Iguana laut, reptil yang dijuluki ‘Godzilla’ di dunia nyata

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Iguana laut sedang berjemur (pablovillagra2004/Flickr)

Sebagian besar orang mungkin sudah tidak asing dengan penggambaran Godzilla, wujud monster yang hidup di dua habitat darat dan laut. Siapa sangka, gambaran makhluk tersebut dapat terlihat dari seekor fauna berjenis reptil yaitu iguana laut.

Sebenarnya, Godzilla hanyalah makhluk monster fiksi dari Jepang yang dikenal juga dengan nama Gojira. Namun tak disangka, di dunia nyata iguana laut dengan nama ilmiah Amblyrhynchus cristatus memiliki bentuk fisik yang bisa dibilang nyaris menyerupai makhluk tersebut.

Seperti apa sebenarnya wujud dan perilaku iguana laut yang kerap disamakan dengan monster fiksi populer Godzilla?

1. Satwa endemik kepulauan Galapagos yang terancam punah

Iguana laut di Pulau Galapagos (e-Ken/Flickr)

Memang tidak dapat ditemui di Indonesia, iguana laut atau marine iguana hanya dapat dijumpai di wilayah kepulauan Galapagos, Ekuador. Spesifiknya, hewan satu ini biasa ditemui di daerah pesisir pulau Isabela, Fernandina, Española, Floreana, Santa Cruz, dan sekitarnya.

Karena penyebarannya yang sangat kecil, hewan ini jadi salah satu hewan di dunia yang rentang terhadap kepunahan. Karena itu, mereka sudah memiliki perlindungan hukum di Ekuador.

  Sanggup makan 200 kg ubur-ubur tiap hari, ini 5 fakta soal penyu belimbing

Meski sudah dilindungi hukum dan aman dari perburuan, namun ancaman kepunahan justru datang dari adanya serangan spesies invasif. World Wildlife Fund (WWF) menyebut hewan-hewan seperti tikus, kucing, dan anjing biasa menyerang telur dan anak iguana laut.

2. Karakteristik iguana laut

Iguana laut (Golden Wildbee/Flickr)

Iguana laut memang memiliki penampilan yang ‘garang’ dengan deretan duri di bagian punggungnya yang berwarna hitam legam. Namun warna tersebut sebenarnya hanya berfungsi untuk membantu mereka menghangatkan diri.

Karena berdarah dingin, mereka harus berjemur di tepi pantai. Selain itu, mereka sebenarnya juga memiliki karakteristik yang sama seperti reptil atau kadal pada umumnya. Untuk spesies jantan, mereka dapat tumbuh hingga 4,3 kaki atau sekitar 1,3 meter. Sedangkan untuk yang berjenis betina hanya dapat tumbuh sepanjang 2 kaki atau 0,6 meter.

Meski banyak disorot memiliki warna hitam legam, sebenarnya iguana laut juga mampu mengubah kulitnya menjadi warna-warni. Terutama bagi spesies pejantan pada musim kawin, guna menarik perhatian spesies betina.

Yang menakjubkan, mereka ternyata memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dari kurangnya sumber makanan. Yaitu dengan cara mengecilkan ukuran tubuhnya sekitar 20 persen dari ukuran biasa.

  Ada yang bisa hidup sampai kiamat, ini 5 hewan paling kuat di dunia

Hal tersebut biasa mereka lakukan saat terjadi badai El Nino. Ketika makanan kembali melimpah, ukuran mereka akan kembali seperti semula.

Sementara itu untuk bertahan hidup, mereka bukanlah reptil yang memakan daging. Melainkan herbivora dan biasa memakan alga serta rumput laut sebagai makanan utama.

3. Satu-satunya kadal yang mampu bertahan di laut

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Silent World Magazine (@silentworld.magazine)

Bagaimana bisa mereka memakan alga dan rumput laut yang hanya terdapat di dalam air?

Sesuai namanya, iguana laut jadi satu-satunya jenis kadal atau reptil yang mampu hidup di dalam air. Mereka sanggup menyelam sampai kedalaman 20 meter dan bertahan di dasar laut selama 30 menit.

Saat memasuki air, detak jantung hewan tersebut akan melambat hingga setengah dari kecepatan normalnya untuk menghemat energi. Mereka mengandalkan cakar yang kuat untuk mencengkeram batu di arus kuat saat mencari makan.

  Peristiwa pawang tewas diterkam harimau, mengapa bisa terjadi?

Di lain sisi, tidak semua iguana laut mampu bertahan di dalam laut dalam kurun waktu yang lama. Hanya individu dengan ukuran cukup besar yang mampu melakukan hal tersebut. Sementara itu iguana yang berukuran lebih kecil akan tinggal di pantai, dan memakan ganggang yang terbuka saat air laut surut.

Ciri khas lain yang muncul karena kebiasaan berenang mereka adalah adanya kelenjar yang mampu mengeluarkan garam berlebih. Hal itu terjadi karena saat menelan makanan di dasar laut, otomatis iguana laut juga banyak menelan air garam. Yang unik adalah cara mereka mengeluarkan kandungan garam tersebut, yang dilakukan dengan cara bersin.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya