Perbedaan hidroponik, akuaponik, dan aeroponik dalam urban farming

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
urban farming
Hidroponik (Octavia Putri/Flickr)

Urban farming atau pertanian di wilayah perkotaan kekinian memang semakin populer. Kalau dipahami lebih dalam, jenisnya pun beragam. Mulai dari hidroponik, akuaponik, dan aeroponik. Tapi nyatanya, belum banyak yang paham dan tahu kalau ketiga jenis praktik dari tiap jenis berbeda.

Beda metode, beda nutrisi yang diberikan, dan beda pula cara perawatannya, dan sudah pasti beda pula kelebihan serta kekurangannya.

Seperti apa pemahaman dari tiga praktik urban farming di atas? Dan apa saja kekurangan serta kelebihan yang dimiliki dari masing-masing jenisnya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Urban farming hidroponik

hidroponik (rizki ramadiansyah/flickr)

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Namun praktiknya menerapkan menekankan pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Lain itu, kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan dalam praktik hidroponik, yaitu kondisi lingkungan, pH air, dan kandungan oksigen terlarut di dalam air. Ditambah lagi, biasanya media tanam yang digunakan adalah rockwool, hidroton, perlit, batu apung, dan sejenisnya.

  Mengenal buah stroberi dan 7 varietas yang umum dijumpai di Indonesia

Hidroponik memiliki keunggulan dari segi perolehan tanaman yang bersih. Selain itu, instalasi hidroponik juga dapat diletakkan di dalam ruangan sehingga tidak dibatasi oleh musim dan cuaca.

Sistem budidaya hidroponik juga mampu membuat tanaman tumbuh lebih cepat 30-50 persen. Ditambah lagi, lebih terjaga dari serangan hama sehingga dapat meminimalisir penggunaan pestisida.  

Namun, pembuatan instalasi sistem hidroponik diketahui cukup mahal. Adapun untuk menekan biaya, biasanya mereka yang mau memulai praktik ini menyiasati dengan memanfaatkan bahan bekas.

2. Tentang akuaponik

Akuaponik (Elsa Dean/Flickr)

Sama-sama menganut prinsip tanpa tanah, bedanya akuaponik mengombinasikan praktik hidroponik dengan akuakultur. Untuk informasi, akuakultur sendiri adalah praktik budidaya atau pemeliharaan hasil perairan, umumnya ikan.

Lebih detail, akuaponik memanfaatkan kotoran yang dikeluarkan ikan, untuk diurai dan diubah melalui proses nitrifikasi untuk menjadi nutrisi bagi tanaman. Dari pemahaman ini, bisa diketahui jika budidaya ikan dan tanaman berada di satu instalasi yang sama.

Keunggulan sistem ini sudah pasti dari keefisienan dan keefektifan karena keuntungan yang diperoleh bersifat ganda. Yaitu dapat memanen sayur dan ikan dalam satu waktu yang sama.

  Begini cara urban farming bisa dukung perekonomian di Indonesia

Namun lagi-lagi dari segi instalasi, sistem akuaponik justru lebih mahal ketimbang hidroponik biasa. Sudah pasti, karena melibatkan dua proses budidaya sekaligus, instalasi yang dipasang juga harus dirancang dengan benar dan dapat beroperasi dengan baik.

3. Aeroponik

Aeroponik (Tom Magliery/Flickr)

Berbeda dengan dua jenis urban farming sebelumnya, aeroponik adalah metode tanam yang tidak memanfaatkan baik tanah ataupun air dalam kelangsungannya. Lalu bagaimana cara tanaman mendapatkan nutrisi?

Pemberian nutrisi dilakukan secara terukur dengan disemprot secara berkala. Lebih tepatnya, Semua nutrisi yang dibutuhkan dalam bentuk cair dan terukur disemprotkan ke bagian akar tanaman. Penentuan waktu penyemprotannya pun dilakukan secara berkala menggunakan timer atau alat kontrol kelembaban.

Dari segi keunggulan, sistem aeroponik sangat efisien karena minim penggunaan air. Ditambah lagi, pertumbuhan tanaman pada sistem ini juga diketahui sangat cepat dan ekstensif.

Namun, dibalik sistem aeroponik membutuhkan teknologi timer, sakelar, kontrol otomatis, dan sejenisnya yang akan membutuhkan biaya ekstra. Apalagi ketika terjadi kerusakan pada sistem kontrol, tanaman bukan tidak mungkin akan mati mendadak.

  Kenapa selada jadi tanaman yang banyak dipilih dalam hidroponik?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya