Burung kirik-kirik laut, pembasmi hama padi yang jadi favorit fotografer

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
kirik-kirik laut (johan.wildlife/Flickr)
kirik-kirik laut (johan.wildlife/Flickr)

Burung kirik-kirik laut (Merops philippinus) merupakan burung mungil berukuran sekitar 30 cm dengan warna bulu yang cerah dan indah. Burung ini merupakan satwa kosmopolitan yang tersebar merata di berbagai lokasi, seperti persawahan, rawa, mengrove dan hutan lebat sampai di ketinggian 1.200 mdpl.

Saat terbang, burung ini lincah dan cepat menyambar mangsa yaitu berbagai jenis serangga. Burung kirik-kirik laut menjadi salah satu favorit fotografer alam untuk diabadikan karena cukup unik dan sayapnya yang elok saat terbang. Burung ini ternyata cukup penting bagi ekosistem alam.

Lalu bagaimana kondisi burung ini di alam? Apa juga yang menjadikan populasinya cukup penting? Berikut uraiannya:

1. Burung kirik-kirik laut

Kirik-kirik laut (Lazuardi99/Flickr)
Kirik-kirik laut (Lazuardi99/Flickr)

Bertengger di atas kabel laut, mata burung mungil terlihat jelalatan. Bawaannya terlihat tenang meski di bawahnya ada pengendara yang melintas di jalanan. Seolah ingin berteduh, burung yang berukuran sekitar 30 cm ini kemudian terbang ke pepohonan yang rindang.

Burung ini adalah kirik-kirik laut. Burung yang memiliki warna bulu cerah dan indah ini mempunyai keahlian berakrobat di udara. Gerakannya cepat dan lincah saat terbang menyambar mangsa, yaitu serangga seperti kumbang, belalang, kupu-kupu, capung, lebah, dan lain-lain.

  Kekuatan capitan kepiting kelapa yang setara dengan terkaman singa

Disadur dari Mongabay Indonesia, habitat kirik-kirik laut ini cukup merata diberbagai lokasi, bisa di tempat terbuka seperti persawahan, rawa atau juga di pepohonan mangrove, persebarannya bisa sampai di ketinggian 1.200 mdpl. Namun, umumnya juga bisa berada di tanah yang bergunduk-gunduk atau di tebing perbukitan.

Hal tersebut disebabkan burung ini biasa bersarang dengan membuat lubang-lubang sebesar bola pingpong di sekitar gundukan tanah. Dibandingkan dengan burung kirik-kirik senja (Merops leschenatutli), ukuran kirik-kirik laut ini lebih besar.

Meski begitu, keduanya merupakan burung yang sama-sama dari keluarga meropidae, dari marga Merpops. Kirik-kirik laut memiliki karakter mata berwarna merah dengan bola mata hitam.

Sementara, bagian mata terdapat strip warna hitam yang hampir sejajar dengan paruhnya yang runcing, dan juga dibatasi oleh garis warna biru di atas maupun di bawahnya.

2. Pahami karakter

Kirik-kirik laut (Yohanes Prabekti/Flickr)
Kirik-kirik laut (Yohanes Prabekti/Flickr)

Dalam bahasa Inggris, burung kirik kirik yang dipanggil dengan Blue-tailerd bee-easter ini mempunyai karakter warna bulu yang tergolong cukup bagus dan variatif, seperti hijau zaitun, hitam, biru muda, dan cokelat zaitun. 

Warna hijau terlihat pada bagian kepala dan mantel, warna hitam selain di sekitar matanya berupa garis tebal yang agak panjang juga terdapat pada bagian ujung sayap, kemudian tersapu dengan warna cokelat kebiru-biruan. Warna biru terdapat di ekor dan tunggirnya.

  Terkenal mager, ini 3 hewan termalas di dunia yang hobinya suka tidur

Dagunya memiliki warna kuning, tenggorokan berwarna cokelat berangan. Untuk bagian dada dan perut berwarna hijau pucat. Saat terbang, sayap bagian bawah burung kirik-kirik laut terlihat berwarna jingga. Kaki berwarna cokelat tua, iris dan paruhnya berwarna hitam.

Pengamat burung dari Komunitas Satwa Alam Bali, Mochamad Saifudin menjelaskan burung kirik-kirik laut cukup mudah dijumpai di Pulau Dewata. Namun, burung ini hanya bisa didapati di bulan-bulan tertentu, seperti pada bulan Juli-Agustus saat memasuki musim kemarau, atau awal musim hujan.

Dibandingkan kirik-kirik senja atau kirik-kirik biru, populasi burung kirik-kirik laut di alam tergolong lebih melimpah. Sedangkan karakternya, burung ini termasuk yang suka berkoloni, meski kadang-kadang juga hanya terlihat sepasang.

Dalam satu ranting pohon kering misalnya, itu bisa dihinggapi empat sampai enam ekor, bahkan bisa juga hingga 25 ekor.

3. Favorit para fotografer

Kirik-kirik laut (Yohanes Prabekti/Flickr)
Kirik-kirik laut (Yohanes Prabekti/Flickr)

Dari segi fotografi alam liar, kata Udin, panggilan akrabnya, kirik-kirik laut merupakan burung yang cukup unik untuk diabadikan. Apalagi ketika sayapnya mengembang ada keelokan tersendiri saat dipotret.

  Ratusan monyet turun ke permukiman warga di Sukabumi, kenapa bisa terjadi?

“Banyak teman-teman fotografer suka mengabadikan burung ini ketika mau landing di dahan. Karena ketika sayapnya mengembang ini cukup cantik,” ujar pria yang mengamati burung sejak 1999 ini, Kamis (17/02//2022).

Meski begitu, untuk mendapatkan momen yang bagus para fotografer perlu juga melakukan habituasi terhadap lingkungan sekitar terlebih dahulu. Hal ini diperlukan agar bisa memahami karakter burung tersebut, baik dari segi perilaku terbang maupun disaat bertengger.

Dibandingkan dengan burung kicauan pada umumnya, suara burung kirik-kirik laut relatif kurang menarik, sehingga ancaman perburuannya tidak seberapa. Jika pun ada skalanya hanya lokal saja.

Meski begitu, di alam secara ekologi keberadaan burung kirik-kirik laut sangat penting, mereka mampu mengontrol populasi hama yang menyerang tanaman padi maupun jagung.

Sehingga bagi petani burung ini bisa dijadikan teman. Selain itu, peran lainnya adalah bisa dijadikan sarana terkait dengan spesiesnya.

“Ada juga orang-orang tertentu yang rela berjalan jauh hanya ingin melihat atau memotret burung ini di alam,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya