Danau Sano Nggoang, misteri danau kawah terdalam di dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Flores en el pantano (Miguel Angel Masegosa Martínez/Flickr)
Flores en el pantano (Miguel Angel Masegosa Martínez/Flickr)

Danau Sano Nggoang merupakan danau kawah belerang seluas 512 hektare dan berada di ketinggian 757 mdpl. Danau ini memiliki diameter 2,5 km di pusat Gunung Waesano yang terletak di barat daya Flores, serta dikelilingi oleh tiga desa di Kecamatan Sano Nggoang.

Danau ini terbentuk dari kaldera bekas erupsi Gunung Sano Nggoang dengan batuan vulkanik tua yang merupakan batuan tertua yang terdapat di sekitarnya. Ciri paling jelas di antaranya adalah selang-seling antara breksi tuf terubah, andesit, andesit basaltik dan tuf terubah.

Lalu bagaimana proses pembentukan danau kawah ini? Benarkah Danau Sano Nggoang merupakan danau kawah terdalam di dunia? Berikut uraiannya:

1. Danau Sano Nggoang dan legendanya

Isla Flores Peten (Fulvia Afrie/Flickr)
Isla Flores Peten (Fulvia Afrie/Flickr)

Danau Sano Nggoang merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores bagian barat. Dari fakta sejarah tidak ditemukan dokumen apakah manusia ada lebih dahulu dibandingkan danaunya. Kisah danau ini hanya terekam dalam sebuah legenda yang diceritakan turun temurun.

Dikisahkan, dahulu kala hidup si buta dan si lumpuh. Keduanya tinggal di pondok yang jaraknya tidak terlalu jauh sekitar 50 meter. Suatu ketika, si buta tidak mempunyai api dan si lumpuh memiliki api yang masih menyala di tungku.

  3 fakta polemik pertambangan nikel di Pulau Wawonii

Si buta berteriak meminta api namun si lumpuh tidak bisa mengantarkannya, sementara si buta tidak bisa mengambilnya. Si buta pun menyuruh anjingnya ke pondok si lumpuh. Puntung api yang masih menyala diikat di ekor anjing, lalu si buta pun memanggil anjingnya agar bisa berlari ke pondoknya.

Anjing tersebut pun berlari dengan api yang masih menyala di ekornya. Saat anjing itu berlari, api tersebut menyala dan membakar bulu di tubuhnya. Anjing tersebut berlari terbirit-birit dan tidak beraturan, keduanya pun tertawa melihat kelucuan ini.

Tiba-tiba datang seorang tua yang waktu itu dinamakan Mpo Tae dan menanyakan kepada keduanya mau meminta bubur atau nasi kering. Keduanya kompak mengatakan menginginkan bubur.

“Mpo Tae lalu menancapkan tombaknya di tanah sehingga keluarlah air sehingga menggenangi wilayah tersebut hingga terjadilah Danau Sano Nggoang,” tutur Maximus Taman, warga Desa Wae Sano yang disadur dari Mongabay Indonesia.

2. Danau terdalam

Flores (Chris/Flickr)

Bau belerang sangat menyengat saat berada di tepi danau. Sebelah timurnya terdapat sebuah kolam pemandian air panas. Beberapa pondok sedang dibangun untuk wisatawan. Maximus menyebut danau Sano Nggoang memilki luas sekitar 512 hektare dan berada di ketinggian 757 mdpl.

  Keindahan Pulau Derawan yang terancam hilang akibat abrasi

“Sering ada wisatawan mancanegara yang datang berkunjung melihat keindahan danau ini sebelum pandemi Covid 19 melanda,” ujarnya.

Danau ini merupakan danau belerang yang memiliki diameter 2,5 m di pusat Gunung Waesano. Pada kedalaman maksimal 500 meter, danau ini adalah danau vulkanik terdalam dan terbesar di Indonesia Timur. Secara keseluruhan, ekosistemnya dipublikasikan sebagai ekosistem yang unik.

Danau ini dikatakan sebagai satu diantara danau kawah terdalam di dunia. Danau dan area sekitarnya dengan luas secara keseluruhan sebesar 5.500 hektare sebagian besar merupakan hutan lindung, karena masih berupa kawasan hutan. Terdapat spesies burung endemik seperti gagak flores (flores cow) dan flores monarch asli.

3. Tingkat keasaman tinggi

Danau (Vincent Marchandot/Flickr)
Danau (Vincent Marchandot/Flickr)

Kedalaman Danau Sano Nggoang hanya berkisar 40 – 90 meter dengan kedalaman maksimum dasar danau 90 m berada di tengah-tengah danau. Dari hasil survei bathymetry juga diperoleh data pH air Danau Sano Nggoang yang rendah atau kurang dari 3 (ph<3) serta adanya bau belerang yang cukup kuat sekitar danau.

Air untuk konsumsi manusia biasanya memiliki PH 7. Ini membuat air Danau Sano Nggoang tidak bisa digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih maupun pertanian. Data ini sesuai dengan dokumen Laporan Survei Bathymetry, PT Surveyor Indonesia (Agustus 2018).

  Krisis pangan ancam masyarakat global, apakah food estate bisa menjadi solusi?

Maximus menyebut tidak ada ikan dan binatang yang hidup di danau ini. Air danau berbau belerang dan rasanya asam namun kerbau dan kuda sering meminum air ini. Beberapa masyarakat pernah mencoba melepas ikan lele di danau tetapi tidak hidup.

Beberapa orang pernah mandi dan berenang di pinggir danau. Warga mengatakan kalau untuk mandi tidak bermasalah, asal jangan diminum. Sementara itu bula racunnya masih ada di danau makan masyarakat sekitar danau akan terserang flu dan rumput disekitarnya akan layu.

“Kalau racunnya masih ada di danau, semua daun dan ranting yang ada di dalam danau akan tegak lurus atau terlihat berdiri. Kalau daunnya terapung makan racunnya sudah tidak ada lagi di danau,” ucap Servatius Senaman, warga desa Wae Sano.

Pada tahun 70 an, kata Servatius, ada seorang insinyur dari Belanda yang mengatakan racun tersebut mempengaruhi berat jenis air sehingga daun pun akan tegak berdiri. Tetapi sampai sekarang warga tidak mengetahui racun ini, sehingga, katanya, tidak ada lagi orang yang mandi di danau ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya