Mengapa dimensi layar ponsel kian bongsor?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi melakukan pekerjaan dengan ponsel (iStockphoto)

Pernahkah kalian merasakan ponsel saat ini cenderung lebih mirip “batu bata”, besar dan berat, sehingga kita harus menempatkannya di dalam tas–tak lagi di saku celana atau kantong baju. Ini tentu berbeda dengan tren beberapa dekade sebelumnya, ketika ponsel cenderung lebih kecil dan compact

Karena memang makin ke sini kebutuhan akan digitalisasi semakin menuntuk kita untuk memiliki perangkat yang fleksibel dan inovatif. Hal tersebut tak terlepas dari tuntutan pekerjaan dan tentu kebutuhan digitalisasi dan multimedia.

Dalam laman Tech Evaluate juga dibahas soal fenomena ini. Mereka bahkan menggaris bawahi lantaran hal ini tak terlepas dari perubahan dan inovasi teknologi perangkat seluler.

Banyak orang saat ini menggunakan ponsel lebih dari sekadar melakukan komunikasi, namun cenderung kepada menikmati hiburan serta mengerjakan tugas-tugas.

Nah, agar optimal tentu dibutuhkan layar ponsel yang lebih lebar, baterai besar yang tahan lama, serta komponen penunjang kualitas mumpuni–sebut saja hardware dan software. Beberapa kombinasi kebutuhan tadi yang pada akhirnya membuat produsen ponsel terus berinovasi. 

Bahkan dalam sebuah survei pada 2019 yang ditulis dalam laman Style, menemukan fakta bahwa prioritas utama bagi pengguna ponsel pintar adalah peningkatan daya tahan baterai dan kualitas kamera. 

Tuntutan lainnya adalah untuk mendapatkan foto berkualitas baik dari sebuah ponsel, pilihan lensa tambahan, serta kemampuan fitur  zoom yang tidak terbatas, yang cenderung menciptakan tantangan bagi produsen ponsel untuk membuat perubahan, yang tentu saja tak bisa diterapkan dengan ponsel yang berukuran kecil.

  Fenomena komet hijau yang muncul tiap 50 ribu tahun sekali

Kami kemudian mencari dan menelusuri alasan produsen ponsel yang kian kemari kian membuat produk ponsel dengan dimensi layar yang semakin lega, bahkan ada ponsel–bukan tablet, lho ya–yang memiliki ukuran layar hingga 6,8 inci.

Beberapa forum teknologi, laman resmi produsen ponsel, serta data-data pengguna ponsel dari masa ke masa, pada akhirnya memberikan jawaban, mengapa ukuran ponsel kekinian makin bongsor.

Boleh jadi, ini jawabannya

Implementasi dimensi ponsel dengan kebutuhan aplikasi dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

1. Efisiensi tampilan antar muka

Ilustrasi split screen (IT smurf)

Dimensi ponsel–terutama ukuran layar–dapat memengaruhi tampilan dan antarmuka (user interface) pengguna aplikasi. Aplikasi yang dirancang untuk ponsel dengan layar kecil mungkin perlu mengoptimalkan tata letak elemen-elemen antarmuka agar tetap terbaca dan mudah digunakan, dan tentu saja untuk saat ini tak lagi relate.

Di lain sisi, ponsel dengan layar yang lebih besar dapat memberikan lebih banyak ruang tampilan, memungkinkan lebih dari satu aplikasi dapat tampil dalam satu layar, atau juga biasa disebut sebagai split-screen.

2. Penyesuaian resolusi layar

Ponsel lipat samsung (Samsung)

Resolusi layar ponsel juga penting untuk dipertimbangkan dalam pengembangan aplikasi. Aplikasi harus mampu menyesuaikan tampilan dan elemen grafis agar sesuai dengan resolusi layar yang berbeda. Ini memastikan bahwa tampilan aplikasi tetap tajam dan mudah dibaca.

Lain itu, kecenderungan menggunakan ponsel untuk hiburan, seperti bermain gim dan menonton streaming/youtube yang kian ke sini kian menjadi kebutuhan pengguna ponsel. Hal yang memaksa produsen ponsel untuk terus beinovasi dan memfasilitasi kebutuhan ini.

  Tanaman bioenergi sebagai potensi sumber energi baru di masa depan

Bahkan, saat ini inovasi ponsel lipat (foldable), mulai diterapkan untuk memenuhi kebutuhan itu. Pendek kata, produsen akan membuat dimensi ukuran ponsel tetap ringkas, namun memiliki tampilan layar uang lebih lapang–layaknya tablet atau komputer mini. 

Contohnya bisa kita lihat pada beberapa produk yang dikeluarkan produsen ponsel kelas dunia, sebut saja: Huawei (fold), Samsung (fold dan flip), Xiaomi (fold), dan Oppo (fold dan flip).

Seperti ditulis Okezone.com, bahkan disebutkan penjualan ponsel lipat (fold dan flip) dari jenama Samsung diperkirakan akan naik hingga 50 persen pada tahun ini.

3. Dukungan multimedia dan kapasitas baterai

Ilustrasi menonton video dengan menggunakan ponsel (iStockphoto)

Kinerja ponsel yang harus optimal serta kapasitas baterai yang mumpuni juga menjadi faktor lain mengapa dimensi ponsel kian bongsor.

Dengan ukuran ponsel yang semakin bongsor, tentu akan lebih mudah bagi produsen untuk memasang baterai dengan ukuran yang lebih jumbo agar pengguna tak lagi risau dengan daya tahan baterai saat menonton streaming/video.

Lain itu, dimensi ponsel yang lega juga menempatkan ruang yang ideal untuk sensor-sensor multi kamera–bahkan untuk memasang hardware gimbal sekalipun.

Bahkan iPhone yang dulu terkenal sebagai perangkat ringkas dan efisien, mau tak mau harus mengikuti tren dengan menjual ponsel dengan layar lega karena ‘isu’ daya tahan baterai ini. Lihat saja beberapa varian mereka dengan label “Pro Max“.

Padahal, jika kita telusuri mereka telah memiliki tablet mungil dan ringkas seperti iPad Mini. 

  Upaya POCO menjadi lifestyle trendsetter jenama teknologi di Indonesia

4. Ukuran modem yang kian besar

Modem 5G produk Apple (Makemac)

Di era koneksi 5G, sebagian besar operator seluler menggunakan teknologi Multi-Spektrum 5G, yang memanfaatkan tiga klasifikasi pita radio 5G, yakni spektrum gelombang pita rendah di bawah 1 GHz, spektrum pita menengah antara 1 GHz dan 6 GHz, dan spektrum pita tinggi, atau gelombang milimeter (mmWave), spektrum di atas frekuensi radio 24 GHz.

Sejatinya, komponen modem 5G adalah komponen baru. Sebuah komponen membutuhkan lebih banyak daya, yang pada akhirnya memengaruhi desain ponsel–karena modemnya kurang ramping ketimbang model sebelumnya (3G atau 4G).

Artinya, produsen ponsel harus mengakalinya untuk memberikan ruang berlebih pada ponsel. Tentu saja mereka tak ingin bahwa desain ponsel cenderung ‘lebih tebal’, tapi lebih memilih ‘melebarkan’ ukuran ponsel yang berdampak pada ukuran layar yang disematkannya.

5. Menjadi alternatif fungsional PC

Ilustrasi melakukan pekerjaan dengan ponsel (iStocphoto)

Hal lainnya yang menjadi alasan ponsel pintar memiliki dimensi yang lebih besar adalah sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan fungsi PC.

Semisal, dengan ponsel memungkinkan kita untuk melakukan berbagai tugas dengan lebih mudah/nyaman, seperti browsing yang lebih proper, membaca/menulis surel/email, mengedit dokumen Word/Excel, mengedit video, memonitor CCTV, dan hal lainnya.

Meski begitu, tetap menjadi pilihan bagi pengguna untuk memilih akan menggunakan produk yang seperti apa. Namun tentunya dengan melakukan berbagai pengujian dan adaptasi desain untuk berbagai ukuran dan resolusi layar ponsel, para produsen bakal menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Artikel Terkait