Penyu Laut (Cheloniidae dan Dermochelyidae) | Bahadur.id

Penyu Laut (Cheloniidae dan Dermochelyidae)

Penyu laut adalah salah satu makhluk laut tertua yang masih hidup hingga saat ini. Mereka telah ada selama lebih dari 100 juta tahun, bahkan lebih tua dari beberapa spesies dinosaurus. Terdapat tujuh spesies penyu laut yang diakui secara ilmiah, yang terbagi dalam dua keluarga utama, yaitu Cheloniidae dan Dermochelyidae. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang penyu laut, mencakup klasifikasi, habitat, perilaku, ancaman, serta upaya konservasi yang telah dilakukan untuk melindungi makhluk luar biasa ini.

Klasifikasi dan Spesies

Penyu laut terbagi menjadi dua keluarga besar: Cheloniidae dan Dermochelyidae.

1. Keluarga Cheloniidae

Keluarga Cheloniidae mencakup enam spesies penyu laut, yaitu:

  • Penyu Hijau (Chelonia mydas)
  • Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)
  • Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
  • Penyu Kemp’s Ridley (Lepidochelys kempii)
  • Penyu Tempayan (Caretta caretta)
  • Penyu Flatback (Natator depressus)

2. Keluarga Dermochelyidae

Keluarga Dermochelyidae hanya mencakup satu spesies, yaitu:

  • Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

Ciri-ciri Morfologi

Penyu Hijau (Chelonia mydas)

Penyu hijau dinamakan berdasarkan lemak berwarna hijau di bawah cangkangnya. Mereka memiliki cangkang halus yang berwarna cokelat atau zaitun, tergantung pada habitatnya.

Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)

Penyu sisik memiliki cangkang dengan pola warna yang menarik, seringkali hitam, cokelat, dan oranye. Nama “sisik” berasal dari tepi cangkangnya yang bergerigi dan tumpang tindih.

Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)

Penyu lekang memiliki cangkang berbentuk hati yang berwarna zaitun abu-abu. Mereka adalah spesies penyu laut terkecil.

Penyu Kemp’s Ridley (Lepidochelys kempii)

Penyu Kemp’s Ridley adalah spesies penyu laut terkecil dan paling terancam. Mereka memiliki cangkang berbentuk bulat yang berwarna abu-abu kehijauan.

Penyu Tempayan (Caretta caretta)

Penyu tempayan memiliki cangkang besar yang berwarna cokelat kemerahan. Mereka adalah salah satu spesies penyu laut terbesar.

Penyu Flatback (Natator depressus)

Penyu flatback hanya ditemukan di perairan Australia. Mereka memiliki cangkang datar berwarna abu-abu atau zaitun.

Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)

Penyu belimbing adalah penyu laut terbesar, dengan panjang mencapai 2,5 meter dan berat lebih dari 700 kg. Cangkangnya berbeda dari spesies lain karena tidak keras, melainkan terdiri dari kulit dan daging yang tebal.

Habitat dan Distribusi

Penyu laut ditemukan di seluruh lautan dunia, dari perairan tropis hingga subtropis. Masing-masing spesies memiliki preferensi habitat yang berbeda-beda.

Penyu Hijau

Penyu hijau umumnya ditemukan di perairan dangkal seperti laguna dan terumbu karang. Mereka banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis.

Penyu Sisik

Penyu sisik sering ditemukan di terumbu karang, di mana mereka mencari makan di antara celah-celah karang.

Penyu Lekang

Penyu lekang tersebar luas di lautan tropis, terutama di Samudera Hindia dan Pasifik. Mereka sering ditemukan di perairan pantai yang dangkal.

Penyu Kemp’s Ridley

Penyu Kemp’s Ridley memiliki jangkauan yang lebih terbatas, sebagian besar ditemukan di Teluk Meksiko.

Penyu Tempayan

Penyu tempayan tersebar luas di seluruh dunia, dari Samudera Atlantik hingga Pasifik dan Hindia. Mereka dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari perairan pantai hingga laut lepas.

Penyu Flatback

Penyu flatback memiliki jangkauan terbatas di perairan pantai Australia dan Papua Nugini.

Penyu Belimbing

Penyu belimbing memiliki distribusi yang sangat luas, dari perairan tropis hingga dingin. Mereka dikenal melakukan migrasi yang sangat jauh, melintasi samudera untuk mencari makan dan berkembang biak.

Perilaku dan Siklus Hidup

Penyu laut dikenal karena siklus hidup mereka yang kompleks dan perilaku migrasi yang luas. Berikut adalah beberapa aspek penting dari perilaku dan siklus hidup mereka:

Migrasi

Penyu laut melakukan migrasi jarak jauh antara tempat mereka mencari makan dan tempat mereka bertelur. Penyu betina akan kembali ke pantai tempat mereka menetas untuk bertelur, suatu perilaku yang dikenal sebagai “natal homing”.

