5 makanan tertua di dunia yang ditemukan arkeolog, beberapa dikonsumsi sehari-hari!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Mie (pussen/Flickr)

Ternyata tidak hanya barang saja yang bisa dikatakan antik, namun juga makanan. Banyak yang tidak menyadari makanan yang dikonsumsi selama ini tergolong sebagai “barang antik” karena usianya yang lebih dari ratusan tahun. Kuliner-kuliner ini memang menjadi bagian dalam sejarah manusia.

Penemuan makanan tertua di dunia oleh para arkeolog dalam situs-situs purbakala menunjukkan bahwa budaya hidup sehat dan bertahan hidup sudah dikenal lama. Sejumlah makanan tertua di dunia, ternyata masih bisa bertahan hingga kini.

Lalu apa saja makanan tertua di dunia? Berikut uraiannya yang dirangkum dari Sindonews, Kamis (23/6/2022):

1. Mi Kuno dari China

Mie (John C. Chu/Flickr)

Mi telah menjadi makanan pokok untuk waktu yang lama, dan masih diperdebatkan dari manakah asalnya. Banyak yang menyebut mi berasal dari Arab, Asia, atau Italia. Penyebutan mi tertua dalam sejarah adalah dalam teks Dinasti Han yang berasal dari antara 25 dan 220 Masehi.

Dalam sebuah penemuan tahun 2005, ketika para arkeolog menggali wilayah yang disebut permukiman Lajia, China, salah satu harta karun yang ditemukan adalah mangkuk terbalik. Ternyata, di balik mangkuk masih diisi dengan mie yang diawetkan sempurna.

  Kerugian sampah makanan di Indonesia mencapai ratusan triliun per tahun, ironi di tengah krisis pangan

Sayangnya mi itu sudah berubah menjadi debu ketika terkena udara, tetapi para arkeolog dapat memeriksa apa yang tertinggal dan menentukan bahwa mi itu terbuat dari millet. Bentuknya tipis, halus, dan kuning. Mereka menyerupai mie tradisional La Mian yang dibuat dengan menarik dan meregangkan adonan dengan tangan.

“Diperkirakan sekitar 4.000 tahun yang lalu makan malam seseorang terganggu dan menyebabkan mereka membalikkan mangkuk yang tidak akan dipindahkan selama empat milenium.” kata Dr Houyuan Lu dari Chinese Academy of Sciences di Beijing.

2. Anggur 

Anggur (Sergey/Flickr)

Sebotol anggur Cabernert Sauvignon 6 liter berusia tiga tahun dijual seharga 1 juta dolar atau sekitar Rp14,8 triliun pada tahun 2021. Lalu berapa kiranya harga sebotol anggur Speyer yang telah berusia sekitar 1.700 tahun? Karena semakin tua anggur, harganya memang semakin mahal.

Anggur Romerwein aus Speyer yang tersimpan di Museum Sejarah Palatinate adalah salah satunya botol yang masih tersegel dan masih berisi. Botol ini ditemukan saat penggalian seorang bangsawan Romawi pada tahun 1867. Menurut Atlas Obsucura, makan itu berasal dari tahun 325 Masehi.

  Catatan kelam orangutan di masa silam

3. Zaitun dan bumbu zaman besi

Buah zaitun (Dominique Guyot/Flickr)
Buah zaitun (Dominique Guyot/Flickr)

Gagasan diet yang berasal dari Mediterania menyebar ke Eropa utara dan Inggris, dipercaya dibawa bersama orang Romawi. Namun, pada tahun 2011, penggalian arkeologi yang dilakukan oleh University of Reading menunjukkan bagaimana penemuan terkecil pun dapat mengubah kisah sejarah.

Ketika melakukan penggalian di kota Romawi kuno, Silchester, mereka menemukan satu lubang zaitun, bersama dengan biji ketumbar, dill, dan seledri. Temuan itu berasal dari Zaman Besi Akhir – antara tahun 40 dan 50 Masehi- dan memiliki implikasi yang mengejutkan.

“Penemuan unik ini menunjukkan betapa canggihnya perdagangan makanan dan hubungan global Inggris, bahkan sebelum Romawi menjajah pada abad pertama Masehi.” kata kepala arkeolog dan profesor Michael Fulford.

4. Makanan mumi Mesir kuno

Madu (*Stormquiver*/Flickr)

Saat berbicara tentang harta karun makanan kuno, salah satu tempat terbaik tentunya adalah makam Mesir kuno. Dimulai dengan penemuan artefak kuno Tutankhamun dan barang-barang yang ditinggalkan bersamanya di dalam makam.

Raja Tut meninggal sekitar tahun 1324 SM dan saat akan dilakukan penggalian makamnya pada tahun 1922, ada satu jenis makanan yang ditemukan. Kantor Ilmu Pengetahuan dan Masyarakat McGill menyebutkan itu adalah sebotol madu yang masih segar yang diperkirakan ada sejak 3.300 tahun sebelumnya.

  Mengapa masakan masyarakat Jawa identik dengan rasa manis?

Itu bukan satu-satu yang ditemukan dalam makam. Hal yang menarik adalah adanya “mumi korban” atau “mumi daging”. Mumi daging ini adalah daging mumi, termasuk bebek, burung, dan potongan hewan yang lebih besar seperti kijang, sapi, dan kambing.

5. Popcorn kuno

Popcorn (Sunnyswede/Flickr)

Beberapa makanan modern salah satunya adalah popcorn. Namun, penemuan bonggol (tongkol) jagung dengan biji pecah membuktikan bahwa orang Peru kuno sudah memiliki selera makanan ringan yang luar biasa. Itu juga membuktikan bahwa mereka makan popcorn sejak 6.700 tahun yang lalu.

Tongkol jagung berasal dari penggalian yang dilakukan di sepanjang pantai utara Peru, di lokasi yang disebut Huaca Prieta dan Paredones. Penemuan tongkol jagung ini membuat para arkeolog bersemangat karena memberikan sedikit wawasan tentang apa yang dimakan orang-orang kuno.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya