Indeks kualitas air di Indonesia (2015-2021)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi perairan di Indonesia (Eugene Kaspersky/Flickr)

Sebagai sumber kehidupan, air memiliki peran penting demi kelangsungan manusia, lingkungan, dan alam sekitarnya. Karena itu, tak heran jika kualitas air juga menjadi salah satu parameter dalam memperhitungkan kualitas lingkungan hidup.

Dari tahun ke tahun, pemerintah sebenarnya telah menentukan standar Indeks Kualitas Air (IKA) yang ingin dicapai. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi standar air bermutu untuk kebutuhan rumah tangga.

Di tahun 2021, pemerintah atau dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menentukan target indeks sebesar 55,2 poin. Namun, target itu belum berhasil terpenuhi. Di tahun tersebut, skor yang tercapai baru berada di angka 53,33 poin.

Sayangnya, kondisi serupa juga terus dialami selama kurang lebih 5-6 tahun terakhir. Di tahun 2015 misalnya, skor IKA nasional msih berada di angka 53. Kemudian skor tersebut turun ke angka 50 pada tahun 2016, meski sempat kembali merangkak naik ke angka 53 pada tahun 2017.

Skor kualitas air Indonesia kembali mengalami penurunan di tahun 2018, ke angka 51. Baru di dua tahun setelahnya yakni 2019 dan 2020, skor tersebut kembali naik secara berturut-turut ke angka 52 dan 53. Meski begitu, skor yang diraih tetap belum berhasil memenuhi standar IKA yang telah ditetapkan KLHK.

  Waktu urai sampah ternyata ada yang mencapai ratusan tahun

Belum terpenuhinya IKA secara memuaskan disinyalir terjadi karena masih ditemukannya kandungan BOD (biological oxygen demand) dan E Coli. Di saat bersamaan, hal tersebut juga mencerminkan jika limbah rumah tangga di Indonesia belum terkelola dengan baik. Karena itu, upaya mempercepat perbaikan sanitasi dinilai perlu dilakukan dengan segera.

Indeks kualitas air

Sumber: KLHK (2021)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya