Ingin garap kebun hidroponik? Ini 5 jenis sayuran yang mudah ditanam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sayuran hidroponik (k.mackay/Flickr)

Urban farming atau pertanian di perkotaan kini semakin populer. Praktiknya pun berjalan dengan menerapkan konsep pertanian atau kebun hidroponik.

Ada beberapa alasan yang membuat praktik hidroponik semakin banyak diminati. Beberapa di antaranya adalah keinginan untuk menciptakan sumber pangan yang memadai di tengah kawasan padat penduduk seperti perkotaan.

Lain itu, kebutuhan akan pasokan pangan yang terjamin kualitasnya karena digarap sendiri juga menjadi alasan tak kalah besar. Bagi sejumlah kalangan yang sudah terbiasa dan mendalami ilmu urban farming atau hidroponik, menjalaninya bukanlah perkara rumit.

Namun situasi berbeda akan terasa bagi mereka yang baru pertama kali terjun menggarap kegiatan ini. Tak heran, jika biasanya kiat dan jenis tanaman sayur atau buah yang dipilih adalah tanaman yang mudah untuk ditanam dan dirawat.

Lantas apa saja jenis sayuran hidroponik yang sejauh ini mudah untuk ditanam terutama bagi pemula? Berikut 5 contohnya:

1. Bayam

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by debiapriliyani (@debiapriliyani1)

Digemari hampir banyak orang, bayam memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. Selain berkuah bening, sayuran satu ini dapat diolah dengan berbagai cara seperti ditumis dan dibuat keripik.

  Begini cara urban farming bisa dukung perekonomian di Indonesia

Beruntungnya, menanam hidroponik bayam juga tidak terlalu sulit. Masa panen dari sayur satu ini berkisar antara 25-30 hari setelah tanam. Pemberian nutrisi juga dilakukan secara bertahap setiap minggunya.

Selama 30 hari, bayam membutuhkan sinar matahari guna menunjang fotosintesis untuk memaksimalkan pertumbuhannya. Lain itu, hidroponik bayam juga membutuhkan tingkat nutrisi maksimal 1.600 ppm hingga masa panen.

2. Kangkung

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sayur Hidroponik Sumenep (@sayurinaja)

Tanpa paham hidroponik, sebenarnya kangkung sendiri merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang bisa tumbuh dengan mudah di Indonesia. Pertumbuhan sayur satu ini terbilang cepat dan dapat dipanen pada usia 3-4 minggu dengan cara memotong bagian batangnya.

Kemudian hanya dengan membiarkan akar kangkung yang telah dipotong berada ditempat semula, maka bagian batang dan daun akan kembali tumbuh dengan sendirinya. Sementara itu dari segi perawatan hidroponik, kangkung sendiri terbilang cukup mudah.

Kangkung hanya membutuhkan kontrol nutrisi tanaman dan air yang bagus untuk mendukung proses pertumbuhannya. Adapun tingkat nutrisi air yang baik untuk tanaman hidroponik kangkung adalah 1.050 hingga 1.400 ppm.

  Selain sayur, ini 5 jenis buah yang cocok untuk praktik urban farming

3. Sawi pakcoy

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by sayur hidroponik palembang (@omafkarhidrofarm)

Sawi pakcoy banyak dibudidayakan karna perawatannya juga tak kalah mudah. Pertumbuhannya dapat dipanen pada usia 30-35 hari setelah tanam. Untuk konsumsi pribadi, sawi pakcoy dapat dipanen secara bertahap.

Namun jika sudah terlanjur dipanen sekaligus, sawi pakcoy dapat disimpan di dalam plastik tertutup dan disimpan dalam lemari es. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi penguapan sehingga pakcoy tidak cepat kering.

Konsentrasi nutrisi yang dibutuhkan agar pakcoy dapat tumbuh maksimal berada di kisaran 1.400 ppm untuk sistem hidroponik.

4. Selada

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Hidroponik Guru (@guru88hidrofarm)

Jenis sayuran lain yang tak kalah populer dan banyak diminati adalah selada. Selain mudah dipelihara, pangsa pasar selada nyatanya juga cukup luas karena kerap dijadikan sayur sampingan entah sebagai lalap dan sejenisnya.

  Di 5 negara ini petani jadi profesi bergengsi

Selain itu, selada juga populer karena banyak dimanfaatkan menjadi bahan pendamping makanan modern seperti burger hingga kebab. Selada hidroponik dapat dipanen saat memasuki usia tanam 35-40 hari setelah tanam.

Mengenai tingkat nutrisi yang dibutuhkan, selada bisa dibilang paling rendah dibandingkan sayuran lainnya, yakni hanya sekitar 900 ppm.

5. Sawi pagoda

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by OGP Farm | Depok (@hidroponik.ogpfarm)

Selain pakcoy, jenis sawi lain yang juga bisa ditanam dengan mudah adalah sawi pagoda. Tak hanya sehat, sawi ini juga populer karena memiliki bentuk yang unik yakni menyerupai bunga yang mekar.

Sama halnya seperti pakcoy, sawi pagoda biasanya dijadikan pendamping sayur yang diolah dengan berbagai cara seperti kuah bening, tumis, dan lain sebagainya. Sawi pagoda bisa dipanen dalam usia 30-35 hari setelah tanam.

Tak jauh berbeda dengan pakcoy, tingkat nutrisi yang dibutuhkan oleh sawi pagoda berada di angka 1.550 ppm.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya