Di Bali, 4 tanaman rumahan ini masih digunakan sebagai obat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Jali-jali (ashitaka-f/Flickr)

Bicara soal kesehatan, tak ubahnya mebicarakan harta paling berharga bagi hidup kita. Orang bijak bilang, ”kesehatan mahal harganya”, dan itu tak salah. Bahkan untuk mendapatkan kesehatan prima, terkadang seseorang rela merogoh kocek dalam dalam dan melakukan pengobatan di luar negeri.

Tapi di Indonesia, sebagai negara tropis nan agraris nyatanya banyak jenis tanaman yang cukup mujarab untuk dijadikan bahan baku pengobatan.

Bahkan beragam obat-obatan herbal yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan yang berada di pekarangan rumah telah lama digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit dan gangguan klinis. Memang, tanaman-tanaman tropis banyak dikenal memiliki kandungan obat yang moncer.

Bali menjadi salah satu wilayah yang masyarakatnya masih menggunakan tanaman di pekarangan rumah untuk obat. Pulau yang terkenal dengan budaya yang kental tersebut ternyata belum melengserkan tradisi yang telah lama diamanahkan oleh nenek moyang mereka.

Usada adalah sebutan tradisi pengobatan tradisional orang Bali yang hingga saat ini masih dijunjung tinggi dan digunakan oleh masyarakat di sana. Istilah itu bermuasal dari bahasa sanskerta ‘ausadhi’ yang bermakna tanaman untuk pengobatan.

  5 jenis buah yang bisa ditanam dan dibudidaya dengan mudah di rumah

Berikut deretan tanaman pekarangan rumah yang masih dijadikan bahan baku obat tradisional oleh masyarakat Bali.

1. Pegagan

Daun pegagan (Arif Widianto/Flickr)

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman tradisional yang sudah lama digunakan sebagai bahan baku pengobatan dan suplemen kesehatan. Daun pegagan juga acapkali digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk menangani masalah peradangan.

Manfaat lain daun pegagan adalah untuk mencegah jaringan parut dan membantu penyembuhan luka serta bisa membantu mengurangi stretch mark selama kehamilan.

Tanaman ini sejatinya mengandung senyawa seperti saponin triterpenoid yang lazim terkandung pada tanaman obat lainnya. Kandungan inilah yang ternyata memberikan manfaat nyata untuk kesehatan.

Dalam industri farmasi, serbuk pegagan yang dimasukkan ke dalam kapsul biasanya digunakan sebagai suplemen untuk mengatasi gangguan kesehatan kulit, mulai dari varises hingga penyakit alzheimer/parkinson. Tanaman ini juga diyakini bisa menurunkan risiko pembekuan darah, mengobati penyakit hati, penyakit kandung kemih, dan pengerasan pembuluh darah.

2. Daun mangga

Daun mangga (Christian Defferrard/Flickr)

Pohon Mangga (Mangifera indica) memang tak asing bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Bali. Pohon ini memiliki daun yang nyatanya sangat bermanfaat untuk pengobatan dengan cara merebusnya. Salah satunya untuk mengobati diabetes hingga mengatasi cegukan dan sakit tenggorokan, karena khasiat vitamin A, B, dan C, yang terkandung di dalamnya.

  Kiat melakukan Urban Farming di musim pancaroba

Manfaat daun mangga ini berasal dari zat fitokimia dengan kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, dan fenol, yang berperan sebagai antioksidan. 

Zat fitokimia bekerja dengan meningkatkan kinerja hormon insulin. Ini adalah hormon alami yang berfungsi mengontrol kadar gula dalam darah. Dengan begitu, resistensi yang menjadi penyebab diabetes dapat dicegah. Senyawa fitokimia pada daun mangga bisa diperoleh melalui proses ekstraksi, atau merebusnya untuk dijadikan teh.

3. Sambang colok

Sambang colok (Dinesh Valke/Flickr)

Tanaman dengan nama latin Aerva sanguinolenta dikenal dengan sebutan bayam barak atau sambang colok oleh masyarakat Bali. Lazim tumbuh sebagai belukar, tanaman ini cukup mudah tumbuh di pekarangan rumah.

Sebagai bahan baku obat herbal, sambang colok dimanfaatkan dengan merebus daun dan akarnya yang kemudian air rebusan tadi diminum untuk meringankan gejala diabetes.

Kandungan biologis yang terkandung di dalam tanaman ini yaitu, analgesic, anti-inflammatory, antimicrobial dan hepatoprotective. Selain untuk diabetes, tanaman ini juga dimanfaatkan untuk memperlancar datang bulan.

4. Jali-jali

Jali-jali (ashitaka-f/Flickr)

Jali-jali (Coix lacryma-jobi) merupakan sejenis tumbuhan serealia yang masih masuk dalam keluarga padi–padian, dan dapat tumbuh liar di pekarangan rumah.

  Selain sayur, ini 5 jenis buah yang cocok untuk praktik urban farming

Tanaman asal Asia Timur dan Malaya ini memiliki biji yang bisa dimakan dan menjadi sumber kerbohidrat serta pengobatan.

Sejatinya, nama jali–jali bisa berbeda di tiap daerah, seperti kaliwatu atau jangle di Jawa, jelim atau anajali bareh di Sumatra, jelei atau luwong di Kalimantan, Klumba di Papua, dan lele atau irule di wilayah Sulawesi.

Jali-jali mengandung asam amino, alkaloid, vitamin, protein, kalsium, zat besi, magnesium, klorida, dan glukosa. Untuk pengobatan, jali-jali umunnya diolah menjadi minuman herbal. Meski begitu tak sedkit yang membuatnya menjadi bubur bahkan puding untuk menggugah selera.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya