahan yang ada.

“Saya akan berbuat yang terbaik agar kamu bisa mendapat jawaban sesegera mungkin,” ujar Peter Schoof, saat menerima secara langsung surat dan petisi yang ditandatangani oleh sekitar 200 orang dari Nina.

3. Pidato di forum lingkungan dunia

Tidak hanya menuangkan keresahannya kepada para pemimpin dan perwakilan negara tertentu, Nina rupanya juga ingin agar permasalahan lingkungan yang sudah sangat serius bisa dipahami dengan baik oleh berbagai kalangan.

Berangkat dari keinginan tersebut, ia menyampaikan pidato dengan permasalahan yang sama pada sebuah forum lingkungan internasional di tahun 2021 lalu, yakni Plastic Health Summit 2021 yang berlangsung di Amsterdam, Belanda.

  Ini arti 7 simbol daur ulang pada kemasan plastik

Bertolak langsung ke Belanda dan ingin keresahan serta permasalahan yang ada di Indonesia didengar oleh dunia, Nina berpidato dengan lugas dan menyampaikan kepada negara-negara Eropa agar menghentikan upaya penyelendupan sampah plastik ke tanah air.

“Tolong jangan menambah beban kami, Indonesia bukan tempat pembuangan sampah global…” tegas Nina dalam pidatonya.

Foto: 

  • Instagram @aeshnina
  • German Embassy Jakarta
  • Aliansi Zero Waste Indonesia

Artikel Terkait

Artikel Lainnya