Perubahan jumlah nelayan yang ada di Indonesia (2010-2020)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi nelayan

Nelayan merupakan salah satu profesi penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bukan sekadar mencari ikan, mereka secara tidak langsung juga berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di Indonesia. Sementara itu dalam cakupan lebih luas misalnya ekonomi, mereka berperan dalam meningkatkan nilai ekspor yang berpengaruh terhadap PDB.

Sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang ke-2 di dunia, tak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan. Meski kenyataannya selama satu dekade terakhir, jumlah nelayan di Indonesia kerap mengalami perubahan naik dan turun.

Misalnya pada tahun 2010, tercatat jika jumlah nelayan di Indonesia berada di angka 1,26 juta orang. Jumlah tersebut kemudian meningkat di dua tahun berikutnya menjadi 2,26 juta orang (2011), dan 2,27 juta orang (2012).

Namun, penurunan terjadi di tahun 2013 ketika jumlah masyarakat dengan profesi ini berkurang menjadi 2,16 juta orang. Kembali merangkak secara perlahan, jumlahnya bertambah menjadi 2,21 juta orang (2014), dan 2,27 juta orang (2015).

  Jumlah paus terdampar di Sumatra (2012-2021)

Kembali mengalami naik-turun selama tahun 2016-2018, penurunan paling signifikan kembali terasa di tahun 2019. Saat itu, jumlah nelayan berkurang menjadi 2,08 juta orang. Menariknya, pengurangan tersebut kembali ditutup dengan angka pertambahan yang cukup besar. Di mana pada tahun 2020, tercatat jika jumlahnya kembali meningkat menjadi 2,35 juta orang.

Jika diakumulasi tanpa melihat proses naik-turun yang terjadi, maka selama satu dekade (2010-2020) jumlah nelayan di Indonesia bertambah sebanyak 196.622 orang.

Jumlah nelayan laut di Indonesia (2010-2020)

Satuan: Orang

Sumber: Satu Data KKP

Artikel Terkait

Artikel Lainnya