Bertelur

Penyu betina akan menggali sarang di pantai berpasir dan bertelur hingga beberapa ratus telur dalam satu sarang. Setelah bertelur, mereka akan menutup sarang dengan pasir dan kembali ke laut. Telur-telur ini akan menetas setelah sekitar dua bulan.

Periode Pemeliharaan

Setelah menetas, tukik (bayi penyu) akan menggali jalan keluar dari sarang dan berlari menuju laut. Ini adalah saat yang sangat berbahaya karena mereka rentan terhadap predator seperti burung, kepiting, dan mamalia.

Siklus Hidup di Laut

Setelah mencapai laut, tukik akan menghabiskan beberapa tahun pertama kehidupan mereka di daerah lepas pantai yang disebut “nursery habitat”. Saat dewasa, mereka akan bermigrasi ke daerah makan yang lebih dekat ke pantai.

Ancaman Terhadap Penyu Laut

Penyu laut menghadapi berbagai ancaman yang mengancam kelangsungan hidup mereka, baik dari faktor alam maupun aktivitas manusia.

Perburuan dan Eksploitasi

Penyu laut sering diburu untuk daging, kulit, dan karapasnya. Telur penyu juga sering diambil untuk konsumsi manusia. Perburuan ini telah menyebabkan penurunan populasi yang signifikan.

Kehilangan Habitat

Pembangunan pantai dan aktivitas manusia lainnya sering merusak habitat penyu, terutama tempat mereka bertelur. Erosi pantai dan kenaikan permukaan laut juga mengancam habitat pantai.

Polusi

Polusi laut, terutama sampah plastik, adalah ancaman besar bagi penyu laut. Penyu sering kali menelan plastik yang dikira makanan, yang dapat menyebabkan kematian. Polusi kimia juga dapat merusak habitat mereka dan mempengaruhi kesehatan penyu.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim mempengaruhi penyu laut dalam berbagai cara. Kenaikan suhu dapat mempengaruhi rasio kelamin tukik, karena jenis kelamin penyu ditentukan oleh suhu pasir tempat telur menetas. Perubahan iklim juga dapat mempengaruhi ketersediaan makanan dan migrasi penyu.

Bycatch

Bycatch adalah penangkapan penyu secara tidak sengaja oleh alat tangkap ikan komersial. Jaring ikan, longline, dan alat tangkap lainnya dapat menjebak dan membunuh penyu laut.

Upaya Konservasi

Upaya konservasi untuk melindungi penyu laut telah dilakukan oleh berbagai organisasi pemerintah dan non-pemerintah di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa strategi dan inisiatif yang telah dilakukan:

Perlindungan Habitat

Melindungi habitat penyu laut, terutama tempat bertelur, adalah langkah penting dalam konservasi. Banyak pantai peneluran penyu sekarang dilindungi oleh undang-undang dan dikelola sebagai kawasan konservasi.

Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penyu laut dan ancaman yang mereka hadapi adalah kunci untuk mengurangi aktivitas manusia yang merugikan. Program pendidikan dan kampanye kesadaran telah dilakukan di banyak negara.

Penelitian dan Pemantauan

Penelitian ilmiah dan pemantauan populasi penyu laut membantu dalam memahami kebutuhan mereka dan efektivitas upaya konservasi. Tagging dan tracking penyu laut adalah metode umum yang digunakan untuk mempelajari pola migrasi dan perilaku mereka.

Regulasi dan Penegakan Hukum

Banyak negara telah memberlakukan undang-undang yang melarang perburuan dan perdagangan penyu laut serta produk-produknya. Penegakan hukum yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa undang-undang ini efektif.

Pengurangan Bycatch

Berbagai teknologi dan praktik penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan telah dikembangkan untuk mengurangi bycatch penyu laut. Ini termasuk penggunaan jaring ikan dengan perangkat pelepas penyu dan perubahan praktik penangkapan ikan untuk menghindari daerah yang dikenal sebagai habitat penyu.

Kesimpulan

Penyu laut adalah makhluk luar biasa yang memainkan peran penting dalam ekosistem laut. Namun, mereka menghadapi banyak ancaman yang dapat menyebabkan kepunahan jika tidak ditangani dengan serius. Melalui upaya konservasi yang tepat, perlindungan habitat, pendidikan masyarakat, dan penelitian ilmiah, kita dapat membantu memastikan bahwa penyu laut terus menghiasi lautan kita untuk generasi mendatang. Upaya kolektif

Check Also

Konservasi Anggrek Langka di Indonesia: Tantangan dan Peluang

Indonesia, dengan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, adalah rumah bagi ribuan spesies anggrek yang unik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *