Pandawara, kelompok anak muda kekinian yang peduli sampah sungai

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pandawara group
Pandawara grup (Instagram @pandawaragroup)

Sampai saat ini memang masih banyak gerakan kepedulian lingkungan yang dilakukan dan digaungkan kelompok anak muda. Tapi baru-baru ini, ada satu lagi gerakan kepedulian lingkungan yang viral dan banyak mendapat atensi dari masyarakat, yakni Pandawara group.

Pandawara group belakangan banyak dibicarakan, karena aksi mereka dalam membersihkan sampah sungai dengan alat sederhana. Tak main-main, aksi pembersihan sampah sungai yang dilakukan juga bukan sampah sederhana, tapi benar-benar tumpukan sampah yang sudah menutup permukaan sungai.

Apa yang membuat aksi dari Pandawara ini ramai dibicarakan dan begitu banyak mengundang perhatian?

1. 5 sekawan Pandawara group

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by pandawara (@pandawaragroup)

Pandawara group sebenarnya bukanlah kelompok yang diikuti oleh banyak orang. Mereka hanya terdiri dari lima orang pemuda laki-laki yang jika dilihat dari penampillanya bisa dibilang sama seperti anak muda masa kini.

Berasal dari Bandung, ke-5 pemuda ini awalnya diketahui melakukan aksi pembersihan sungai dari sampah karena iseng. Mereka ingin sedikit memberikan solusi karena area di sekitar rumah kerap banjir akibat sungai yang tersendat oleh sampah.

  Cerita komunitas pelestari Gunung Salak menjaga alam berbasis kearifan lokal

Dimulai sekitar enam bulan lalu, kemudian mereka juga iseng untuk mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan menjadi konten video di media sosial TikTok.

Bukan bertujuan untuk viral, maksud membuat konten dijelaskan karena mereka ingin menginspirasi dan memberikan semangat kepada banyak orang lain. Karena jika dilihat dari videonya, nampak bagaimana sungai yang tadinya dipenuhi sampah, tapi setelah selesai dibersihkan menjadi bersih dan elok dilihat.

2. Pengalaman muntah hingga tertusuk beling

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by pandawara (@pandawaragroup)

Bukan hal mudah melakukan pembersihan sampah di sungai Indonesia yang seperti diketahui menjadi tempat dari berbagai jenis sampah yang tak terbayang sebelumnya. Untuk ukuran sekelompok anak muda yang sama sekali tidak terbiasa, tentu hal tersebut menjadi tantangan besar.

Disebutkan bahwa awalnya mereka ada yang mengalami kesulitan, jatuh di kubangan sampah yang bau sudah pasti. Muntah karena bau sampah yang tak terhindarkan sudah pasti. Ditambah lagi bonus terkena tusukan beling secara tak terduga di tempat tertentu.

  Kerugian sampah makanan di Indonesia mencapai ratusan triliun per tahun, ironi di tengah krisis pangan

Jika dilihat pada video-video awal di akun TikTok @pandawaragroup mereka memang nampak hanya mengenakan perlengkapan sederhana. Namun seiring berjalannya waktu, mereka melakukan pembukaan donasi yang sepenuhnya dipakai untuk mendukung gerakan pembersihan.

Kini, terlihat bahwa mereka sudah sedikit memiliki perlengkapan yang lebih memadai. Mulai dari pakaian jumpsuit anti air, sepatu boot, sarung tangan, hingga alat mengait sampah.

3. Tak gentar meski dihina

@pandawaragroup ampun netizen maha agung🙏🏼 #onedayonetrashbag ♬ original sound – fly – pandawara

Meski melakukan aksi mulia, rupanya masih banyak yang berfikiran negatif dengan aksi yang mereka lakukan. Tak sedikit orang-orang khususnya publik di jagat maya, yang menuding kelompok anak muda ini melakukan aksi pembersihan hanya demi konten semata.

Mengetahui tudingan tersebut, Pandawara group rupanya bergeming. Mereka justru menanggapi dengan tetap melakukan aksi pembersihan pada sejumlah sungai yang masih didominasi sampah.

Komitmen dan keseriusan Pandawara group dalam melakukan aksi mereka rupanya juga diungkap dalam sebuah sesi wawancara yang dikutip dari CXO Media. Saat ditanya mengenai rencana yang akan dilakukan ke depan, mereka mengaku belum mau memperluas jangkauan sungai yang dibersihkan apalagi hingga di luar kota.

  Pokja RAN, dan harapan besar untuk konservasi mamalia laut di Indonesia

Alasannya, mereka ingin lebih dulu menjaga dan membersihkan sampah di wilayah sungai dekat dengan kawasan tempat tinggal mereka.

“Kami berlima janji kepada diri sendiri untuk jadiin movement ini sebagai habit. Kami juga sudah ngomong ke teman-teman di media sosial kalau jangan jadikan ini sebagai tren, karena tren itu kan nggak selamanya ada. Bisa tiba-tiba hilang. Alangkah baiknya dijadikan habit saja,” ujar mereka.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya