Mengenal 3 sosok pemuda aktivis lingkungan yang menginspirasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
kelompok aktivis muda Bye Bye Plastic Bags (Instagram @melatiwijsen)

Bukan hanya orang dewasa, kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan juga memerlukan peran besar dari kalangan generasi muda. Dan bukan satu atau dua orang yang ada, aktivis lingkungan muda kini bukan hal yang sulit untuk ditemukan.

Ada segelintir nama yang mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pegiat lingkungan baik nasional maupun global. Beberapa bahkan terkenal karena rasa kekaguman orang-orang akan kepedulian mereka di usia yang masih sangat belia. Salah satunya adalah Aeshnina Azzahra, perempuan berusia 14 tahun yang sudah menyuarakan isu mengenai bidang satu ini sampai ke taraf internasional.

Namun bukan yang pertama dan satu-satunya, masih ada sederet sosok aktivis lingkungan muda yang tak kalah berpengaruh, dan banyak dikenal. Siapa saja sosok yang dimaksud? Berikut daftarnya:

1. Melati dan Isabel Wijsen

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Melati Riyanto Wijsen (@melatiwijsen)

Dua bersaudara Wijsen ini merupakan kakak-beradik kelahiran tahun 2000 dan 2002, yang aktif menyuarakan isu lingkungan dari segi permasalahan iklim. Di samping itu, mereka juga aktif melakukan kampanye mengenai penindakan sampah plastik, yang dibarengi dengan aksi nyata pengelolaannya.

  Mengenal deretan petani muda Indonesia di Hari Tani Nasional

Dengan latar belakang salah satu orang tua asal Belanda, mereka kerap memiliki kesempatan berpartisipasi dalam gelaran lingkungan bertaraf internasional.

Di Bali, keduanya mendirikan Bye Bye Plastic Bags (BBPB) pada tahun 2013, di mana Melati memaparkan gerakan organisasi tersebut pada forum World Ocean Day di tahun 2017. Lain itu, dirinya juga menyuarakan gerakan yang sama di berbagai kesempatan global lain yang berada di bawah naungan PBB.

Kini gerakan BBPB tidak hanya aktif dan membawa perubahan di Bali, namun keberadaannya juga sudah meluas ke Jakarta, Bandung, dan Batam.

2. Xiye Bastida

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Xiye Bastida (@xiyebeara)

Sama-sama kelahiran tahun 2002, perempuan muda yang berasal dari Meksiko ini juga dikenal sebagai aktivis yang aktif menyuarakan isu iklim. Kepedulian Bastida terhadap lingkungan sendiri juga lahir dari latar belakang kedua orang tuanya yang merupakan pencinta lingkungan.

  Mendorong agar wilayah Danau Toba nampak lebih hijau

Gerakannya sebagai aktivis berawal dari sebuah klub di bidang terkait, dan terinspirasi dari sosok aktivis lain yang lebih dulu banyak dikenal, yakni Greta Thunberg. Jika Thunberg berasal dari Swedia, Bastida kerap dijuluki sebagai ‘Thunberg versi Amerika’.

Dirinya merupakan salah satu penggagas dari gerakan Fridays for Future (FFF). Gerakan tersebut diisi oleh para siswa sekolah skala internasional, yang mengkhususkan hari Jumat sebagai waktu untuk melakukan demonstrasi dan menuntut para pemimpin dunia mencegah perubahan iklim secara nyata.

Peran Bastida dalam menyuarakan isu lingkungan di berbagai ajang internasional juga tak kalah besar. Dirinya bahkan sampai diberikan penghargaan Spirit of the UN pada tahun 2018.

3. Isra Hirsi

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by isra hirsi (@israhirsi)

Sama-sama berasal dari Amerika, Hirsi merupakan aktivis lingkungan muda lain kelahiran tahun 2003 yang tak kalah disegani. Dirinya merupakan salah satu pendiri Youth Climate Strike untuk perwakilan Amerika Serikat. Gerakan tersebut juga dikenal dengan nama Global Week Future, yang merupakan aksi protes skala internasional dan sudah dilakukan di sebanyak 99 negara dunia.

  Mengintip kreativitas pendirian kebun organik di perkotaan garapan Sutomo

Dalam organisasi cabang Amerika tersebut, Hirsi berperan sebagai co-executive director. Bicara mengenai awal mula gerakannya, Hirsi diketahui memulai kegiatan sebagai aktivis saat menempuh tahun pertama di sekolah menengah dengan bergabung pada klub lingkungan yang ada.

Beberapa pencapaian tak kalah besar sempat diraih, salah satunya pernah mendapat penghargaan Voice of the Future Award pada tahun 2019. Lain itu di tahun 2020, dia juga masuk dalam daftar sosok 40 under 40 Government and Politics majalah Fortune.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya