3 Jenis tanaman obat yang dapat ditanam dengan mudah di rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Lidah buaya (Lisa Aggie/flickr)

Indonesia bukan hanya kaya akan rempah, di saat bersamaan keuntungan dari tanaman rempah yang ada nyatanya juga kerap dikenal sebagai tanaman obat. Beberapa dari jenis tanaman yang dimaksud dan memiliki dua fungsi sekaligus sebut saja jahe, kencur, kunyit, dan masih banyak lagi.

Masyarakat Indonesia sendiri hingga saat ini masih banyak yang mempercayai pengobatan untuk masalah kesehatan secara tradisional dengan tanaman obat. Salah satu alasan pengobatan tradisional masih banyaknya diandalkan adalah karena sifat yang alami dan minim dari campuran senyawa kimia seperti obat medis.

Tak heran, jika saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang memelihara sendiri kebun tanaman obat, agar lebih mudah ketika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Lalu apa saja jenis tanaman obat yang bisa ditanam dengan mudah di rumah, selain jahe dan kunyit? Berikut 3 contoh di antaranya:

1. Lidah buaya

lidah buaya (Arlan Pratama/flickr)

Mustahil ada yang tidak mengenal tanaman satu ini. Secara alami, lidah buaya sebenarnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kecantikan, serta kesehatan kulit dan wajah. Bahkan pada berbagai produk perawatan kulit modern, banyak yang masih menyertakan ekstrak dari lidah buaya sebagai bahan utama.

  Perbedaan hidroponik, akuaponik, dan aeroponik dalam urban farming

Sari atau ekstrak lidah buaya yang kekinian dikenal dengan sebutan nama ilmiahnya yakni aloe vera, dipercaya dapat menjaga kelembapan dan menghambat penuaan pada kulit wajah.

Bukan hanya itu, lidah buaya juga dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah, mengatasi rambut rontok, melancarkan pencernaan, melembabkan kulit, dan menjaga kesehatan mulut.

Dari segi penanaman, rupanya lidah buaya cukup mudah karena tidak membutuhkan perawatan khusus. Bibit dari lidah buaya sendiri terbilang murah, bahkan tak jarang jenis tanaman satu ini juga kerap dijadikan sebagai tanaman hias.

2. Tanaman obat temulawak

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Jual Tanaman Hias 🇮🇩 (@tanaman_jakarta)

Jika dilihat sekilas, mungkin banyak yang sulit atau tidak bisa membedakan bagian inti dari tanaman satu ini dengan tanaman kunyit. Hal tersebut lantaran bagian rimpang atau inti tanamannya sama-sama berwarna kuning.

Memang perlu sedikit lebih teliti dalam membedakan keduanya, temulawan sebenarnya memiliki ukuran yang lebih besar dan bulat. Lain itu, warna dari temulawak juga nampak lebih jingga atau gelap.

  Begini cara urban farming bisa dukung perekonomian di Indonesia

Hal yang membuah temulawan banyak dijadikan sebagai tanaman obat adalah karena kandungan berupa kurkumin, kalium, dan kalsium. Dertan kandungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencegah penggumpalan darah, mengurangi pegal-pegal, mengatasi kembung, diare, dan sakit jantung.

Sama seperti kencur, penanaman tanaman satu ini secara mandiri di rumah atau kebun sendiri juga tidak terlalu sulit.

3. Daun sirih

tanaman obat
Daun sirih (Nelindah/Flickr)

Melansir laman Kementerian Kesehatan, sejak dulu daun sirih disebut sudah digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi sejumlah gangguan kesehatan. Daun sirih yang banyak tumbuh di Indonesia digunakan untuk obat herbal.

Sebenarnya ada dua jenis daun sirih yang umum dijumpai, yakni sirih hijau dan sirih merah. Meski begitu, manfaat kesehatan dari dua jenis daun tersebut sama-sama berarti. Tanaman sirih disebut mengandung protein, iodin, sodium, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan minyak atsiri.

Daun dari tanaman satu ini dapat berfungsi untuk menyehatkan saluran pencernaan, menyembuhkan luka, menjaga kesehatan mulut dan gigi, mencegah infeksi karena bakteri, dan masih banyak lagi.

  Menengok asal-usul dan jenis praktik urban farming

Umumnya, daun sirih banyak ditanam di pot gantung atau dibiarkan tumbuh menjalar di pekarangan rumah oleh banyak orang.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya