Mengenal buah stroberi dan 7 varietas yang umum dijumpai di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
buah stroberi
Stoberi (haryanti desiana khalifah/flickr)

Mustahil rasanya ada yang tidak mengenal atau mengetahui buah Stroberi. Buah satu ini termasuk dalam kelompok tumbuhan Spermatophyta atau tumbuhan berbiji. Lebih tepatnya, stroberi berasal dari genus Fragaria dan dikenal dengan nama spesies Fragaria spp.

Tanpa pengecualian, buah satu ini termasuk jenis yang dapat dijumpai dengan mudah di berbagai belahan dunia. Stoberi banyak disukai karena aromanya yang khas, warna merah cerah, dan tekstur berair yang dimiliki.

Selain dikonsumsi secara langsung, buah ini banyak diolah sebagai bahan baku untuk menjadi berbagai makanan seperti selai, jus, pai, es krim, milkshake, dan lain-lain. Seperti apa awal mula penyebaran buah ini di berbagai negara, dan bagaimana dengan varietas serta budidayanya di Indonesia?

1. Buah dari zaman Romawi

Buah stroberi (fahadaina @ nana/flickr)

Mengutip berbagai sumber, diketahui jika buah stroberi sudah ada sejak zaman Romawi di abad ke-13. Kala itu, penggunaannya umum digunakan untuk kebutuhan obat. Tanaman buah ini awalnya merupakan tanaman liar yang belum dijadikan ojek budidaya.

Baru kemudian di abad ke-14, orang Prancis mulai membawa stroberi dari hutan ke kebun mereka untuk dipanen. Kemudian pada awal abad ke-15, referensi budidaya stroberi menjadi lebih umum. Orang-orang mulai menggunakan buah tersebut untuk berbagai kebutuhan obat lainnya.

  Di 5 negara ini petani jadi profesi bergengsi

Yang perlu diketahui, stroberi yang saat ini kita kenal dan konsumsi berbeda dengan wujud buah storiberi di zaman Romawi.  Jenis stroberi yang kita temukan dan konsumsi saat ini umumnya adalah stroberi hibrida, yang dihasilkan dari persilangan antara spesies stroberi asal Amerika Utara dengan yang berasal dari Chili.

Lebih detail, dijelaskan bahwa persilangan tersebut dilakukan pada tahun 1750. Setelahnya, persilangan-persilangan lebih lanjut terus dilakukan untuk menghasilkan stroberi unggul dengan buah berukuran besar, harum, dan rasa yang manis.

2. Masuknya buah stoberi ke Indonesia

buah stroberi (Ria R.B/Flickr)

Mengutip pencatatan dalam buku “Sehat Tanpa Obat dengan Si Merah Stroberi” yang terbit tahun 2016 oleh Hani Widiatmoko, Stroberi mulai ditanam di Indonesia pada pertengahan 1990-an.

Lebih detail, Stroberi banyak ditanam di dataran tinggi di Indonesia. Misalnya di Jawa Barat, stroberi dibudidayakan di sekitar Lembang, Rancabali, Ciwidey, area pegunungan Malabar, Sukabumi, dan Gunung Halu.  Sementara di Jawa Tengah, stroberi banyak ditanam di sekitar Tawangmangu dan Magelang.

Secara umum, pembudidayaan stroberi banyak dilakukan di lahan dengan ketinggian 1.000-1.500 mdpl. Namun kekinian, seiring dengan gencarnya praktik urban farming yang dibarengi dengan berbagai penyesuaian, banyak budidaya stroberi yang dilakukan di lahan dengan ketinggian sekitar 700 mdpl.

  Ingin garap kebun hidroponik? Ini 5 jenis sayuran yang mudah ditanam

Yang perlu diketahui juga Stroberi merupakan buah daerah sub tropis. Karena itu, stroberi yang dibudidayakan di Indonesia sebenarnya merupakan hasil introduksi.

3. Varietas yang umum di Indonesia

balitjestro.litbang.pertanian.go.id

Disebutkan bahwa setidaknya ada sebanyak 600 varietas stroberi yang tersebar di seluruh dunia. Dari ratusan varietas tersebut, 7 di antaranya umum tumbuh dan dibudidaya dengan mudah di tanah air.

Berikut 7 varietas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia:

  • Sweet Charlie (Amerika Serikat), varietas ini ditanam secara luas di dunia karena cepat berbuah. Memiliki ciri buah besar dengan warna jingga sampai merah, aroma tergolong kuat, sangat produktif dan tahan terhadap serangan jamur Colletotrichum.
  • Oso Grande (California), varietas ini memiliki ciri ukuran buah sangat besar, padat, dan bagian tangahnya bertekstur seperti busa. Lain itu, varietas satu ini juga disebut memiliki hasil panen tinggi.
  • Tristar (Amerika Barat), ukuran buah varietas satu ini terbilang medium sampai kecil, dan cocok untuk pengolahan makanan. Meski begitu, varietas ini tahan terhadap serangan penyakit red stele (parasit) dan penyakit embun tepung.
  • Nyoho (Jepang Selatan dan Korea), secara umum varietas ini banyak ditanam di PVC pada praktik urban farming, varietas ini memiliki penampilan buah sangat menarik, mengkilap, padat, manis, dan cocok untuk bahan baku kue.
  • Hokowaze (Jepang Utara), varietas ini memiliki hasil panen tinggi, aroma tajam, dan sedikit lunak. Yang perlu diperhatikan, jenis satu ini sangat rentan terhadap serangan verticillium dan antraknosa, namun di saat bersamaan juga tahan terhadap penyakit embun tepung.
  • Rosa Linda (Florida), varietas ini memiliki hasil panen yang tinggi dengan aroma buah yang kuat. Jenisnya banyak dikonsumsi sebagai buah langsung makan atau bahan berbagai macam olahan.
  • Chandler (California), varietas yang umum ditanam secara luas di dunia. Ukuran buahnya besar dan memiliki hasil panen tinggi, sekaligus tahan terhadap serangan virus.
  Kenapa selada jadi tanaman yang banyak dipilih dalam hidroponik?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya